Forums

Forum diskusi finansial dari cekaja.com yang membahas tentang kredit, asuransi, investasi, kartu kredit dan lainnya seputar keuangan.

Gilee…Batik Indonesia 60% Buatan China

  1. #21621
    Upan
    Upan Guest
    Reply

    Gilee…Batik Indonesia 60% Buatan China

    Gile gan, masa batik kita katanya 60% buatan China.
    Gile bener ini gan, bener gileee.

    Jakarta -Keberadaan batik tulis di Indonesia sedikit terancam dengan masih banyaknya batik impor asal Tiongkok. Menteri Perindustrian MS Hidayat menyebut, 60% batik yang dijual di Pasar Tanah Abang adalah batik impor.

    Ia menyebut, di pasar domestik, batik tulis harus bersaing dengan adanya batik impor yang dibuat dengan sistem cetak di pasar. Menurut Hidayat, persaingan ini tidak sehat karena batik impor dijual dengan harga yang sangat murah.

    “Batik kita yang harus dijaga itu di pasar domestik. Karena batik tulis kita seringkali disaingi secara tidak sehat sama batik cetak impor yang kurang baik,” kata Hidayat ditemui di kantor Kementerian Perindustrian, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (2/10/2014).

    Menurut Hidayat, batik-batik impor cetak khususnya dari Tiongkok kini masih banyak ditemui di pasar. Bahkan di Pasar Tanah Abang, jumlahnya melebihi batik tulis asli Indonesia.

    “Banyak, kamu lihat saja di Tanah Abang. Jadi 60% didominasi batik impor. Sebetulnya itu batik murah,” katanya.

    Soal kualitas, jelas batik tulis lebih bagus ketimbang batik cetak asal Tiongkok. Tapi urusan harga, batik asal negeri Tirai Bambu itu dijual dengan harga yang murah, itu sebabnya persaingnnya tidak sehat. Karena masyarakat banyak yang lebih mengedepankan harga di atas kualitas.

    sumber : http://finance.detik.com/read/2014/10/02/161557/2708044/4/ms-hidayat-60-batik-di-tanah-abang-buatan-tiongkok?f9911023

  2. #21851
    Cid
    Cid Guest

    Reply To: Gilee…Batik Indonesia 60% Buatan China

    jika berbicara mengenai Batik Tulis jelas tidak bisa dibandingkan dengan Batik printing dari China,
    karena secara proses pembuatannya sendiri sudah jelas berbeda.
    Batik (mbatik) merupakan proses pengerjaan dimana membutuhkan effort manual human disana.
    sedangkan printing proses otomatis menggunakan mesin.

    Yang dapat dilakukan pemerintah pertama adalah kebijakan untuk membendung produk china agar dibatasi masuk ke indonesia.
    kedua adalah dapat diberikan insentif untuk industri kreatif, khususnya batik tulis agar secara harga masih dapat bersaing di pasar dengan kualitas yang baik. ketiga adalah edukasi kepada masyarakat indonesia agar memakai produk dalam negeri.

    its just my “koin 5 perak”

  3. #21971
    debby
    Debby Guest

    Reply To: Gilee…Batik Indonesia 60% Buatan China

    makanya, belinya di pasar klewer solo aja. eh tapi kejauhan ya? hehehe

  4. #21991
    Rayi
    Rayi Guest

    Reply To: Gilee…Batik Indonesia 60% Buatan China

    Ada satu saat saya jalan ke salah satu Mall di Jakarta… lalu masuklah ke salah satu toko batik yang ada dan sedikit ber-merk. Batiknya terlihat bagus2… dan juga bagus harga nya juta-an dan yang paling murah saja sekitar 500rban. Memang benar harga menentukan kualitas.
    Tapi yang menjadi pertanyaan adalah…. bagaimana bisa batik2 diluar sana (baca:tenabang dsb) bahkan ada yang seharga puluhan ribu saja ? Apakah iya ini batik impor ? Bila iya Import bisa lebih murah masa iya produk dalam negri lebih mahal untuk kualitas yang sama.

    Kadang pemerintah kita juga terlalu naif… maunya sih memperjuangkan “batik tulis” untuk bisa bersaing dipasar domestik. Tapi nyatanya sama sekali tidak melihat kebutuhan pasar. Logikanya….lebih banyak mana yang beli batik tulis yang harganya notabene lebih mahal dibanding dengan batik “non batik tulis” yang harganya bisa jadi lebih murah seperti kasus diatas. Lagian pula coba kita tanya pengguna batik pada umumnya berapa persen yang bisa membedakan antara batik tulis dengan batik non tulis (cetak). Pasti akan lebih banyak yang menjawab….. “ga peduli yang tulis atau ga, asal harga bagus, modelnya bagus dan muat dibadan ya saya beli, toh batik kan produk yang cepat habis masa pakainya jadi bisa tiap minggu beli batik. Kalaupun ada yang menjawab lebih memilih batik tulis dengan harga yang lebih mahal berapa banyak seeeh ?

    Quote “Banyak, kamu lihat saja di Tanah Abang. Jadi 60% didominasi batik impor. Sebetulnya itu batik murah,” … Laah bukannya Pasar Indonesia memang begitu ya Pak ? Murah, Bagus, Cocok dipake itu yang utama….. kalau perlu bisa 3x bayar. Macam mana Pak ? Masih mau pusing Batik Tulis untuk pasar Domestik ?

    Bayangkan saja… bila seluruh karyawan di seluruh BUMN, BUMD, Persero, PNS di seluruh indonesia diwajibkan untuk menggunakan Batik Tulis setiap hari tertentu (Jumat mungkin) sebagai apresiasi produk dalam negri yang harus di lestarikan. Naaah.. untuk pasar domestik dilevel2 sejenis tanah abang bisa dikembangkan industri batik cetak/murah untuk harga yang lebih murah dibanding Batik Tulis… yang terakhir ini jelas2 untuk menghalangi barang import yang masuk karena industri domestik sudah dapat memenuhi “gap” kebutuhan pengunjung2 tanah abang dan sjenisnya akan baju batik. Sekarang ini kan engga.. gap nya di isi sama batik tiongkok. Salahe sopo pa’e.

    Selamat Hari Batik.

Viewing topics 1 - 4 of 4 total
You must be logged in to reply to this topic.