Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Tensi Timur Tengah dan Natuna Memanas, Asuransi Cover Risiko Perang Gak Ya?

by Miftahul Khoer on 8 Januari, 2020

Kondisi geopolitik global dan nasional akhir-akhir ini tengah memanas. Di Timur Tengah risiko perang dipicu oleh kematian Jenderal Iran Qassem Soleimani yang dibunuh melalui serangan drone oleh Amerika Serikat (AS).

Ketegangan lainnya adalah karena aksi provokasi kapal militer China yang mengawal kapal-kapal nelayannya masuk ke perairan Natuna sehingga memicu ketegangan hubungan dengan Indonesia.

Berita-berita di televisi ataupun media online juga semakin sering menampilkan informasi ketegangan yang bisa berpotensi pada perang, khususnya antara Iran vs AS.

Namun sayangnya, apabila kemungkinan terburuk perang terjadi dan menghancurkan properti ataupun kendaraan yang kita miliki, tidak ada asuransi yang memasukkan dampak perang ke dalam premi risiko yang ditanggung.

Berikut ini alasan kenapa perang tidak ditanggung asuransi dan juga jenis risiko apa saja yang dapat ditanggung asuransi. Kenapa sih asuransi tidak menanggung dampak perang?

  1. Nilai kerugian tidak bisa diperkirakan

Sebagian besar asuransi tidak memasukkan perang ke dalam jenis risiko yang dijamin dan ditanggungnya. Baik untuk pelaku ataupun korban. Hal ini karena dampak atas peperangan sangat luas dan tidak terbatas jangkauannya.

  1. Mirip terorisme

Risiko perang ini sama seperti aksi terorisme. Korban aksi teroris yang menggunakan nuklir, bahan kimia, dan biologi tidak dapat di-cover asuransi karena radiasi nuklir tidak terbatas jangkauannya.

Jenis risiko lain yang tidak ditanggung asuransi

Selain perang antarnegara dan terorisme, risiko yang secara umum tidak ditanggung asuransi property, asuransi kendaraan, dan asuransi jiwa adalah:

  • Kerusuhan
  • Pemogokan
  • Huru-hara
  • Revolusi
  • Agresi militer
  • Invasi
  • Perang saudara
  • Makar
  • Kudeta atau pengambilalihan kekuasaan
  • Perkelahian
  • Pemberontakan
  • Ikut serta dalam aksi/kegiatan militer.

Asuransi jiwa juga tidak menanggung risiko kematian akibat tindak kejahatan, bunuh diri, hukuman mati, obat bius dan obat-obatan, bencana alam, dan risiko yang ditimbulkan oleh kesalahan diri sendiri.

(Baca juga: Cara Tepat Memilih Asuransi untuk Mobil Bekas, Perhatikan 6 Hal Ini)

Kemudian pada asuransi kendaraan pada polis standarnya tidak memberikan ganti rugi untuk kerusakan akibat kerusuhan, pemogokan, penghalangan bekerja, tawuran, huru-hara, pembangkitan rakyat, pengambil-alihan kekuasaan, revolusi, pemberontakan, kekuatan militer, invasi, perang saudara, perang dan permusuhan, makar, terorisme, sabotase, dan penjarahan.

Selain itu, risiko yang tidak dicover asuransi kendaraan pada polis standar adalah akibat gempa bumi, letusan gunung berapi, angin topan, tsunami, hujan es, banjir, genangan air, tanah longsor, atau gejala geologi dan meteorologi lainnya. Asuransi juga tidak menanggung risiko akibat reaksi nuklir.

Kemudian pada asuransi kebakaran secara umum juga tidak mengcover risiko-risiko sama seperti pada asuransi lainnya.

Perluasan Jaminan Khusus

Secara umum asuransi tidak menanggung risiko sebagaimana pada penjelasan sebelumnya. Namun, kategori yang termasuk sebagai risiko yang tidak dijamin bisa berubah menjadi dijamin apabila perusahaan asuransi bersedia mencantumkannya di dalam polis.

Beberapa risiko yang mungkin bisa masuk ke dalam perluasan jaminan khusus seperti contohnya pada asuransi kebakaran antara lain risiko yang terjadi karena kerusuhan, pemogokan, penghalangan bekerja, perbuatan jahat, huru-hara, pembangkitan rakyat, pengambilalihan kekuasaan, revolusi, pemberontakan, kekuatan militer, invasi, perang saudara, perang dan permusuhan, makar, terorisme, dan sabotase atau penjarahan.

(Baca juga: Lindungi Diri Anda Dengan Asuransi Terbaik Untuk Demam Berdarah)

Memanasnya kondisi global yang membuat ramai pembahasan mengenai kemungkinan terjadinya perang dunia ketiga memang sangat mengkhawatirkan sebagian besar penduduk dunia.

Dampak negatif akan sangat terasa bagi rasa aman masyarakat dan juga pada kondisi perekonomian. Terlebih lagi, asuransi tidak menanggung dampak yang ditimbulkan akibat perang.

Pada kondisi ini, kita hanya bisa berharap agar ketegangan yang terjadi di beberapa wilayah termasuk juga di Indonesia bisa segera diredam dan menemukan solusi damai agar perang ataupun bentrokan bersenjata tidak perlu terjadi karena bisa menghasilkan banyak kerugian, baik kerugian jiwa ataupun materil.

Tentang Penulis

Miftahul Khoer

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.