Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

2 menit waktu bacaan

Tanpa Gejala Awal, 5 Penyakit Ini Bisa Sebabkan Kematian Mendadak

by Rafly Aditia on 21 Juli, 2017

penyakit mematikan _ asuransi kesehatan - CekAja.com

Kematian mendadak jadi momok  menakutkan bagi semua orang. Sebabnya bukan hanya karena sakit kritis. Beriktu gejala penyakit yang bisa terdeteksi dan dikenali.

Pasalnya, kematian bukan hanya terjadi pada orang yang mengalami sakit dengan gejala yang jelas dan berlangsung dalam kurun waktu tertentu saja, tetapi dapat juga terjadi pada seseorang yang terlihat sehat. Walau tidak ada gejalanya, berikut beberapa penyakit kritis yang sering menyebabkan kematian:

Psikosomatis

Jangan pernah meremehkan stres dan depresi. Karena, depresi dan stres berlebihan dapat membuat seseorang mengalami Psikosomatis. Psikosomatis sendiri merupakan gangguan kesehatan dan kegagalan fungsi organ yang diakibatkan oleh kondisi psikologis, seperti stres berat dan depresi.

Diseksi Aorta

Diseksi aorta merupakan penyakit yang mematikan di mana pembuluh darah aorta dalam tubuh robek dan menyebabkan kerusakan fatal dalam tubuh.

Penyakit ini kerap dialami pengidap hipertensi, kolesterol tinggi, perokok berat dan terkadang dikarenakan oleh pengaruh genetik.

Aneurisma

Aneurisma otak adalah pelebaran abnormal pembuluh darah di otak. Penyakit ini biasanya disebabkan karena gaya hidup yang tidak sehat seperti kebiasaan merokok dan minum alkohol. Selain itu, biasanya penyakit mematikan ini juga menyerang para penderita darah tinggi dan kolesterol tinggi.

Emboli Paru

Emboli paru merupakan penyakit yang kerap menyebabkan kematian mendadak, dimana darah beku menyumbat pembuluh arteri ke paru-paru dari kaki.

Kalau pembuluh arteri yang tersumbat sangat besar atau seseorang juga memiliki kelainan paru-paru sebelumnya, saat terjadi penyumbatan maka jumlah darah yang dialirkan mungkin tidak mencukupi untuk mencegah kematian paru-paru dan bisa merenggut nyawa seseorang.

Epilepsi

Penyakit yang biasanya ditandai dengan kejang-kejang ini tidak boleh dianggap remeh. Epilepsi biasanya terjadi saat impuls listrik yang ada pada otak dihasilkan secara berlebihan sehingga menyebabkan perilaku atau gerakan tubuh yang tidak terkendali.

Epilepsi juga kerap menyebabkan kematian mendadak! Studi menyebutkan, dampak kejang epilepsi dan status epileptikus pada jantung dan pernapasan perlu diwaspadai. Bukan cuma itu, kejang yang dialami penderita epilepsi pun berisiko mengalami kecelakaan. Misalnya penderitanya terjatuh, tenggelam, atau mengalami kecelakaan saat berkendara.

Tentang Penulis

Writer. Fitness enthusiast.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami