Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

3 menit waktu bacaan

Tradisi Kematian Asli Indonesia Ini Bisa Memicu Kamu Jadi Kaya

by Surtan Siahaan on 15 Maret, 2016

tips kaya - CekAja.com

Indonesia merupakan negeri yang kaya budaya. Beragam tradisi pun masih lestari hingga sekarang. Mulai dari tradisi yang mengajarkan orang untuk hemat dan hidup sederhana hingga tradisi yang memicu orang menjadi kaya.

Salah satu contohnya adalah tradisi kematian. Selain sangat unik, beberapa upacara adat kematian di Indonesia mengharuskan perayaan besar-besaran. Biaya yang dibutuhkan untuk menyelenggarakannya pun tidak mudah.

Untuk menjalankan tradisi ini, orang pun terpacu untuk bekerja lebih keras. Nah, berikut ini 5 upacara kematian yang paling mahal di Indonesia:

Rambu Solo, Toraja

25cc9776efd6d2c8a4838638144e3a9ad3ce7006-1

 

Saking unik dan meriahnya, perayaan upacara kematian asli Toraja ini menjadi salah satu daya tarik wisata Sulawesi Selatan. Selain dilangsungkan selama berhari-hari, upacara kematian ini mahal karena tradisi memotong ternak seperti kerbau dan babi.

Jumlah hewan yang disembelih bahkan bisa mencapai puluhan ekor. Upacara ini diakhiri dengan memindahkan jasad ke kuburan yang terletak di dalam tebing batu. Biasanya, upacara ini baru dapat terlaksana setelah bertahun-tahun sejak kematian orang tersebut.

Para keluarga yang ditinggalkan pun berkesempatan untuk mengumpulkan biaya yang nilainya bisa mencapai ratusan bahkan miliaran rupiah.

(Baca juga: Jika Tidak Mau Miskin Saat Pensiun, Setop Lakukan 4 Kesalahan Ini)

Ngaben, Bali

38ngaben01

Upacar kremasi satu ini sebenarnya identik dengan ajaran Hindu. Namun, karena mayoritas umat Hindu Indonesia berada di Bali, upacara ini lebih sering terlihat di Pulau Dewata. Untuk melangsungkan upacara Ngaben, keluarga harus menyiapkan uang ratusan juta bahkan miliaran rupiah.

Dana besar tersebut digunakan untuk membiayai pembuatan wadah yang bisa mencapai puluhan juta rupiah dan sesajen serta pernak-pernik yang dibutuhkan sebagai syarat Ngaben. Meskipun tidak murah, upacar Ngaben masih dijalankan karena keyakinan atas pentingnya ritual bagi keselamatan orang meninggal di akhirat.

Bahkan, banyak keluarga kurang mampu melangsungkan upacara ini secara masal agar biaya bisa ditanggung secara patungan.

Tiwah, Dayak

SAMPIT, 23/5 - UPACARA TIWAH. Sejumlah ahli waris yang dipimpin oleh pemuka agama Hindu Kaharingan mengacungkan tombak ke atas Sepundu sebelum menombak ke kerbau dalam upacara tiwah massal di Desa Pondok Damar, Sampit, Kalimantan Tengah, Sabtu (22/5). Upacara tewah ini merupakan upacara untuk mengantar arwah leluhur yang sudah meninggal menuju surga bagai Masyarakat Dayak dengan agama Hindu Kaharingan. FOTO ANTARA/Wihdan Hidayat/nz/10

Orang Kalimantan Tengah pasti mengenal upacara kematian satu ini. Sama halnya dengan Rambu Solo dan Ngaben, upacara kematian suku Dayak Ngaju ini adalah ritual mengantarkan keluarga yang telah meninggal ke peristirahatan terakhir.

Biasanya penyelenggaraan Tiwah dibarengi dengan pemotongan ternak seperti babi dan kerbau dalam jumlah besar. Karena besarnya biaya, Tiwah biasanya baru digelar jika keluarga sudah memiliki tabungan yang cukup.

(Baca juga: Deretan Kolektor Mobil Mewah Paling Banyak Sedunia)

Mangokal Holi, Batak

G_05

Upacara kematian suku Batak merupakan salah satu upacara termahal di Indonesia. Biasanya, upacara ini terdiri dari dua rangkaian. Tahap pertama adalah saat keluarga meninggal dunia. Mereka yang ditinggalkan harus menyiapkan dana hingga puluhan juta rupiah untuk menyelenggarakan upacara yang biasanya digelar selama tiga hari.

Saat itu, keluarga harus memotong ternak seperti babi atau kerbau. Tidak hanya selesai di situ, pada rangkaian kedua, biasanya setelah bertahun-tahun kemudian, keluarga yang ditinggalkan akan menggelar upacara Mangkola Holi atau menggali kubur dan memakamkan kembali tulang belulang orang yang telah meninggal.

Biasanya, upacara ini memakan biaya yang lebih besar karena pembangunan tugu (makam batu) yang merupakan tempat di mana tulang belulang tersebut dikuburkan untuk yang terakhir kali.

Tentang Penulis