Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Tips Agar Bayi Tidur Pulas Semalaman, Ibu Wajib Tahu!

by Vera Khairifah on 20 December, 2019

Bagi para ibu baru, menidurkan bayi seolah menjadi tantangan tersendiri. Harapannya tentu saja agar bayi tidur pulas, terutama di malam hari. Nah, kamu tak usah bingung, sebab tips mudah berikut bisa membantu membuat bayi tidur pulas dengan segera.

Agar Bayi Tidur Pulas Semalaman, Ikuti Tips Mudah Berikut Ini

Kualitas tidur pada bayi sangat penting. Penetian menunjukkan bayi tidur pulas akan membantu proses tumbuh kembang si buah hati.

Tak hanya itu, bayi pun akan lebih sehat karena sistem imunnya juga berkembang ketika mendapat istirahat yang cukup. Berikut tips agar bayi tidur dengan pulas.

1. Kenalkan waktu beraktivitas dan waktu istirahat

Bayi memang membutuhkan waktu tidur yang lebih lama dibandingkan dengan orang dewasa. Untuk bayi berumur antara 6 sampai 12 minggu, waktu tidurnya yakni 8 sampai 10 jam sehari, bahkan bisa hingga 15 jam dalam sehari.

Dengan akumulasi waktu tidur itu, bayi biasanya terlelap pada pagi menuju siang (setelah sarapan/menyusu di pagi hari), siang menuju sore hari, malam hari, lalu terbangun sebentar dan tidur lagi di tengah malam.

Meskipun demikian, para ibu juga harus mengenalkan perbedaan waktu beraktivitas dan waktu istirahat. Selain tidur dan makan, ajak bayi untuk beraktivitas seperti dengan mengobrol, bermain menggunakan mainan bayi, mengajak jalan-jalan pagi atau sore hari, dan sebagainya.

Dengan begitu, bayi juga akan mengenal aktivitas sederhana sesuai umurnya yang membuat bayi tidur pulas di malam hari.

2. Pahami fase tidur bayi

Nah, sebagian bayi berumur 8 minggu, ia akan tidur pulas selama 6 jam di malam hari tanpa memerlukan makan. Saat bayi tidur pulas, sesuaikan pula dengan jam tidur orang tua. Agar baik kedua orang tua dan anak merasakan tidur yang berkualitas.

Jadi, kamu bisa membiasakan bayi tidur pukul 22.00 dan akan bangun pukul 04.00. Untuk menahan agar bayi tidak tidur di waktu yang terlalu cepat, ibu bisa mengajak si kecil ngobrol, bermain, dan sebagainya.

Fase tidur pada bayi juga patut dipahami. Pertama, bayi akan memejamkan mata namun masih cukup sadar dan peka dengan suara keras. Sehingga mudah terbangun dan sulit kembali tidur.

Kedua, bayi akan masuk ke fase mulai terlelap hampir nyenyak. Respon gerakan tangan dan kaki mungkin terjadi saat bayi terganggu. Fase ketiga, bayi tidur nyenyak dan tubuhnya mulai fokus untuk memperbaiki sel-sel tubuh dan membangun sistem imun.

Keempat, bayi tertidur dengan kondisi kerja otak yang sangat aktif. Bayi bermimpi dan mengevaluasi kejadian di siang hari.

Dengan memahami fase bayi tidur pulas, kamu juga akan tahu kapan harus terus menemani dan waktu meninggalkan bayi.

(Baca Juga: Pup Bayi untuk Mendeteksi Kesehatan Sang Buah Hati)
3. Tidak membuat bayi kekenyangan

Bayi umumnya akan menyusu setiap 2 sampai 3 jam sekali. Dengan jam menyusu tersebut, sebaiknya ibu tidak memberikan susu secara berlebihan.

Apalagi jika jam menyusu berdekatan dengan jam tidur. Bayi yang kekenyangan justru akan gelisah dan kurang nyaman saat tidur. Agar bayi tidur pulas, berikan asupan makanan secukupnya saja.

4. Tubuh bayi harus kering

Tips untuk bayi tidur dengan pulas lainnya adalah dengan mengecek kondisi tubuh dan pakaian yang dikenakan. Jangan biarkan bayi tidur dengan kondisi baju dan celana yang lembab, maupun popok yang penuh. Tubuh bayi harus kering, agar membuatnya nyaman dan terhindar dari ruam.

5. Buat rutinitas sebelum tidur

Membuat rutinitas sebelum tidur juga akan berdampak pada bayi tidur pulas. Ibu bisa memberi tanda waktu tidur pada bayi, seperti dengan meredupkan lampu, menepuk-nepuk badan tubuh bayi dengan lembut, menyanyikan nyanyian tidur atau musik yang penuh rileksasi, dan hal lainnya.

Lakukan hal ini secara konstan agar menjadi penanda tidur baik yang dipahami si bayi.

Berdasarkan penelitian, bayi berusia 7 hingga 36 bulan yang distimulasi oleh rutinitas sebelum tidur akan lebih mudah tidur dan nyenyak, lho. Sehingga jarang terbangun di tengah malam.

6. Biasakan bayi tidur sendiri

Jika rutinitas sebagai penanda waktu tidur sudah tercipta, maka sesekali biarkan bayi tidur sendiri. Letakkan bayi di atas kasur saat sudah mengantuk. Kebiasaan menggendong, mengayunkan, atau memberi makan bayi sebelum tidur malah akan membuatnya ketergantungan.

Hal ini akan sulit membuat bayi tertidur, karena bayi membutuhkan kebiasaan itu. Bayi yang tertidur secara mandiri pun akan memudahkan si ibu, terutama jika ibu mau melakukan kegiatan lain.

7. Berikan bayi kenyamanan

Terakhir, kamu harus menciptakan kenyamanan bayi. Buat suasana tidur yang nyaman, seperti dengan mengatur pencahayaan kamar, bantal yang tidak terlalu besar, dan suhu ruangan yang pas.

Kamu juga bisa menemaninya tidur, sebab bayi akan merasa nyaman jika mencium aroma orang yang sering menemaninya. Atau, letakkan mainan yang aman dan tak terlalu besar (agar tidak menghalangi napas bayi).

Essential oil dengan aroma lavender juga dipercaya untuk membuat bayi tidur pulas. Minyak relaksasi kekinian ini juga bisa kamu coba.

Selain membuat bayi pulas saat tidur, lindungi juga kesehatannya dengan berbagai produk asuransi yang bisa kamu ajukan melalui CekAja.com.

Tentang Penulis

Vera Khairifah

A content writer and socmed enthusiast