Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Tips Membuat Proposal Bisnis Yang Baik

by Satrya Agung on 20 Oktober, 2016

Ibarat kata seperti seorang juru masak atau koki handal, dalam menyajikan masakannya selain rasa, tampilan merupakan elemen yang amat sangat penting.

Dengan penataan yang baik, maka otomatis akan menggugah selera orang untuk menyicipinya. Tak jauh berbeda dengan proposal bisnis. Dengan penyuguhan kompisisi yang tepat, investor akan berlama-lama mendengarkan persentasi kamu dan tidak menutup kemungkinan kucuran dana investasi pun akan meluncur.

Untuk itu, kamu yang hendak meracik sebuah proposal untuk investasi bisnismu, sebaiknya paham betul siapa yang jadi target market kamu, cara menjalankan bisnis tersebut, kelebihan di banding kompetitor dan pasti harus tahu persis siapa saja pesaing kamu, dan poin yang menjabarkan keuntungan yang akan investor dapatkan jika menanamkan modalnya pada bisnis kamu itu. Berikut beberapa tips dalam pembuatan proposal tersebut.

(Baca juga: Ingin Bisnis Tapi Minim Modal? Ini Solusinya)

Straight To The Point!

Kebanyakan orang dalam proposal bisnis yang mereka ajukan selalu menggunakan jargon-jargon yang jarang diketahui orang banyak. Mungkin alasannya agar terkesan pintar. Padahal yang seperti ini sangat tidak ada gunanya dan bahkan jadinya malah menjadi bertele-tele. Ini adalah salah satu yang kerap dilakukan. Padahal baiknya dalam sebuah proposal tersebut ringkas dan padat serta gampang dimengerti.

rp_CekAja-Daftar-Kartu-Kredit-belanja-online-harbolnas- CekAja.com

Ada beberapa pertimbangan yang harus kamu ketahui tentang para investor. Pertama, waktu mereka tidak banyak, karena biasanya mereka adalah orang-orang sibuk. Yang kedua, anggap mereka tidak kurang paham atau mungkin buta dengan jenis bisnis yang kamu jalani. Oleh sebab itu, raciklah proposal kamu dengan jelas dan logis.

Pilih Gambar Yang Tepat!

Agar tidak monoton sertakan gambar dalam proposal kamu agar terlihat lebih menarik dan tidak membosankan. Namun harus diperhatikan juga, gambar yang ditampilkan haruslah sesuai dengan konten. Jangan hanya pilih sebuah gambar karena terlihat keren tapi tidak ada kaitannya dengan substansi. Fungsi gambar adalah sebagai perwakilan dari apa yang kamu coba sampaikan dan juga membantu kamu ketika menjelaskan secara langsung kepada investor.

Periksa Hasil Ketikanmu

Setelah kamu selesai membuat proposal bisnismu, coba baca kembali secara perlahan dan perhatikan apakah ada terdapat kesalahan dalam penulisan atay typo. Karena tulisan yang acap kali salah selain mengganggu dalam membacanya juga akan menimbulkan persepsi bahwa kamu tidak teliti dan detail terhadap sesuatu apa pun.

Meski ini dianggap remeh temeh tapi impact-nya pun cukup serius. Investor akan berpikir berulang kali dan akan ragu apakah akan menanamkan uang mereka pada bisnis kamu atau tidak.

(Baca juga: 12 Cara Ajukan Kredit Bank)

Jangan Copy Paste Proposal Orang Lain!

Ini sering kali ditemui, entah karena malas atau ketidak tahuan akan cara pembuatan proposal sehingga mengambil jalan singkat, yaitu mencontek bahkan copy paste punya orang. Efeknya adalah ketika kamu diminta untuk menjelaskan secara langsung atau persentasi maka kamu akan kelabakan dan bingung. Sebab isi proposal tidak kamu pahami dengan baik. Terang saja, sebab sebuah proposal haruslah mewakili dari bisnis kamu.

Sertakan Data

Proposal kamu akan makin ciamik dengan data yang kamu lampirkan. Misal kamu bisa cantumkan data dari kenaikan omset bisnis kamu, persentasi market yang sudah kamu raih, dan data lain yang sekiranya bisa mendukung. Seorang investor akan sangat menyukai data karena ini merupakan menjadi bahan pertimbangan dalam penanaman modal.

Dengan beberapa tips ini semoga proposal bisnis yang kamu buat bisa menjadi lebih menarik dan mendatangkan investasi yang besar atau bisa juga untuk melancarkan proses pengajuan kredit kamu di bank. Selamat mencoba!

Tentang Penulis

Tenggelam dalam lautan kata, bernapas dengan insang bahasa.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami