Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Catatan Kredit Buruk di BI Checking Ternyata Bisa Dihapus Lho, Ini Caranya

by Rafly Aditia on 19 November, 2015

tips membeli apartemen _ KPR - CekAja.com

Tidak jarang ketika seseorang sedang mengajukan pinjaman atau membeli sebuah barang dengan cara dicicil, ajuannya ditolak. Salah satu alasannya adalah adanya riwayat kredit buruk yang tercatat saat dilakukan proses BI Checking. Pertanyaannya, apakah catatan itu bisa dihapus?

Terjadinya penolakan saat kamu mengajukan pinjaman tidak melulu tentang seberapa besar pendapatan bulanan dibanding jumlah cicilan yang harus dikeluarkan. Ya, karena beberapa orang yang memiliki pendapatan cukup saat mengajukan pinjaman yang tidak besar namun justru ditolak. Salah satu alasannya adalah memiliki riwayat kredit yang buruk dalam SID (Sistem Informasi Debitur) yang ada di Bank Indonesia (BI), Proses pengecekan ke dalam sistem ini sering disebut BI Checking.

Bagi kamu yang sudah terlanjur memiliki riwayat kredit buruk dan ingin mengurusnya agar catatan itu terhapus, ketahui dulu beberapa hal berikut;

IDI historis

Dalam proses BI Checking, ada yang namanya IDI (Informasi Debitur Individual) historis yaitu merupakan informasi mengenai seluruh pembiayaan atau penyediaan dana dengan kondisi lancar maupun bermasalah dan juga menampilkan informasi tentang historis pembayaran yang dilakukan dalam jangka waktu 24 bulan terakhir.

Biasanya saat ajuan pinjaman seseorang ditolak, penyebabnya adalah orang tersebut memiliki masalah dalam pembayaran cicilan bulanan yang menjadi kewajibannya. Bisa saja orang tersebut walau memiliki pendapatan yang cukup tetap menunggak saat membayar cicilan mobil, motor, dan sebagainya, nah hal inilah yang membuat ajuan pinjaman seseorang ditolak.

(Baca juga: Larang Gesek di Mesin Kasir, Ini Cara Kerja Mesin EDC)

Apakah data historis tersebut dapat terhapus?

Rekam jejak atau track record yang buruk dalam pembayaran ternyata dapat terhapus secara otomatis setelah 24 bulan tunggakan yang tercatat telah dilunasi.

“Setelah nasabah tersebut tak punya kewajiban terhadap bank yang bersangkutan dan bank yang bersangkutan kemudian melaporkan ke BI bahwa nasabah yang bermasalah tersebut sudah menyelesaikan kewajibannya, maka dia akan pulih kembali dalam 24 bulan terhitung dari akhir pembayaran kredit,” ujar seorang staf Divisi Komunikasi Publik Bank Indonesia, Angiola Harry kepada tim CekAja.com, Rabu (18/11).

Misalnya, saat kredit motormu menunggak di tanggal 1 bulan 11 tahun 2015 dan kamu melunasinya pada tanggal 1 bulan 1 tahun 2016, maka data historis atau rekam jejak mengenai tunggakanmu tersebut akan hilang secara otomatis pada 24 bulan yang akan datang atau dalam kasus ini pada tanggal 1 bulan 1 tahun 2018.

Namun, apabila kewajibanmu tidak juga dilunasi maka bank yang bersangkutan akan tetap mencatat bahwa kamu masih bermasalah dan bank yang bersangkutan akan melapor ke Bank Indonesia secara terus menerus sehingga rekam jejak burukmu tidak hilang.

(Baca Juga: Cara Bisnis Undangan Pernikahan dengan Modal Minim)

Ketahui IDI historis

Saat ini kamu dapat dengan mudah untuk melihat IDI Historismu secara online dengan mengisi formulir yang telah disediakan di situs web resmi Bank Indonesia. Setelah selesai mengisi formulir tersebut, BI akan melakukan pengecekan data. Kemudian apabila ada yang tidak sesuai dengan data yang dikeluarkan, maka kamu dapat mengajukan rasa keberatan dan perbaikan data yang tersimpan di BI dan lembaga keuangan atau bank yang memberikan fasilitas pembiayaan.

(Baca juga: Punya Cicilan Kredit Lain Tapi Ingin Ajukan KPR, Pelajari Dulu Simulasinya)

Setelah itu akan dilakukan pengecekan dua arah dan apabila terbukti ada kesalahan maka lembaga keuangan yang memberikan penyediaan dana atau pembiayaan nantinya akan memperbaiki data milikmu yang tersimpan di dalan SID (Sistem Informasi Debitur). (RA/IR)

Reaksi saat mobil kamu ditabrak motor dari belakang, videonya di sini.

Tentang Penulis

Rafly Aditia

Writer. Fitness enthusiast.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami