Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

6 menit waktu bacaan

4 Tipe Kepemimpinan Para Bos Teknologi yang Sukses

by lhmdi on 5 Desember, 2017

sukses berbisnis _ kredit tanpa agunan - CekAja.com

Menjadi seorang pemimpin bukan berarti hanya sekadar menduduki jabatan tertentu dan memerintah. Namun setidaknya bisa memberikan banyak pengaruh pada orang-orang di sekitarnya.

Hal ini yang sering kita temukan pada sosok tokoh pimpinan di perusahaan teknologi yang telah sukses. Dibalik kesuksesan perusahaan yang mereka naungi, para bos teknologi ini memiliki tipe kepemimpinan yang menarik disimak dan menjadi contoh.

Cara mereka menjalankan perusahaan kebanyakan berbeda dengan gaya kepemimpinan seorang bos dari perusahaan lainnya. Apalagi dalam lingkungan bisnis. Tipikal perusahaan teknologi yang selalu berkembang dengan cepat, dan berisi tenaga-tenaga muda yang kreatif, membuat para pemimpinnya didorong untuk lebih luwes.

Beberapa dari mereka secara tidak langsung juga mengakui, menjalankan perusahaan teknologi tentunya tidak bisa dengan menggunakan gaya kepemimpinan militeristis yang cenderung menggunakan sistem perintah untuk menggerakkan bawahan.

Bahkan lebih fatal lagi bila tidak mau menerima kritik hingga selalu bergantung pada pangkat dan jabatan untuk menggerakkan staf dalam perusahaan.

Lalu, apa saja tipe-tipe kepemimpinan yang patut dicontoh dari mereka yang dianggap sukses untuk memiliki perusahaan perusahaan teknologi terbesar di dunia? Berikut adalah sosok yang bisa kita contoh:

1. Bill Gates pendiri Microsoft dengan kepemimpinan partisipatif

Microsoft adalah salah satu perusahaan teknologi yang bisa dikatakan sukses hingga saat ini. Salah satu pendorongnya adalah kehadiran Bill Gates. Pendiri sekaligus orang yang pernah menjabat langsung sebagai CEO Microsoft.

Bill Gates dilihat dan dinilai memiliki gaya kepemimpinan yang partisipatif. Bill disebut sering mendengarkan usulan-usulan dari para pekerja, karyawan yang memiliki status sebagai bawahannya untuk mengembangkan perusahaan yang dipimpinnya.

Hal ini terjadi karena Bill Gates mengerti untuk memajukan bisnis perusahaan teknologinya diperlukan berbagai macam adaptasi yang disebabkan oleh bergagai macam faktor perubahan-perubahan di lingkungan sebelu melangkah menuju sukses.

Melalui gaya kepemimpinan seperti ini Bill Gates mampu membawa Microsoft mengembangkan perusahaan serta memaksimalkan kemampuan dari para anggota perusahaannya dengan maksimal agar tujuan bisnis perusahaan dapat berjalan dengan sukses.

2. Steve Jobs, Pendiri Apple dengan gaya kepemimpinan otokrasi

Sosok berikutnya yang memiliki pengaruh besar dalam mensukseskan perusahaan dengan gaya kepemimpinannya adalah Steve Jobs.

Bertipe keras, sulit untuk menerima saran dari orang lain, menerapkan tujuan pribadi untuk kepentingan perusahaan, dan menganggap perusahaan adalah milik diri sendiri merupakan gambaran dari gaya kepemimpinan Steve Jobs.

Tipe kepemimpinan otokratis, begitulah gaya seorang Steve Jobs saat masih memimin Apple sebagai CEO. Steve Jobs cenderung memiliki gaya yang memainkan peran untuk memutuskan segala hal yang terkait dengan perusahaannya.

Gaya kepemimpipinan Steve Jobs ini terlihat ketika keputusan dalam pembuatan produk-produk Apple. Steve sangat jarang mendengar saran-saran dari orang lain atau stafnya.

Namun, Steve Jobs selalu mellibatkan dirinya sendiri dan satu orang yang sangat dipercayanya yaitu Jonathan Paul Ive, atau yang dikenal dengan Jony Ive, seorang desainer yang bekerja di perusahaan Apple saat ini.

Namun, meskipun melibatkan Ive untuk menerapkan ide-idenya, keputusan akhir kerap ditentukan oleh Steve Jobs sendiri.

Gaya kepemimpinan ini memang terlihat keras dan terlihat tidak cocok untuk sebuah perusahaan teknologi yang menuntut untuk menyediakan ide-ide baru untuk menggapai sebuah kesuksesan.

Namun, dengan gaya kepemimpinan seperti ini Steve Jobs mampu mengenalkan Apple sebagai sebuah perusahaan teknologi yang eksklusif.

Dibalik gaya kepemimpinan yang cenderung otokrasi, Steve Jobs berani mengambil berbagai macam risiko, termasuk ketika dirinya mengalami kegagalam dalam mengenalkan sebuah produk.

Belajar dari kekurangan dan kesalahannya, warisan Steve Jobs kini tetap lekat pada Apple, sehingga perusahaan ini tetap berkembang dan selalu mencari cara untuk meraih kesuksesan.

3. Mark Zuckerberg dan Jack Ma yang bergaya kharismatis

Mark Zuckerberg dari Facebook dan Jack Ma pendiri sekaligus CEO AliBaba adalah pemimpin masa kini yang sering dijadikan sebagai contoh untuk perkembangan sebuah perusahaan teknologi.

Gaya kepemimpinan dari dua orang dengan perusahaan yang menampilkan produk berbeda ini disebut memiliki gaya yang kharismatik.

Gaya kepemimpinan ini menuntut dan mengajak siapa pun yang terlibat di dalam perusahaan termasuk karyawan atau staf untuk memberikan ide-ide baru terhadap perkembangan teknologi yang sangat cepat, sehingga mampu menghasilkan daya saing dan inovasi yang berkelanjutan.

Media sosial Facebook yang didirikan oleh Mark Zuckerberg misalnya, selalu berinovasi dalam menerapkan berbagai macam fitur baru agar dapat dinikmati oleh masyarakat di seluruh dunia.

Dari hanya sebuah situs pertemanan, Facebook kini bisa bertransformasi menjadi salah satu alat untuk meraih keuntungan dalam menggerakkan sebuah bisnis.

Hal yang sama juga terjadi pada Jack Ma. Gaya kharismatiknya membuat AliBaba menjadi salah satu perusahaan teknologi yang terbilang sukses di era modern saat ini.

Berawal dari sebuah hal kecil, Jack mengembangkan Alibaba menjadi produk-produk teknologi yang bervriasi. Mulai dari e-commerce, hingga content agregator adalah beberapa diantaranya.

Hasil yang diperoleh Facebook dan Alibaba hingga kini tidak terlepas dari gaya kepemimpinan Mark dan Jack yang menerapkan pentingnya kelompok karyawan, untuk meningkatkan daya saing saat berhadapan dengan gejolak teknologi yang berkembang cepat, sehingga mampu menciptakan peluang-peluang bisnis yang baru dan meningkatkan pertumbuhan perusahaan.

Bahkan, gaya kepemimpinan seperti ini mampu memberikan inspirasi terhadap orang lain di luar perusahaan sehingga memicu terjadinya persaingan-persaingan dalam menciptakan sebuah inovasi dalam teknologi.

4. Paul S. Otellini mantan CEO Intel yang bergaya demokratis

Tipe-tipe kepemimpinan dengan gaya Demokratis tidak hanya milik presiden yang sedang memimpin sebuah negara. Setidaknya hal ini yang terlihat pada perusahaan teknologi Intel saat dipimpin oleh Paul S. Otellini.

Salah satu ciri khas dari Paul saat memimpin Intel sebagai CEO adalah dirinya menerapkan sistem manajemen yang selalu bersaha mendengarkan karyawan. Bahkan untuk hal-hal yang tidak terkait dengan pekerjaan sekalipun.

Pada masa ini, Paul menganggap bahwa jika karyawan adalah salah satu aset yang penting dalam memajukan perusahaan untuk meningkatkan daya saing kompetisi bisnis yang dijalankan Intel.

Cara ini memang terbukti ampuh dalam mengenalkan siapa Intel hingga inovasi-inovasi yang dilakukan untuk membuat lebih banyak masyarakat menggunakan produk-produk dari Intel.

Hasilnya, Intel adalah perusahaan raksasa prosesor komputer yang paling banyak digunakan oleh mitra-mitra bisnis seperti Microsoft, Asus, Dell hingga Intel pernah terlibat dalam menciptakan prosesor untuk perangkat mobile beberapa tahun yang lalu.

Hingga kini, warisan Paul terhadap Intel terus berkembang. Intel tidak lagi hanya berbicara tentang prosesor untuk perangkat komputer atau mobile. Namun, teknologi yang dikembangkan Intel bergerak maju ,mulai dari penggunaan teknologi untuk Drone hingga menjadi salah satu komponen penting untuk menciptakan perkembangan Smart City di beberapa negara maju.

Inovasi-inovasi ini yang setidaknya membuat Intel kini tetap kokoh seagai salah satu perusahaan pengembangan prosesor yang sukses di dunia.

 

Tentang Penulis

Penulis yang hobi traveling ke daerah pelosok yang belum terjamah.