Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Teknologi Makin Pesat, Ada 7 Profesi yang Terancam Punah

by Miftahul Khoer on 24 Februari, 2020

Arus teknologi di era industri 4.0 sudah tak terbendung lagi. Kemajuan dan perkembangan zaman menuntut kita untuk melakukan pekerjaan secara efektif dan efisien. Tidak dapat dipungkiri, kehadiran teknologi memiliki andil yang cukup besar dalam hidup manusia karena menawarkan banyak kemudahan. Namun karenanya, ada beberapa profesi yang terancam punah juga.

7 profesi yang bakal tergerus teknologi

Seperti laporan terbaru McKinsey & Company yang telah memperkirakan akan ada 23 juta pekerjaan di 2030 yang bakal hilang karena digantikan oleh proses otomasi. Hal tersebut artinya akan ada perubahan-perubahan di dunia pekerjaan. Tak ayal, banyak orang yang kini harus meninggalkan pekerjaan tersebut karena sudah mulai tidak dibutuhkan lagi.

Ternyata, kehadiran teknologi ini sudah banyak menggantikan pekerjaan dan profesi yang sebelumnya banyak dilakukan orang. Mau tahu pekerjaan atau profesi apa saja yang kini sudah mulai berangsur hilang akibat  kemajuan teknologi? Simak 7 jenis profesi beserta alasannya berikut:

 1. Penjaga warnet

Penjaga warnet - Profesi yang Terancam Punah

Ternyata, kita tidak mampu menahan derasnya arus teknologi dan kemajuan jaman. Seiring adanya perubahan zaman, selalu ada hal-hal yang akhirnya harus tersingkir dan dikorbankan. Bahkan beberapa bisnis dan usaha pun terpaksa gulung tikar dan berangsur berpindah haluan. Seperti usaha warung internet atau (warnet) yang sempat eksis di tahun 2000an.

Bisnis warung internet ini kini mulai lenyap seiring banyaknya perangkat atau fasilitas internet rumahan yang jauh lebih terjangkau. Dengan adanya smartphone, kini orang-orang tak perlu jauh-jauh pergi ke warnet dengan hanya cukup berselancar di handphone. Dengan adanya teknologi yang canggih sekarang ini secara otomatis pekerjaan sebagai penjaga warnet pun kini sudah mulai jarang ditemukan.

2. Penjaga pintu tol

Penjaga pintu tol - Profesi yang Terancam Punah

Hampir semua jalan tol kini sudah memiliki sistem yang canggih. Jika dulunya ada karyawan yang ditugaskan untuk menagih uang tol, beberapa jalan tol sekarang sudah menggunakan teknologi mesin. Banyak profesi penjaga pintu tol saat ini hanya sebagai penerima uang retribusi saja.

Untuk masuk ke tol, kini pengguna jalan tol dipermudah dengan adanya sistem pindai kartu, cukup dengan menempelkan kartu e-toll, pengguna jalan tol bisa langsung melakukan pembayaran. Sehingga bukan hal mengejutkan jika profesi sebagai penjaga pintu tol ini kini mulai tersingkirkan.

 3. Loper koran

Loper koran - Profesi yang Terancam Punah

Profesi loper koran di era ’90-an ini masih sangat dibutuhkan karena orang-orang membutuhkan akses informasi melalui koran atau media cetak. Setiap pagi, loper Koran akan berkeliling ke setiap rumah pelanggan untuk memberikan Koran atau majalah yang telah dipesannya.

Dulu, loper koran bukan hanya mengantar koran atau majalah dari rumah ke rumah namun terkadang juga berkeliling menjajakan korannya. Tapi dengan adanya smartphone dan android, saat ini jasa loper koran sudah tak dibutuhkan lagi karena orang-orang bisa sangat cepat dan mudah mengakses informasi melalui gawai-nya.

4. Agen travel

Agen travel - Profesi yang Terancam Punah

Lagi-lagi kemajuan teknologi telah menyuguhkan banyak kemudahan dan efisiensi. Saat ini, jika kamu ingin bepergian ke dalam atau luar negeri bisa dengan mudah dilakukan, bahkan untuk mencari paket wisata, cukup dengan berselancar menggunakan ponsel pintarmu. Hal tersebut yang menjadi ancaman bagi travel agent jika tidak beralih secepatnya dengan sistem digital.

Pada 2016, sekitar 67.680 orang dipekerjakan sebagai agen travel. Pertumbuhan yang diproyeksikan untuk Travel Agent pada tahun 2024 adalah -12%. Kini, hampir 70 persen calon wisatawan dunia melakukan search and share secara digital, dan 30 persennya melakukan booking secara online.  

(Baca Juga: 6 Profesi di Indonesia yang Jarang Mudik Lebaran)
 5. Ojek pangkalan

Ojek pangkalan - Profesi yang Terancam Punah

Pasalnya, semenjak munculnya ojek berbasis aplikasi seperti Go-Jek dan Grab terdapat beberapa kasus bentroknya ojek pangkalan (opang) dengan ojek online yang berbasis aplikasi (ojol). Hal tersebut bisa dikatakan wajar, sebab ada hal-hal yang tentu merugikan satu pihak.

Di sisi lain, kemudahan mendapatkan penumpang dan bonus menjadi salah satu alasan banyaknya ojek pangkalan yang berangsur bergabung dengan ojek berbasis aplikasi. Tapi tak sedikit ojek pangkalan ini justru banyak yang beralih profesi dan memilih berhenti karena ketatnya persaingan dengan ojek online.

6. Pencetak Foto

Pencetak Foto - Profesi yang Terancam Punah

Di era 90an, mencetak foto dengan klise/negatif masih banyak dilakukan orang. Selain kualitasnya yang bagus. Mencetak foto dari klise ini bisa menjadi momen yang berharga. Dulu, bisnis percetakan foto ini sangat menjanjikan mengingat meningkatnya permintaan masyarakat atas jasa pencucian foto.

Namun seiring berjalannya waktu dan perkembangan teknologi, permintaan percetakan foto kini kian berkurang karena masyarakat sudah bisa melakukan berfoto dengan ponsel pintar serta kamera canggih, dan mampu mencetak fotonya sendiri dengan print digital.

7. Pengantar Surat

Pengantar Surat - Profesi yang Terancam Punah

Puluhan tahun yang lalu, profesi sebagai pengantar surat masih sangat dibutuhkan. Namun, kini profesi berangsur hilang karena proses pengiriman surat sudah bisa dilakukan melalui internet dan media digital, seperti e-mail atau surat elektronik.

Padahal layanan pos di banyak negara memiliki sejarah panjang yang gemilang. Pada pertengahan Abad ke-19, layanan ini menawarkan karier dengan bayaran yang layak. Sedangkan di jaman sekarang, di Indonesia sudah menggantikan jasa pengiriman pos ini dengan layanan antar-jemput-kirim barang.

(Baca Juga: Hati-Hati, Ini Bahaya Kerja Sebelum Jam 10 Pagi Bagi Tubuh)

Itulah 7 profesi dan pekerjaan yang kini sudah berangsur hilang bahkan sudah banyak ditinggalkan. Apakah profesi yang sedang kamu jalani terancam hilang juga atau justru bakal semakin bergairah? Lindungi selalu hari-harimu  ke kantor dengan asuransi kecelakaan diri dari CekAja.com

Tentang Penulis

Miftahul Khoer

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.