Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

5 menit waktu bacaan

Terus Belanja Tapi Saldo Rekening Tetap Bertambah

by Surtan Siahaan on 11 Juli, 2017

tips kaya di usia muda _ investasi - CekAja.com

Seiring perkembangan teknologi, penggunaan uang tunai dalam transaksi sehari-hari semakin berkurang. Kini, masyarakat mulai beralih menggunakan alat pembayaran non tunai.

Selain meminimalkan risiko kehilangan uang, baik karena hilang atau dicuri, alat pembayaran non tunai membuat transaksi jadi lebih mudah dan sederhana.

Cukup dengan sebuah kartu debit misalnya, dengan sekali gesek kita bisa berbelanja di mall, supermarket hingga toko yang menyediakan berbagai barang kebutuhan. Hebatnya lagi, alat pembayaran non tunai kini berkembang menjadi berbagai macam jenis. Bahkan, alat pembayaran yang terbaru justru bisa membuat saldo di rekening kita bertambah.

Penasaran? Berikut ini 3 alat pembayaran non tunai yang bisa menguntungkan penggunanya.

Kartu kredit

Alat transaksi satu ini semakin digandrungi karena menawarkan banyak keuntungan. Pertama, sebagai alternatif pembiayaan, kartu kredit bisa membuat kita belanja dengan cara dicicil. Jika terdesak waktu saat membutuhkan sesuatu namun dana tunai belum cukup, kartu kredit bisa menangani masalah ini. Kedua, kartu kredit menawarkan banyak promo.

Biasanya, karena penerbit kartu kredit bekerjasama dengan supermarket atau tenan tertentu, pengguna kartu kredit terkait mendapatkan keuntungan berupa diskon belanja bahkan cashback. Asal digunakan secara bijak, kartu kredit bisa sangat menguntungkan penggunanya.

E-wallet

Alat pembayaran non tunai ini kian digandrungi masyarakat dalam dua tahun terakhir. Sistem pembayaran ini populer karena mampu mengubah dompet kulit menjadi dompet digital yang dibenamkan di sebuah ponsel pintar. Jadi, pengguna e-wallet cukup membawa ponsel pintar kesayangnnya untuk seluruh keperluan mulai dari komunikasi hingga alat belanja.

Alhasil, dompet tebal dengan uang tunai di dalamnya sudah tak diperlukan lagi. Pembayaran pun jadi lebih simpel, gampang dan efisien karena bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. E-wallet juga bisa digunakan untuk pembayaran dalam jumlah kecil seperti bayar parkir hingga transaksi lebih besar seperti bayar tol, belanja online dan bayar tagihan bulanan.

Namun, e-wallet rupanya memiliki berbagai kelemahan. Layanan yang terbatas adalah salah satu faktornya. Contoh konkretnya, e-wallet tidak bisa digunakan untuk beragam transaksi karena hanya bisa digunakan di merchant tertentu yang sudah bekerjasama dengan penerbit e-wallet.

Jika ingin berbelanja di merchant yang notabene tidak ada ikatan kerjasama, pengguna harus repot melakukan pembayaran tunai. Kelemahan selanjutnya, uang yang disimpan di dalamnya hanya bisa digunakan untuk belanja dan bayar tagihan. Jadi, e-wallet sebenarnya tak beda halnya dengan dompet biasa.

Keterbatasan lainnya, uang yang disimpan di e-wallet tidak bisa dicairkan dan hanya bisa dihabiskan untuk transaksi payment. Jadi, jika tidak digunakan, uang akan tetap utuh dengan nilai yang sama. Padahal, di dalam ilmu ekonomi kita mengenal istilah inflasi, dimana nilai uang akan selalu merosot tergerus kenaikan harga barang.

Sayangnya, uang di dompet digital tersebut tidak bertambah lantaran e-wallet tidak menawarkan bunga atau imbal hasil (return). Memang, seiring dengan perkembangan waktu, muncul e-wallet yang dilengkapi dengan fasilitas pencairan atau transfer. Sayangnya, pencairan uang masih terbatas.

Dan, meski uang di dalam e-wallet bisa ditransfer, faktanya saldo hanya bisa ditransfer ke sesama pemilik aplikasi yang sama. Transaksi transfer e-wallet pun sangat terbatas karena  e-wallet  menerapkan batas maksimum saldo yakni 10 juta rupiah.

Gunakan alat belanja cerdas

Lantas, bagaimana caranya bila kita sebagai pengguna alat pembayaran digital ingin mendapatkan manfaat praktis dari e-wallet, namun ingin menghindari sekian kelemahannya? Platform canggih IPOTPAY bisa jadi solusinya. Berbeda dengan platform lainnya, IPOTPAY menggabungkan manfaat e-wallet sebagai alat belanja modern dan kemampuan untuk menumbuhkan saldo rekening. Kenapa dana bisa bertambah?

Jawabannya karena IPOTPAY akan menempatkan dana yang diendapkan secara otomatis di reksadana pasar uang, yang setahun terakhir mampu menoreh hasil di kisaran 7-9% per tahun (gross). Hasil di kisaran ini tergolong lebih besar dari e-wallet atau platform lainnya. Dana yang dikelola pun lebih maksimal lantaran aktivitas pembayaran, pembelian dan transfer melalui IPOTPAY tanpa biaya bulanan, tanpa limit dan tanpa potongan biaya apapun.

Selain mampu memaksimalkan hasil saldo, alat pembayaran canggih ini tidak memiliki batas maksimum saldo dan bisa top up e-wallet tanpa limit transaksi dan tanpa batas transfer. IPOTPAY pun menyediakan layanan BBT (Bayar, Beli dan Transfer). Tagihan yang bisa dibayar dengan IPOTPAY sangat beragam mulai dari tagihan listrik, BPJS Kesehatan hingga kartu kredit.

Sementara itu, fitur pembelian melayani pembelian voucher pulsa, token PLN hingga top up e-wallet. Dengan menggunakan IPOTPAY, diskon atau potongan harga seperti yang ditawarkan oleh e-wallet tetap bisa diperoleh hanya dengan top up e-wallet dari aplikasi IPOTPAY.

Tak hanya itu saja, saat membutuhkan uang tunai, kita tinggal melakukan penarikan tunai melalui fitur Penarikan Via ATM di IPOTPAY. Fitur ini memudahkan kita menarik uang pada hari yang sama. Sesudah menyelesaikan transaksi di fitur Penarikan Via ATM, kita tinggal melenggang ke mesin ATM, memasukkan kartu ATM BCA dan menarik dananya. Semua kelebihan ini, tidak dapat diperoleh apabila kita hanya menaruh dana di e-wallet.

Fitur termutakhir di IPOTPAY juga menawarkan pembayaran tagihan rutin dengan bantuan fitur penjadwalan. Dengan fitur ini kita bisa membayar tagihan rutin secara otomatis sehingga terhindar dari denda atau penalti karena lupa membayar tagihan.

Berbeda dengan e-wallet yang hanya menggunakan virtual account untuk menampung dana, IPOTPAY menggunakan rekening bank yang dibuat atas nama kita sendiri. Sehingga, dana kita jauh lebih aman jika dibandingkan menyimpannya di e-wallet. Keamanan IPOTPAY makin lengkap karena terdaftar dan diawasi OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan diproteksi dengan sistem keamanan SSL 256 bit dan three layer security (password, secure PIN, dan kode OTP). IPOTPAY, lebih dari e-wallet.

Nah, untuk menikmati beragam fasilitas pembayaran, pembelian dan transfer sekaligus memaksimalkan pengelolaan saldo, kita cukup melakukan registrasi di IPOTPAY.com atau menginstal terlebih dahulu aplikasi IPOTPAY di Play Store atau App Store.

Tentang Penulis