Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Tidak Hanya Corona, Waspadai Juga Demam Berdarah

by Gito on 9 Maret, 2020

Penyebaran virus novel corona atau Covid-19 sudah masuk di Indonesia. Saat ini sudah 6 orang yang dinyatakan positif menderita virus yang berasal dari Wuhan, Cina tersebut. Meski begitu, kamu juga tetap harus waspada akan datangnya penyakit lain. Pasalnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah menetapkan status waspada untuk salah satu penyakit yang tidak kalah mematikannya, Demam Berdarah Dengue (DBD).

Asuransi DBD Terbaik dari Adira, Ini Syarat dan Ketentuannya!

Adapun pihak yang memberikan perkembangan terkini terkait corona adalah orang nomor satu di Republik ini, Presiden Joko Widodo. Virus tersebut diketahui tiba di Indonesia sejak tanggal 2 Maret lalu.

Awalnya diinformasikan hanya ada 2 warga negara Indonesia (WNI) yang kedapatan positif novel corona. Namun seiring berjalannya waktu, bertambah lagi 2 orang WNI yang dinyatakan terjangkit Covid-19.

Teranyar pada hari minggu (8/3), pemerintah memaparkan terdapat 2 WNI yang baru terjangkit Corona.

Menyikapi hal tersebut, masyarakat diminta untuk terus menjaga kebersihan diri dan juga lingkungan. Hal itu dimaksudkan agar corona enggan dan sulit masuk ke tubuh masyarakat.

(Baca juga: 6 Langkah Cegah DBD di Musim Hujan)

1. DBD Menghantui

Ketika orang disibukkan dengan corona, virus yang tidak kalah mematikannya Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai menghinggapi beberapa masyarakat.

Perhatian yang selama ini fokus untuk menghadapi ancaman virus “asing” tersebut, mulai terusik lantaran Kemenkes sudah menetapkan status waspada atas serangan DBD.

Hingga awal Februari lalu, jumlah penderita DBD sudah mencapai 16.692 jiwa. Angka tersebut tersebar di beberapa wilayah di Indonesia.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 169 orang dinyatakan meninggal. Dalam kurun waktu satu bulan, jumlah penderita DBD sudah meningkat sebanyak 3.009 orang.

Sementara korban meninggal akibat DBD bertambah sebanyak 36 jiwa dibanding Januari 2020.

Peningkatan jumlah penderita yang signifikan tersebut membuktikan bahwa kesadaran akan kesehatan diri masih jauh dari harapan. Pasalnya penyakit DBD sendiri muncul dari gigitan nyamuk aedes aegypti.

Nah habitat aedes aegypti berada di lingkungan yang bersih dan tergenang. Seperti di saluran air, pot bunga, kaleng bekas ataupun wadah air lainnya yang bisa membuat nyamuk nyaman dan akhirnya memutuskan untuk beranak pinak di wadah tersebut.

2. Belum ada vaksin untuk DBD

Sama seperti Corona, hingga saat ini penyakit demam berdarah juga belum memiliki vaksin.

Pengobatan yang diberikan di rumah sakit juga bertujuan untuk meningkatkan imunitas tubuh agar bisa menang melawan virus dengue.

Virus tersebut umumnya hidup subur di negara yang memiliki iklim tropis, seperti Indonesia, India, Negara lain di Asia Tenggara, Taiwan, Kepulauan Pasifik dan banyak negara lainnya.

Karena belum ada vaksin yang bisa menangkal serangan virus tersebut, otomatis perlindungan berasal dari diri sendiri.

Mulai masuk musim hujan seperti sekarang, biasakan untuk menggunakan lotion anti nyamuk dan juga tutup semua wadah yang berpotensi menampung air, seperti bak mandi ataupun kaleng-kaleng bekas yang ada di luar rumah.

Menurut beberapa sumber, virus dengue dilaporkan berasal dari Asia. Mewabahnya virus tersebut diawali dengan adanya temuan demam yang disertai dengan pendarahan pada tentara Jepang Uni Soviet di wilayah Manchuria pada tahun 1930 silam.

Nahasnya tentara tersebut, demam yang diderita akhirnya berujung pada kematian.

Kurangnya informasi tentang penyebab penyakit dan juga cara penanganan yang tepat membuat para tentara tersebut harus menyerah dan pasrah pada serangan dengue.

Sejak saat itu, penyebaran virus dengue menjadi kian masif. Para peneliti bahkan mengatakan bahwa setiap tahunnya terjadi 50 hingga 100 juta kasus DBD di dunia. Virus itu diketahui masuk ke Indonesia pada tahun 1968 lalu.

(Baca juga: Musim Hujan Tiba, Lakukan Hal Ini Agar Tidak Terserang DBD)

3. Lengkapi peralatan kesehatan diri kamu

Selain melakukan tindakan menutup semua wadah, kamu juga perlu melengkapi diri dengan peralatan kesehatan.

Seperti thermometer dan juga obat penurun panas non aspirin. Gejala yang timbul dari demam berdarah dengue mirip dengan penyakit akibat virus pada umumnya, yakni panas tinggi yang disertai dengan mual dan juga pusing.

Namun masa inkubasi virus terjadi pada rentang 4 hingga 6 hari. Jadi kamu baru bisa diketahui terkena DBD atau tidak setelah rentang waktu tersebut.

Meski begitu, terdapat gejala khusus pada penderita DBD yang berbeda dengan demam pada umumnya, yakni adanya ruam kulit di 2 hingga 5 hari pasca demam.

Supaya anggaran kamu tidak terganggu untuk belanja perlengkapan kesehatan, kamu bisa membeli barang tersebut dengan platform Kredivo.

Dengan begitu, kamu juga bisa mengatur tenor yang diinginkan dengan suku bunga kompetitif.

Tidak perlu pakai kartu kredit untuk menggunakannya. Selain itu kamu juga bisa mendapatkan dana tunai melalui kredit digital tersebut.

Tentang Penulis

Gito

Veritas Vos Liberabit