Tips Agar Lolos Pengajuan Rumah Bersubsidi Bagi Milenial dan Pasangan Muda

Kamu milenial atau pasangan muda, ingin beli rumah bersubsidi? Pastikan, kamu mengetahui beberapa tips agar lolos pengajuan rumah bersubsidi, berikut ini! Karena, selain faktor usia dan penghasilan, ternyata ada beberapa faktor lainnya, agar pengajuan bisa di approved!

Apa Itu Rumah Bersubsidi?

Rumah bersubsidi merupakan sebuah program pemerintah, yang ditujukan kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Tujuannya, agar masyarakat tersebut bisa memiliki hunian, dengan cara mencicil setiap bulan, dengan biaya yang rendah.

Berapa Harga Rumah Bersubsidi?

Sebelum membahas lebih dalam bagaimana tips agar lolos pengajuan rumah bersubsidi, pastikan kamu mengetahui pasaran harga rumah bersubsidi itu sendiri.

Nah, untuk harga rumah bersubsidi di setiap daerah itu, ternyata berbeda. Di 2020 sendiri harga untuk rumah subsidi di Pulau Jawa dan Sumatera mencapai Rp150,5 juta.

Untuk di kawasan Jabodetabek sendiri, tentunya jauh lebih mahal, terlebih jika kawasannya strategis, yakni Rp168 juta-an.

Selain itu, untuk harga rumah bersubsidi di Pulau Kalimantan, Kepulauan Riau, Bangka Belitung dan Sulawesi masing-masing sekitar Rp164,5 juta-an per unit.

Pemerintah sendiri menilai bahwa, kelas MBR memiliki dua golongan yakni MBR kelas menengah dan MBR kelas bawah.

(Baca Juga: 4 Situs Rumah Murah Sitaan Bank BUMN)

Sehingga, rencananya di tahun berikutnya,harga rumah bersubsidi bisa dipatok lebih rendah, atau tidak mengalami kenaikan yang pesat.

Bagaimana nih, para milenial dan pasangan muda, ketika mengetahui pasaran harganya?

Eits, tapi jangan ngiler dulu, karena kamu juga harus memenuhi beberapa persyaratan berikut ini, sebelum mengetahui tips agar lolos pengajuan rumah bersubsidi. Yuk, di cek apa saja yang belum dimiliki!

Persyaratan Pengajuan Rumah Bersubsidi

Di sini, pemerintah sendiri telah menerapkan aturan bagi siapa saja, yang berminat memiliki hunian bersubsidi.

Namun, kamu pun harus memenuhi beberapa persyaratan berikut ini, di antaranya adalah kamu wajib berstatus sebagai warga negara Indonesia (WNI), yang berdomisili di Indonesia.

Hunian subsidi ini, bisa kamu beli jika penghasilan kamu adalah maksimal Rp4 juta per bulan, untuk rumah tapak atau Rp7 juta per bulan untuk rumah susun.

Selain itu, kamu juga harus berstatus karyawan tetap, dengan masa kerja atau usaha minimal satu tahun. Mungkin, untuk para milenial dan pasangan muda saat ini, sudah banyak yang telah menjadi karyawan tetap, jadi lebih mudah untuk membeli rumah.

Kemudian, kamu juga belum pernah mengambil KPR dalam 1 KK atau KPR-nya sudah lunas.

Persyaratan lainnya bagi kamu yang mau ambil rumah subsidi adalah, berusia 21 tahun atau telah menikah sampai 45 tahun.

Buat kamu yang bercita-cita punya rumah sebelum nikah, pilihan rumah bersubsidi ini, sangat cocok untuk investasi masa depan.

Kamu juga wajib memiliki NPWP dan SPT tahunan PPh orang pribadi, sesuai perundang-undangan yang berlaku.

Serta, tidak mengalih tangan kan rumah tersebut kepada orang lain, dalam waktu lima tahun.

Adapun beberapa ketentuan saat mengajukan KPR Subsidi antara lain sebagai berikut:

  • Fotokopi KTP (suami & istri). Aturan terbaru mengharuskan konsumen memiliki e-KTP agar bisa dicocokkan dengan data disdukcapil.
  • Usia 21 tahun – 45 tahun
  • Fotokopi Kartu Keluarga
  • Fotokopi surat nikah
  • Fotokopi NPWP
  • Fotokopi SPT PPh 21
  • Fotokopi rekening tabungan 3 bulan
  • Surat keterangan belum memiliki rumah (ttd + cap lurah)
  • Surat keterangan kerja (minimal 2 tahun)
  • Slip gaji (gaji pokok Rp 2,5 juta – Rp 4 juta)
  • Rekening koran 3 bulan terakhir (gaji transfer)

Nah, itu dia beberapa persyaratan yang kamu penuhi untuk bisa membeli rumah bersubsidi.

Nah, agar pengajuan mu bisa langsung disetujui, yuk intip tips agar lolos pengajuan rumah bersubsidi berikut ini!

7 Tips Agar Lolos Pengajuan Rumah Bersubsidi

1. Cek Batas Maksimal Harga Rumah Bersubsidi

Tips agar lolos pengajuan rumah bersubsidi yang pertama adalah pastikan kamu mengecek kembali, batas maksimal harga rumah bersubsidi yang ingin kamu ambil.

Seperti yang diketahui, bahwa setiap daerah memiliki harga rumah bersubsidi, yang berbeda.

Mengapa mengecek batas harga rumah penting diketahui? Karena batasan ini, dibuat untuk dijadikan tolak ukur harga, dengan tujuan mencegah, over priced.

Karena, kembali lagi ke tujuan utama program ini, adalah menargetkan penjualan, untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

2. Kamu Sudah Menentukan Lokasi Rumah Bersubsidi

Seperti yang sudah dibahas di poin sebelumnya, untuk tips agar lolos pengajuan rumah subsidi, kamu sudah menentukan lokasi rumah yang akan diambil.

Misalnya, di daerah Bogor, atau Kabupaten Bogor. Setelah itu, kamu bisa survei berapa rata-rata harga yang ditawarkan.

Sehingga, kamu mesti pintar menyesuaikan harga batas maksimal, dengan kota tempat tinggalmu, untuk mengetahui berapa anggaran awal yang harus disiapkan.

3. Pastikan Kamu Memenuhi Syarat dan Ketentuan

Syarat dan ketentuan sangat penting, untuk bisa memiliki rumah bersubsidi, terlebih ini merupakan program pemerintah, jadi tidak boleh sembarangan.

Bahkan, poin ini juga masuk ke dalam tips agar lolos pengajuan rumah bersubsidi. Selain bisa cepat lolos dan disetujui, memenuhi segala syarat dan ketentuan juga bisa memperlancar proses pembelian rumah.

Untuk persyaratan, sebenarnya sudah tertera di pembahasan sebelumnya. Adapun, berikut ini, adalah syarat mutlak yang biasanya paling berpengaruh.

• Pastikan status kewarganegaraanmu ialah WNI
• Minimal usia 21 tahun atau telah menikah
• Belum pernah mengikuti program KPR subsidi dari pemerintah
• Sudah bekerja sekurang-kurangnya 1 tahun
• Berpenghasilan di bawah Rp 7 juta untuk jenis Rumah Sejahtera Susun, dan di bawah Rp4 juta untuk Rumah Sejahtera Tapak
• Mempunyai SPT, PPH, dan NPWP

4. Mendatangi Pihak Pengembang

Namanya juga mau beli rumah, yang tertanam di tanah, sehingga kamu harus rajin-rajin survei ke tempat pengembangan langsung.

Ketika kamu survei, kamu akan mengetahui seperti apa konsep rumah, yang diusung oleh pengembang, kondisi lingkungan di sekitar rumah idaman, sertifikat tanah atau bangunan, validitas, dan riwayat kerja pengembang.

Nah, jika kamu tertarik dengan pengembang yang bersangkutan, kamu bisa datang kembali untuk melakukan kesepakatan.

Pastikan, jangan bawa tangan kosong, sebisa mungkin bawalah beberapa dokumen, yang diperlukan, seperti KTP, kartu keluarga, NPWP, rekening koran tabungan, dan buku nikah (hanya untuk yang sudah menikah).

5. Mendatangi Pihak Bank yang Mengadakan Program Rumah Bersubsidi

Tips agar lolos pengajuan rumah bersubsidi selanjutnya adalah dengan mendatangi langsung pihak bank, yang mengadakan program rumah bersubsidi.

Setidaknya, ada 8 Bank Nasional yang berpartisipasi dalam program ini, di antaranya BRI, BRI Syariah, Bank Mandiri, BTN, BTN Syariah, BNI, BNI Syariah, dan Bank Artha Graha.

Nah, agar pengajuan rumah bersubsidi bisa semakin dimudahkan, pilihlah bank yang sama dengan rekening tabunganmu.

Sehingga, kamu tidak perlu susah payah membuat rekening tabungan yang baru. Terlebih, untuk pembayaran cicilannya nanti akan dilakukan pada bank, yang bersangkutan.

6. Pastikan, Kamu Memiliki Riwayat Keuangan yang Baik

Dalam mengajukan pinjaman dana atau kartu kredit saja, calon nasabah harus memiliki riwayat kredit yang baik, apalagi jika mau beli rumah!

Nah, tips agar lolos pengajuan rumah bersubsidi berikutnya ini, mungkin sangat sepele. Namun, pengaruhnya sangatlah besar.

Pasalnya, pihak bank akan melakukan pemeriksaan riwayat keuangan calon pembeli rumah, untuk membuktikan kelayakan pemohon dalam mengikuti program rumah subsidi.

Bagaimana jika ditemukan riwayat keuangan kamu tidak baik? Nah, disinilah kesempatanmu sangat kecil, untuk lolos pengajuan!

Sepele bukan? Mengapa demikian? Sebab, kondisi keuangan yang tidak baik menimbulkan potensi gagal bayar yang cukup besar.

Lalu, bagaimana jika riwayat keuangan calon pembeli rumah baik? Yuk, simak ke poin selanjutnya!

7. Menghadiri Wawancara yang Telah Ditentukan

Nah, setelah kamu ditetapkan sebagai nasabah, dengan riwayat keuangan yang baik, maka bisa lanjut ke tahap selanjutnya, yaitu wawancara.

Diwawancara tentang apa? Di tahap ini, pihak bank akan menanyakan seputar kondisi keuangan yang sebenarnya, total penghasilan bersih setiap bulan, dan lain sebagainya.

Karena pertanyaannya tentang keuangan, dan hal-hal yang menyangkut kehidupan ke depan (misalnya status pekerjaan), maka jawablah pertanyaan yang diajukan, sejujur mungkin.

Pasalnya, semua hal yang ditanyakan nantinya, bank akan mengecek ulang kebenaran informasi yang kamu sampaikan.

Setelah wawancara, tunggulah kurang lebih sebulan untuk mengetahui jawaban atas pengajuan rumah subsidi.

(Baca Juga: Pilih Mana, Tinggal di Rumah atau Apartemen?)

Nah, itu dia beberapa informasi terkait rumah bersubsidi untuk kamu para milenial hingga pasangan muda, yang tergolong MBR.

Tidak ada salahnya bukan, memiliki rumah sedini mungkin, untuk menyiapkan masa depan?

Nah, agar kamu bisa menggapai semua impianmu untuk membeli rumah subsidi, ada baiknya terus bekerja keras dari sekarang.

Bila perlu, jangan mengandalkan pekerjaanmu yang sekarang saja. Karena, cicilan rumah subsidi juga besar.

Selain bekerja di perusahaan utama, kamu juga bisa membangun bisnis kerja sampingan, sebagai penghasilan tambahan.

Jika modalmu tidak cukup untuk membangun bisnis sampingan, CekAja.com siap membantu, sebagai tempat terbaik untuk melakukan pengajuan pinjaman dana.

Ada banyak pilihan pinjaman dana tunai tanpa agunan, dari berbagai perusahaan p2p di Indonesia.

Mulai dari Uang Teman, Julo, Kredivo dan masih banyak lagi!

Yuk, ajukan pinjaman dana terbaik pilihanmu, hanya di CekAja.com, dan bangun bisnis sampingan, sebagai bantuan dana cicilan rumah bersubsidi.