Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Tips Aman Pinjam Dana untuk Pendidikan Anak, Biar Gak Boncos

by Ayunindya Annistri on 11 Mei, 2020

Mahalnya biaya pendidikan saat ini, membuat pinjaman dana menjadi salah satu alternatif pembiayaan terbaik bagi para orang tua. Nah bagi kamu yang ingin mendapatkan dana segar untuk biaya kuliah anak, simak dulu tips aman pinjaman dana untuk pendidikan berikut ini, biar cicilannya mudah dibayarkan.

Tips Aman Pinjam Dana untuk Pendidikan Anak Biar Gak Boncos

Tak bisa dipungkiri, mendaftar dan masuk ke perguruan tinggi sekarang ini memang membutuhkan dana besar, dan biasanya lebih dari Rp10juta. Belum lagi, kamu harus menyiapkan uang jajan anak setiap bulan untuk memenuhi berbagai kebutuhan perkuliahannya.

Beruntung bila ia mampu mendapatkan beasiswa kampus, jika tidak, maka kamu dan pasangan harus berusaha sekuat tenaga membiayai 4 tahun masa kuliahnya dengan bagaimanapun cara yang dilakukan.

Nah, salah satu alternatif terbaik agar bisa menyekolahkan buah hati tercinta hingga bergelar sarjana adalah mengajukan pinjaman dana.

Soalnya sekarang ini, sudah begitu banyak lembaga keuangan yang menyediakan layanan peminjaman dana tunai tanpa agunan alias KTA, baik bank maupun non-bank.

Tapi yang perlu kamu ketahui, tidak semua lembaga tersebut memberikan pinjaman dana pendidikan yang terjangkau dengan bunga rendah dan sistem cicilan ringan. Makanya, perlu dilakukan riset terlebih dahulu sekaligus memahami informasi berikut ini mengenai tips aman pinjam dana untuk pendidikan anak.

(Baca Juga: Persiapan Dana Pendidikan SD Mulai dari Uang SPP hingga Bimbel)
5 Tips Aman Pinjam Dana untuk Pendidikan Anak

Mengutip dari berbagai sumber yang beredar, berikut CekAja rangkum 5 tips aman pinjam dana untuk pendidikan anak agar cicilannya mudah untuk kamu bayarkan.

1. Lakukan perbandingan antara satu lembaga dan lembaga lainnya

Tips aman pinjam dana untuk pendidikan anak yang pertama adalah dengan melakukan perbandingan terlebih dulu. Pasalnya, beda lembaga peminjaman atau bank beda juga peraturan yang ditetapkan. Mulai dari bunga, pencairan dana, hingga sistem cicilan yang diberlakukan. Jadi, sebelum menetapkan pilihan, sebaiknya cari tahu dulu berbagai lembaga yang menyediakan dana pendidikan dan lakukan perbandingan.

Idealnya, pilihlah lembaga peminjaman dana yang sesuai dengan kemampuan finansial kamu dan pasangan. Tujuannya sendiri agar kalian bisa membayarkan sisa cicilan, mengingat pinjaman dana seperti ini biasanya terbilang jangka panjang.

2. Pinjam di lembaga yang terbukti kredibilitasnya

Kesalahan terbesar yang biasanya dilakukan oleh debitur ketika meminjam dana adalah tidak mengetahui kredibilitas dari lembaga pinjaman tersebut.

Padahal, di dalam tips aman pinjam dana untuk pendidikan telah dijelaskan bahwa sebelum mengajukan pinjaman ke lembaga baik bank maupun non-bank, sebaiknya cari tahu dahulu kredibilitas dari lembaga tersebut.

Caranya, kamu cukup mengakses website resmi Otoritas Jasa Keuangan. Di website ini, kamu bisa mengetahui apa saja lembaga peminjaman dana yang sudah resmi terdaftar dan terpercaya. Sehingga risiko merugi dikemudian hari bisa diminimalisir sedini mungkin.

3. Ketahui besaran biaya pinjaman

Tips aman pinjam dana untuk pendidikan anak berikutnya adalah dengan selalu memprediksi besaran biaya pinjaman. Hal ini penting sekali untuk dilakukan, sebab dengan memahami besaran biaya pinjaman pendidikan anak, kamu dan pasangan bisa membuat keputusan yang tepat, termasuk cara meminimalkan biaya tersebut agar cicilannya mudah dibayarkan.

Biasanya pihak bank maupun non-bank yang menyediakan layanan pinjaman dana pendidikan online, menyuguhkan fitur Kalkulator Simulasi Pinjaman untuk memudahkan calon debiturnya memahami sistem kerja pinjaman yang diajukan.

Kamu bisa memanfaatkan fitur tersebut guna menghitung besaran suku bunga sekaligus besaran biaya transaksi lainnya dari pinjaman yang diajukan.

4. Pahami syarat dan ketentuan yang diberlakukan

Sebagai calon debitur yang cerdas, setidaknya kamu harus teliti dulu sebelum akhirnya memutuskan untuk pinjam dana pendidikan anak di lembaga peminjaman.

Pahami syarat dan ketentuan yang diberlakukan oleh pihak lembaga dan sesuaikan dengan hak serta kewajibanmu sebagai penerima dana. Tahap ini juga tak kalah pentingnya dari ketiga tips aman pinjam dana untuk pendidikan di atas, karena nantinya akan berpengaruh pada sistem pinjaman yang dilakukan.

5. Lakukan pembayaran cicilan tepat waktu

Tips aman pinjam dana untuk pendidikan anak yang terakhir adalah dengan selalu membayar cicilan tepat waktu. Jika tidak, pihak bank atau lembaga peminjaman akan memberikan denda yang bila dibiarkan bakal membuat kamu dan pasangan kesulitan untuk membayar utang cicilan tersebut. Terlebih pinjaman dana pendidikan yang diajukan biasanya memiliki nominal tinggi, yakni lebih dari Rp10 juta.

(Baca Juga: Opsi Pinjaman Pendidikan yang Ingin Lanjut Kuliah S2)
Ajukan Pinjaman Dana untuk Pendidikan di CekAja dengan Bunga Terendah

Nah, membahas pinjaman dana untuk pendidikan kurang afdal rasanya bila CekAja tidak memberikan informasi mengenai produk pinjaman dana yang dimiliki. Mengapa? Karena, melalui layanan CekAja, kamu bisa memperoleh pinjaman dana untuk menunjang pendidikan buah hati.

Produk pinjaman yang dimiliki ini bisa menjadi solusi instan buat kamu yang membutuhkan dana cepat sekaligus plafon yang diminta bakal disesuaikan dengan penghasilan kamu dan pasangan. Sehingga kondisi finansial bakal tetap stabil meskipun mengajukan pinjaman dana pendidikan untuk anak.

Selain prosesnya mudah, keuntungan fasilitas pinjaman dana dari CekAja ini adalah suku bunga rendah dan dengan jangka waktu yang cukup panjang. Cukup menyertakan foto kopi identitas diri, kartu keluarga, slip gaji, SK Pegawai, dan Riwayat pembayaran yang lancar, maka dana tunai hingga Rp250 juta akan langsung cair dalam satu minggu ke rekeningmu.

Bagaimana, sangat menggiurkan bukan? Yuk, ajukan pinjaman dana pendidikan untuk anak di CekAja sekarang juga dan dapatkan beragam manfaatnya!

Tentang Penulis

Ayunindya Annistri

Penulis amatir yang hobi merantau