Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

7 menit waktu bacaan

Tips Membeli Rumah Bekas Daerah Jakarta Agar Tidak Salah Langkah

by Kyla Damasha on 2 Juli, 2020

Sedang mencari rumah untuk mendapatkan pengalaman di lingkungan yang baru? Maka beberapa tips membeli rumah bekas yang akan kita bahas kali ini kemungkinan bisa membantu. Khususnya di daerah Jakarta, harga properti terus mengalami peningkatan dari hari ke hari. Oleh karena itu, membeli rumah bekas bisa dijadikan sebagai salah satu solusi.

Tips membeli rumah bekas daerah Jakarta

Mengapa? Karena rumah bekas itu sendiri cenderung memiliki harga yang lebih rendah dibandingkan rumah baru. Bahkan, saat ini sudah banyak lho rumah bekas dengan kondisi yang tak kalah baik dibandingkan rumah baru.

Maka dari itu, di dalam kesempatan kali ini kita akan membahas tentang beberapa tips membeli rumah bekas daerah Jakarta beserta hal-hal yang perlu diketahui lainnya agar bisa menambah wawasan kamu. Yuk disimak bersama-sama.

Kelebihan Membeli Rumah Bekas

Kelebihan Membeli Rumah Bekas

  • Lingkungan yang Lebih Mapan

Pada umumnya, rumah bekas yang dijual kembali oleh pemiliknya telah berusia cukup lama, bahkan hingga tahunan. Karena memiliki jangka waktu yang panjang, tak jarang banyak orang yang memilih properti sebagai salah satu instrumen investasi yang menjanjikan.

Nah, seiring berjalannya waktu, jelas lingkungan tempat rumah tersebut berdiri akan mengalami perubahan dan perkembangan sehingga menjadikannya sebagai lingkungan yang mapan. Bayangkan saja kamu membeli rumah bekas dengan harga yang cukup terjangkau namun berdiri di tengah-tengah lingkungan yang strategis. Tentu akan memberikanmu keuntungan, bukan?

  • Rentang Harga yang Bervariasi

Tidak seperti rumah baru yang biasanya memiliki harga yang sama sesuai dengan developernya masih-masing, rumah bekas justru memiliki harga yang lebih bervariasi tergantung dengan kondisi rumah itu sendiri.

(Baca Juga: Cara Membeli Rumah di Usia Muda)

Penghuni lama yang tengah membutuhkan uang dalam waktu cepat biasanya bersedia menjual rumah mereka dengan harga yang lebih rendah atau di bawah pasaran. Semakin mendesak kebutuhannya, maka tak menutup kemungkinan semakin rendah pula harga yang ditawarkan.

  • Siap Huni

Developer pada umumnya memasarkan apartemen atau bangunan rumah dengan sistem inden atau rumah baru akan mulai dibangun ketika sudah terdapat uang muka dan perjanjian jual-beli yang telah disepakati.

Berbeda dengan rumah bekas yang tentu saja sudah siap huni karena sudah pernah ditempati oleh orang lain sebelumnya. Jikapun kamu menemukan ada kekurangan terhadap bangunan, kamu hanya perlu melakukan renovasi kecil saja yang bisa memakan waktu setidaknya hanya beberapa bulan saja.

Kekurangan Membeli Rumah Bekas

Kekurangan Membeli Rumah Bekas

  • Bukan Tangan Pertama

Membeli rumah bekas berarti kamu tidak akan bisa merasakan sensasinya memasuki rumah baru yang benar-benar didesain sesuai keinginan, kebutuhan, maupun selera. Kamu tidak ikut dalam mengawasi proses pembangunan sehingga mungkin terdapat beberapa bagian yang dirasa kurang cocok, baik itu dalam hal tata letak ataupun pemilihan desain rumah.

  • Membutuhkan Biaya Tambahan

Berhubungan dengan poin sebelumnya, membeli rumah bekas pastinya kamu akan menemukan beberapa bagian yang dirasa kurang cocok. Ditambah lagi jika adanya kerusakan ataupun kecacatan pada bangunan karena sudah pernah ditempati oleh orang lain sebelumnya.

Nah, hal inilah yang membuat kamu menjadi membutuhkan biaya tambahan untuk melakukan renovasi sana-sini. Misalkan seperti cat tembok dan pagar, mengganti panel pintu, dan lain-lain.

  • Harga yang Lebih Tinggi

Meskipun jika dibandingkan dengan rumah baru yang sudah jadi rumah bekas memiliki harga yang lebih terjangkau, tetapi jika dibandingkan dengan membangun rumah yang berawal dari tanah, membeli rumah bekas justru terhitung jauh lebih mahal.

Mengapa? Selain sudah berupa rumah jadi yang siap huni, biasanya lingkungan juga akan mengalami perkembangan, khususnya dalam hal infrastruktur. Hal inilah yang membuat harga rumah menjadi melambung tinggi.

Tips Membeli Rumah Bekas di Jakarta

Sebelum membeli rumah, ada baiknya jika kamu mengetahui beberapa tips agar tidak salah dalam mengambil langkah. Oleh karena itu, berikut beberapa tips membeli rumah bekas di Jakarta yang perlu diketahui, yaitu:

1. Survei Lapangan

Survei Lapangan

Saat ini, mencari rumah pun sudah bisa kamu lakukan dengan mudahnya melalui internet. Jadi, tips membeli rumah bekas di Jakarta yang bisa kamu lakukan pertama adalah dengan memilih rumah-rumah di internet. Setelah kamu menemukan beberapa pilihan rumah yang dirasa sesuai dengan kebutuhan dan desain, kamu bisa langsung melakukan survei lapangan untuk melihat rumah tersebut secara langsung.

Nah, dalam melakukan survei lapangan ini, kamu bisa sambil melakukan perbandingan dari rumah-rumah yang sudah kamu pilih melalui internet sebelumnya. Beberapa hal yang sepatutnya menjadi pertimbangan adalah kondisi rumah, harga, lokasi, dan fasilitas-fasilitas lainnya yang dirasa bisa mendukung aktivitas kamu sehari-hari.

2. Memanfaatkan Jasa Agen

Memanfaatkan Jasa Agen

Meskipun membeli rumah tanpa perantara akan lebih menguntungkan karena kamu berkemungkinan untuk mendapatkan harga lebih murah tanpa perlu membayar komisi, tetapi membeli rumah bekas justru bisa memiliki lebih banyak risiko, terutama yang berhubungan dengan kondisi bangunan dan legalitasnya.

Oleh karena itu, untuk lebih amannya kamu bisa memanfaatkan jasa agen properti berpengalaman dan terpercaya untuk mengurus hal ini.

3. Perhatikan Usia Bangunan

Perhatikan Usia Bangunan

Usia bangunan tentu akan mempengaruhi kualitas sebuah rumah. Rumah dengan usia kurang dari 10 tahun terbilang baru, rumah dengan usia 10-20 tahun akan tergolong sedang, sedangkan rumah dengan usia lebih dari 20 tahun sudah termasuk bangunan tua.

Maka dari itu, sebelum memutuskan untuk membeli kamu perlu menanyakan kepada sang pemilik rumah sebelumnya tentang waktu terakhir mereka melakukan renovasi. Selain itu, tanyakan pula tentang kualitas bahan bangunan yang digunakan, tipe struktur, serta kualitas pengerjaannya.

4. Kelengkapan Surat

Kelengkapan Surat

Mengetahui kelengkapan surat merupakan salah satu tips membeli rumah bekas di Jakarta yang sangat penting. Periksalah seluruh surat rumah yang ada, seperti Surat Hak Milik (SHM), Izin Mendirikan Bangunan (IMB), dan sertifikat rumah beserta tanah tersebut.

Selain itu, pastikan pula bahwa nama yang tertera pada surat-surat tersebut merupakan nama asli sang pemilik rumah. Hal ini sangat penting untuk mempermudah kamu jika ingin kembali menjual rumah tersebut di masa yang akan datang ataupun dijadikan sebagai investasi.

5. Anggaran Renovasi

Anggaran Renovasi

Membeli rumah bekas berarti kamu juga harus siap dengan anggaran renovasi yang kemungkinan akan kamu keluarkan. Sebab, pada umumnya membeli rumah bekas dapat dipastikan selalu membutuhkan renovasi, walaupun hanya sebagian kecil. Untuk mengantisipasi, kamu bisa menambahkan sekitar 10 persen untuk dana renovasi rumah.

6. Cek Kondisi Fisik Rumah

Cek Kondisi Fisik Rumah

Tips membeli rumah bekas di Jakarta yang terakhir adalah dengan mengecek kondisi rumah terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli. Biasanya, kondisi fisik rumah sangat menentukan harga dari rumah itu sendiri. Apabila rumah tersebut memiliki harga yang terjangkau namun tidak memiliki kondisi yang layak, maka sebaiknya urungkan niat untuk membeli sampai kamu menemukan rumah dengan kondisi yang sesuai.

Beberapa hal yang perlu kamu perhatikan adalah pertama, jangan pernah terbuai dengan tampilan luarnya, kedua, jangan lupa untuk memeriksa usia efektif bangunan, ketiga, perhatikan layout rumah, keempat, pastikan bahwa sumber air tersedia, dan yang keempat adalah cek kondisi listrik.

Jika seluruh aspek yang dibutuhkan sudah kamu temui di calon rumah yang telah kamu pilih, maka kamu bisa mulai membuat keputusan.

(Baca Juga: Cara Membeli Rumah Second dengan KPR)
Renovasi Rumah Bekas dengan KTA

Seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa membeli rumah bekas biasanya akan membutuhkan dana tambahan untuk melakukan renovasi. Nah, apabila di antara kamu justru ada yang belum sempat mempersiapkan dana untuk renovasi rumah, maka kamu bisa memanfaatkan pinjaman dana yang ditawarkan oleh perbankan maupun lembaga pinjaman online lho.

Pinjaman dana tersebut dinamakan KTA (Kredit Tanpa Agunan). Mengapa KTA? Karena selain kamu tidak membutuhkan agunan atau jaminan dalam pengajuannya, dana dari KTA bisa kamu gunakan dengan bebas untuk memenuhi seluruh kebutuhan, seperti merenovasi rumah.

Selain itu, KTA juga cenderung memiliki persyaratan dan proses yang mudah serta tidak membutuhkan waktu lama untuk pencairan dananya. Tak hanya itu, kamu bahkan juga bisa lho memilih tenor atau jangka waktu pelunasan yang dapat disesuaikan dengan kemampuan.

Jadi, apakah tips membeli rumah bekas di daerah Jakarta ini cukup membantu? Jika kamu sudah menemukan rumah yang dicari, yuk jangan lupa mengajukan KTA di CekAja.com untuk melakukan renovasi dan membuat rumah bekas menjadi terlihat baru serta sesuai dengan yang kamu impikan.

Tentang Penulis

Kyla Damasha

Usia Hanyalah Angka, Wajah Tetap Harus Awet Muda