Tips Mengelola Dompet Digital Paling Tepat Biar Gak Boros

5 min. membaca Oleh Ayunindya Annistri on

Sudah beralih ke dompet digital? Kalau iya, yuk intip sederet tips mengelola dompet digital di bawah ini biar penggunaannya gak boros!

Dompet Digital Kian Digandrungi Terutama oleh Usia Produktif

Beberapa tahun belakangan, dompet digital atau istilahnya e-wallet kian digemari oleh masyarakat usia produktif, khususnya yang tinggal di kota-kota besar terutama Jakarta.

Kehadiran layanan ini pastinya bakal memudahkan para penggiat cashlees society untuk bertransaksi. .

Kepraktisannya enggak hanya dirasakan oleh pengguna saja namun juga penjual.

Dengan adanya dompet digital, para penjual menilai bahwa layanan ini membuat mereka tak perlu lagi repot menyiapkan uang kembalian.

Karena secara otomatis, transaksi yang dilakukan langsung menyesuaikan dengan nominal yang ditetapkan.

Namun dibalik keunggulannya tersebut, dompet digital juga dapat menjadi malapetaka bagi kehidupan finansial kamu lho. Kok bisa?

Soalnya, penggunaan dompet digital yang enggak diimbangi dengan pengetahuan akan cara mengelola keuangan yang benar, bisa membuat penggunanya kalap terus-menerus.

Alih-alih ingin untung, kerugianlah yang justru akan kamu rasakan. Enggak ingin kan kondisi itu terjadi?

(Baca Juga: 5  Tips Belanja Online dengan Tokopedia)

7 Tips Mengelola Dompet Digital

Menerapkan tips mengelola dompet digital sebenarnya bisa saja dilakukan.

Selama kamu berkomitmen dan tahan akan godaan belanja, sederet tips mengelola dompet digital ini tentunya bakal memberikan keuntungan bagi kondisi keuanganmu.

1. Gunakan saat “butuh” saja

Tips mengelola dompet digital yang pertama adalah dengan menggunakan layanan tersebut hanya ketika kamu benar-benar butuh saja. Hal ini harus kamu pertanyakan dulu pada diri sendiri.

Maksudnya, apakah menggunakan dompet digital hanya untuk membayar layanan ojek online atau digunakan untuk berbelanja di marketplace, maupun membayar berbagai tagihan bulanan.

Kalau sudah paham akan fungsi penggunaannya, kamu bisa dengan mudah untuk mengatur seberapa besar nominal yang mesti dimasukkan ke aplikasi dompet digitalmu.

Misal, jika e-wallet ini hanya untuk membayar ongkos transportasi, itu berarti kamu bisa memasukkan uang ke dalam e-wallet tersebut kira-kira sekitar Rp500 ribu saja.

Nominal ini sudah termasuk perkiraan untuk membayar ongkos ojek online selama satu bulan penuh dengan jumlah yang dilebihkan sedikit.

Berbeda halnya jika penggunaan dompet digital ini untuk berbelanja atau membayar tagihan bulanan.

Karena berarti, kamu harus tahu seberapa besar nominal yang dibutuhkan untuk dua transaksi tersebut, sehingga pengeluarannya masih bisa kamu batasi.

2. Jangan memiliki lebih dari satu e-wallet

Tips mengelola dompet digital berikutnya adalah dengan tidak memiliki banyak aplikasi e-wallet itu sendiri.

Meskipun sulit, hal ini harus kamu terapkan, karena banyak aplikasi otomatis membuat uang disimpan tidak hanya di satu tempat saja.

Ujung-ujungnya, pemborosanlah yang justru kamu lakukan, terlebih jika jumlah yang dimasukkan ke masing-masing dompet digital cukup banyak.

Soalnya nih, rata-rata anak milenial jaman sekarang lebih memilih untuk “belanja dulu baru nabung”, apalagi saat tanggal gajian tiba.

Kalau seperti itu terus, lantas kapan waktunya kamu menyisakan uang untuk ditabung?

3. Promo,promo, dan promo

Menghemat pengeluaran setelah bertransaksi dengan dompet digital bisa saja kamu lakukan, dengan catatan menggunakan promo.

Selain harganya jauh lebih murah, penggunaan promo pun bisa membuat pengeluaran jauh lebih stabil tanpa mengalami pemerosotan, terlebih di tanggal-tanggal tertentu.

Tidak hanya potongan harga. Biasanya, merchant-merchant yang bekerja sama dengan dompet digital juga enggak tanggung-tanggung memberikan promo seperti cashback, apabila transaksinya dilakukan dengan aplikasi tersebut.

Tapi sebelum memakai promo, kamu juga harus membaca keseluruhan syarat dan ketentuan yang diberlakukan ya.

Karena tidak semua promo bisa dipakai secara cuma-cuma, dan bahkan ada yang menetapkan nominal transaksi.

4. Selalu monitor transaksi

Ketika tanggal gajian datang, sulit memang menahan keinginan untuk tidak menggunakan uang yang ada di dalam dompet digital.

Terlebih jika tiba-tiba teman kantor mengajakmu untuk membeli segelas es kopi susu atau delivery makanan dengan menggunakan promo yang menggiurkan.

Itulah kenapa kamu butuh tips mengelola dompet digital yang satu ini.

Monitor selalu history transaksi dapat membuat kamu memahami sisa saldo yang ada dalam akun e-walletmu.

Pengecekan ini bisa kamu lakukan paling tidak seminggu sekali, atau tepat di saat tanggal gajian tiba.

Dengan begitu, kamu dapat mengetahui seberapa banyak kira-kira uang yang dihabiskan dalam satu bulan.

Tak hanya untuk mengetahui pengeluaran saja. Dengan menerapkan tips ini juga kamu jadi lebih bisa memperbaiki sistem keuanganmu, dan risiko untuk melakukan pemborosan bisa lebih diminimalisir.

5. Konsisten dalam menentukan batasan saldo

Tidak hanya memonitor history transaksi saja, kamu juga harus konsisten dalam menentukan nominal saldo yang akan di top up lho.

Soalnya saldo yang melebihi jumlah kebutuhan per bulan justru berujung mubazir, jika tidak digunakan.

Apabila digunakan pun takutnya kamu tidak bisa mengontrol aktivitas belanjamu sendiri, dan akhirnya kamu menjadi lebih konsumtif.

6. Tentukan waktu top up saldo

Waktu top up saldo yang berulang-ulang sangat tidak dianjurkan karena justru bisa bikin kamu merugi.

Tips mengelola dompet digital yang satu ini enggak boleh kamu sepelekan, jika tidak ingin kondisi finansial makin boncos terutama di akhir bulan.

Akan lebih baik lagi kalau kamu sudah menentukan kapan waktu isi ulang saldo.

Misal, saat gajian atau satu hari setelahnya dengan batasan nominal yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Dengan begitu, kamu enggak perlu berulang kali mengisi saldo, dan ingat jangan membeli barang yang sekiranya tidak terlalu dibutuhkan hanya karena adanya promo. 

7. Jangan ketergantungan

Menjadi cashless society kadang kala memang menguntungkan. Namun, bukan berarti kamu tidak lagi memakai uang tunai untuk transaksi.

Pasalnya, pemakaian dompet digital yang dilakukan terus-menerus bisa membuat penggunanya ketergantungan.

Alhasil, saat saldo habis mereka tak lagi berpikir panjang untuk top up, bahkan dengan jumlah nominal yang besar.

Untuk itu, sebaiknya cobalah mengimbangi antara penggunaan e-wallet dan uang cash agar keduanya sama-sama membuat kondisi finansial tetap stabil.

(Baca Juga: 6 Tips Memilih Kartu Kredit Limit 2 Juta)

Nah, itulah ragam informasi mengenai tips mengelola dompet digital biar kamu enggak boros.

Selain menggunakan dompet digital, kamu juga bisa memanfaatkan kartu kredit agar transaksi yang dilakukan lebih hemat.

Bahkan kartu kredit ini tak hanya bisa dipakai untuk berbelanja kebutuhan lho.

Namun kamu juga bisa menggunakan kartu kredit untuk travelling, karena dilengkapi berbagai fitur khusus mulai dari potongan harga tiket pesawat hingga asuransi perjalanan.

Belum punya kartu kredit? CekAja.com solusinya!

Di CekAja, kamu bisa apply atau bahkan membandingkan dulu produk kartu kredit dari mitra bank yang paling tepat dan sesuai kebutuhanmu.

Terus, kamu juga bisa menikmati penawaran hingga promo terbaru untuk digunakan saat bertransaksi.

Hanya dengan bandingkan dan ajukan, maka kamu sudah bisa berhemat untuk keuangan sendiri.

Gimana, menguntungkan bukan? Yuk, apply kartu kredit di CekAja dan dapatkan penawaran gratis iuran tahun pertamamu di sini.

Tentang kami

Ayunindya Annistri

Ayunindya Annistri