Membuka akses finansial untuk jutaan masyarakat Indonesia

24 sec. read

Tips Memiliki Dana Darurat untuk Si Gila Belanja

by Surtan Siahaan on 5 Januari, 2016

Siapa sih orang yang tidak mau memiliki dana cadangan untuk menghadapi hari depan yang buruk? Tentu tidak ada bukan. Yang mengherankan, tidak semua orang sadar menyisihkan sebagian penghasilan untuk dana darurat.

Ini tidak hanya berlaku bagi mereka yang berpenghasilan kecil. Lantaran gaya hidupnya, orang dengan penghasilan tinggi juga kesulitan menyimpan untuk dana darurat.

Dan, ketika musibah sudah terjadi, tidak banyak pilihan selain kartu kredit, menjual aset hingga mencairkan investasi yang tentunya akan membuat orang semakin miskin.

Bagi yang gila belanja, tantangannya jadi semakin sulit. Mereka akan sangat mudah tergoda membelanjakan uang untuk menyenangkan diri. Namun, jangan khawatir.

Di bawah ini terdapat sejumlah tips yang bisa membantu kamu menghindarkan uang dari pemborosan. Simak langkah-langkahnya:

Pahami bahwa hidup penuh risiko

Daftar hal buruk yang bisa saja menimpa kamu sangat panjang. Sebut saja mobil rusak parah, kehilangan pekerjaan, keluarga meninggal dunia, tagihan biaya kesehatan yang tinggi dan masih banyak lagi.

Setelah kamu sadar bahwa hidup penuh dengan risiko, cara pandang terhadap dana darurat akan berbeda dari sebelumnya. (Baca juga: Hal Buruk Ini Bisa Menimpa Kamu Jika Tidak Punya Dana Darurat)

Isolasi uang kamu

Caranya mudah. Buat rekening tabungan baru yang dilengkapi dengan layanan online. Ini memudahkan kamu untuk mengalokasikan penghasilan pada rekening baru dan memeriksanya secara online.

Agar uang tidak mudah ditarik, buat rekening yang tidak mengharuskan penarikan menggunakan kartu ATM.

Simpan secara otomatis

Gunakan layanan autodebet untuk mengalokasikan sejumlah uang dan mengirimnya setiap bulan ke rekening dana darurat. Jika kamu tidak yakin apakah jumlahnya terlalu besar atau tidak, mulailah dengan jumlah yang kamu anggap kecil dan tidak signifikan.

Jika kamu ternyata tidak membutuhkan uang itu, perbesar jumlahnya sedikit lagi dan lihat bagaimana dampaknya.

Buat sistem sendiri

Bagi kamu yang tidak suka dengan ide autodebet, alternatif lainnya adalah menyimpan Rp 50 ribu per pekan. Jika pada pekan pertama Kamu bisa menyimpan Rp 50 ribu pada pekan ke 50 kamu memiliki Rp 2,5 juta.

Tantang dirimu sendiri untuk meraih Rp 10 juta atau Rp 30 juta. Jika kamu berhasil mencapai target tersebut, tantang lagi dirimu untuk mencapai target yang jauh lebih tinggi. (Baca juga: 8 Alasan Kenapa Kamu Masih Miskin di Usia 30)

Cairkan JHT

Jika kamu butuh dana namun belum lagi memiliki dana darurat. Ada baiknya menggunakan manfaat Jaminan Hari Tua (JHT) pada Jamsostek.

Alasannya manfaat JHT dapat diambil oleh peserta aktif dengan catatan masa kepesertaan minimal 10 tahun dan manfaat JHT dapat diberikan paling banyak 30% dari jumlah JHT yang peruntukkannya untuk kepemilikan rumah atau paling banyak 10% untuk keperluan lain.

Tapi ingat, ini harus kamu anggap sebagai utang yang wijib dikembalikan karena berkaitan dengan kebutuhan pensiun kelak.

Tentang Penulis

×

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami