Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

5 menit waktu bacaan

Tip Jitu Jual Motor Bekas Agar Cepat Laku dan Lebih Untung

by Kartika Ratnasari on 6 Desember, 2017

jual motor - CekAja.com

Berencana jual motor? Meski banyak cara untuk memasarkannya, ada hal yang harus diperhatikan agar sepeda motor cepat laku dengan harga jual yang pas.

Sepeda motor merupakan salah satu kendaraan favorit masyarakat Indonesia. Bahkan menurut Badan Pusat Statistik, jumlah sepeda motor di Indonesia mencapai 98,88 juta unit atau 81,5% dari jumlah total kendaraan. Bukan tanpa alasan, kendaraan roda dua ini memang terkenal irit bahan bakar dan fleksibel untuk menunjang mobilitas sehari-hari.

Tingginya permintaan akan sepeda motor tersebut membuat perusahaan otomotif semakin gencar melakukan penyegaran pada produknya atau meluncurkan produk baru setiap tahun. Tentu hal ini kerap membuat banyak orang tergoda untuk membeli sepeda motor baru. Di tambah lagi, banyak kredit kendaraan khususnya sepeda motor yang menawarkan kemudahan.

Lalu, harus dikemanakan motor lama kita? Mengoleksinya bukanlah hal yang tepat untuk dilakukan, mengingat ada pajak progresif yang harus dibayar. Menjualnya kembali bisa jadi solusi, apalagi kini ada banyak cara mudah untuk memasarkannya.

Namun perlu diketahui, kita tak bisa sembarangan saat jual motor bekas. Ada beberapa trik yang sebaiknya diikuti agar motor yang dijual bisa segera laku dengan harga jual tinggi.

Rajin merawat motor

Dalam hal perawatan, sebaiknya dilakukan sejak kita masih rutin menggunakan sepeda motor tersebut. Mulai dari ganti oli hingga rutin servis, hal ini penting untuk dilakukan. Motor yang rutin diservis tentu memiliki mesin yang lebih prima meski sudah digunakan bertahun-tahun.

Selain mencegah harga jual yang jatuh, kita bisa memastikan pada calon pembeli bahwa kondisi motor yang mereka terima benar-benar dalam keadaan baik.

Pilih motor dengan warna netral

Warna memang menjadi salah satu alasan konsumen dalam memilih kendaraan, tak terkecuali saat memilih motor bekas. Warna netral seperti hitam atau putih kerap menjadi pilihan banyak orang.

Dibandingkan dengan warna-warna mencolok, warna hitam putih terkesan lebih fleksibel. Selain memudahkan pemilik kendaraan saat mencari aksesoris, warna hitam juga sangat membantu ketika motor terkena baret atau lecet.

Jual langsung tanpa perantara

Menjual motor lewat perantara atau pihak ketiga tentu membuat kita harus menyisihkan bujet sendiri untuk komisi makelar yang sudah mencarikan pembeli. Meski proses jual motor menjadi lebih cepat, keuntungan yang disisihkan pun jumlahnya lumayan. Maka dari itu, lebih disarankan apabila kita menjual motor langsung ke pembeli, tanpa keterlibatan pihak ketiga.

Pilih produsen motor populer

Faktor lain yang mempengaruhi minat pembeli adalah popularitas merek motor. Hal ini dapat dinilai dari strategi marketing yang dilakukan merek motor tersebut. Semakin gencar mereka beriklan, maka semakin populer merek tersebut.

Selain melalui iklan, lihat juga banyaknya jumlah komunitas kendaraan roda dua tersebut. Biasanya masing-masing pemilik motor dengan produk tertentu membangun komunitas.  Banyaknya jumlah komunitas sebuah produk motor merupakan refleksi dari popularitas produk tersebut.

Beli jenis motor yang pasaran

Sama dengan merek, jenis motor juga memiliki pengaruh besar dalam menentukan penjualam motor bekas. Varian motor yang paling laris dari sebuah merek biasanya memiliki harga yang lebih stabil dalam jangka waktu cukup lama . Menurut salah satu penjual motor bekas kawakan di Jakarta Timur, Honda beat dan Honda Vario Techno sukses menguasi pasar kendaraan roda dua di Indonesia selama beberapa tahun terakhir.

Motor bekas dari kedua merek tersebut hanya mengalami 13-15 persen penurunan harga. Misalnya, Honda Beat FI baru yang dibandrol Rp13, 85 juta harganya hanya mengalami penurunan sekitar Rp1,5 juta sampai Rp2 juta.

Perhatikan kelengkapan dokumen

Hal satu ini menjadi salah satu persiapan yang tidak boleh dilupakan. Spesifikasi original sekalipun tidak akan mendongkrak harga jual motor bekas tanpa dokumen yang lengkap.

Hindari untuk membeli motor bekas tanpa STNK dan BPKB, karena nantinya kita harus menanggung risiko yang berat nantinya. Bagi penjual, menjual motor tanpa surat lengkap, selain merugikan calon pembeli, bisa-bisa dicurigai sebagai pelaku kriminal.

Jangan lupakan juga buku jadwal servis. Biasanya calon pembeli sangat memperhatikan riwayat servis rutin di bengkel resmi. Tentunya ini bisa menentukan harga jual.

Tentukan harga jual dengan tepat

Ingat bahwa kita juga bersaing dengan penjual motor bekas lainnya. Menetapkan harga yang sesuai merupakan hal yang penting. Jangan sampai harga yang dipatok terlalu tinggi, apalagi terlalu rendah. Cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai harga motor bekas yang sejenis dengan milik kita di pasaran.

Pertimbangkan juga kebutuhan kita, apabila membutuhkan uang segera, turunkan sedikit harga motor dari harga pasar. Namun jika tak terlalu buru-buru, pertahankan harga sesuai yang diinginkan. Apalagi jika kondisi motor masih bagus.

Manfaatkan internet untuk promosi

Untuk menarik calon pembeli, promosikan iklan penjualan motor di berbagai media. Mulai dari koran lokal hingga situs lapak online. Dengan teknologi yang makin canggih, sebaiknya maksimalkan penjualan melalui internet.

Agar lebih menarik, lengkapi informasi iklan dengan sejumlah foto dengan kualitas bagus. Ambil foto dari berbagai sudut agar calon pembeli dapat melihat kondisi motor kita secara detail. Jangan lupa sisipkan informasi seperti spo=esifikasi, angka odometer, riwayat motor, hingga masalah pada motor tersebut.

Pastikan keamanan saat transaksi

Kita boleh saja senang ketika calon pembeli datang untuk melihat motor. Namun jangan lupa untuk tetap berhati-hati, terutama ketika calon pembeli meminta untuk melakukan test drive.

Sudah banyak terjadi kasus pencurian motor dengan modus test drive. Pastikan calon pembeli memberi jaminan sebelum melakukan test drive, agar kita terhindar dari pencurian.

Tentang Penulis