Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Tetap Sehat Ya, Soalnya Suhu Panas Masih Melanda

by Gito on 24 Oktober, 2019

Apakah kamu merasa bahwa akhir-akhir ini suhu udara terasa lebih panas dari biasanya? Saking panasnya, matahari seperti berada lebih dekat ke bumi dari posisi biasanya. Adanya gerak semu matahari dikatakan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjadi salah satu penyebab menghangatnya suhu udara di beberapa wilayah di Nusantara.

Gerak semu matahari bukanlah fenomena alam luar biasa. Karena hampir setiap tahun fenomena itu terjadi. Menurut data BMKG, pada September kemarin, matahari berada wilayah Khatulistiwa dan akan bergerak ke belahan bumi selatan hingga bulan Desember.

Di Bulan Oktober ini, posisi semu matahari berada di sekitar wilayah Sulawesi Selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan beberapa wilayah lainnya yang berada di bagian selatan Indonesia.

Selain gerak semu, kondisi atmosfir di Indonesia bagian selatan yang relatif kering juga ikut membuat suhu di negeri ini meningkat. Pada akhirnya, keringnya atmosfir membuat proses pembentukan awan terhambat, sehingga sinar matahari masuk dengan lancarnya.

Menurut BMKG, dalam waktu sekitar satu minggu kedepan masih ada potensi suhu terik di sekitar wilayah Indonesia mengingat posisi semu matahari masih akan berlanjut ke selatan dan kondisi atmosfer yang masih cukup kering.

(Baca juga: Tips Beraktivitas Luar Ruang Saat Cuaca Panas Sepanjang Pekan)
Suhu di beberapa wilayah meningkat

Adanya suhu panas juga terlihat dari pengamatan di beberapa stasiun pengamatan BMKG. Pada tanggal 20 Oktober lalu, terdapat tiga stasiun pengamatan BMKG di Sulawesi yang mencatat suhu maksimum tertinggi.

Adalah Stasiun Meteorologi Hasanuddin (Makassar) 38.8 °C, diikuti Stasiun Klimatologi Maros 38.3 °C, dan Stasiun Meteorologi Sangia Ni Bandera 37.8 °C.

Suhu tersebut merupakan catatan suhu tertinggi dalam satu tahun terakhir, dimana pada periode Oktober di tahun 2018 tercatat suhu maksimum mencapai 37 °C. Stasiun – stasiun meteorologi yang berada di pulau Jawa hingga Nusa Tenggara mencatatkan suhu udara maksimum terukur berkisar antara 35 °C – 36.5 °C pada periode 19 – 20 Oktober 2019.

BMKG mengimbau masyarakat yang terdampak suhu udara panas ini untuk minum air putih yang cukup untuk menghindari dehidrasi, mengenakan pakaian yang melindungi kulit dari sinar matahari jika beraktivitas di luar ruangan.

Disamping itu kamu juga harus mewaspadai aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki potensi tinggi karhutla.

Selain itu, BMKG juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai adanya angin kencang yang berpotensi terjadi di pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan.

Selain minum air putih, kamu juga bisa melakukan beberapa hal ini supaya terhindar dari penyakit. Karena biasanya naiknya suhu akan dibarengi dengan penyebaran virus.

(Baca juga: Ini Caranya Agar Rumahmu Tetap Sejuk di Cuaca Panas Tanpa Pasang AC)
1. Jangan minum air dingin

Cuaca yang panas di siang hari bisa membuat kamu dehidrasi kalau kamu tidak bisa mengimbanginya dengan asupan cairan. Membayangkan teriknya matahari, sepertinya akan terasa segar jika bisa meminum segelas air dengan banyak es batu didalamnya, glek!

Tetapi sebaiknya jangan dilakukan saat cuaca seperti ini. Karena kamu malah akan membuat tubuh kamu mengalami anomali. Baru saja merasakan panas yang terik di luar ruangan, minumlah air hangat atau air yang berada pada suhu normal.

Kebayang tidak, besi ketika dipanaskan kondisinya bisa menjadi lentur dan lumer, lalu kamu tuangkan air di besi panas tersebut. Apa yang terjadi? Ya, dengan seketika besi akan mengeras. Begitu pula yang terjadi dengan tubuh kita.

Jadi lebih baik perbanyak minum dengan suhu air normal ya. Pun jika kamu mau meminum air dingin, minumlah ketika kamu sudah cukup lama berada di ruangan yang dingin. Jadi tubuh kamu sudah menyesuaikan sebelumnya.

2. Gunakan tabir surya

Aneh sepertinya mendengar menggunakan tabir surya di perkotaan seperti Jakarta. Karena biasanya penggunaan tabir surya dilakukan di wilayah yang berdekatan dengan pantai.

Panasnya suhu membuat kamu harus menyiapkan perawatan ekstra. Gunakan tabir surya sebelum keluar ruangan atau rumah untuk melindungimu dari paparan matahari langsung.

Sinar matahari yang langsung masuk ke kulit dapat membuat kulit menjadi lebih kering. Jadi jangan lupa, masukkan krim surya di tas kamu setiap sebelum beraktivitas ya.

3. Gunakan baju yang ringan

Jika biasanya kamu menggunakan beberapa lapis pakaian untuk beraktivitas sehari-hari. MAka sekarang cobalah kurangi jumlahnya.

Kamu cukup pakai 1 lapis baju yang bisa menutupi tubuhmu dengan baik. Menggunakan kaus tampaknya solusi yang baik. Kaus biasanya menggunakan bahan katun yang baik untuk menyerap keringat.

Tetap sehat dan juga tetap semangat menjalani hidup Panas bukanlah halangan buat kamu yang dinamis dan juga optimistis. Jadi maju terus dan ciptakan kemandirian finansial, untuk hidupmu yang lebih baik.

Tentang Penulis

Gito

Veritas Vos Liberabit