Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Tren Traveling 2019, Mana Pilihanmu?

by Sindhi Aderianti on 26 Februari, 2019

Layaknya fashion, tren dalam traveling juga kerap mengalami perubahan. Perubahan yang paling mencolok adalah antusiasme masyarakat itu sendiri.

Bagi kaum milenial khususnya, traveling sudah menjadi gaya hidup. Anak-anak muda tersebut bahkan rela menyisihkan sebagian besar uang mereka untuk traveling ke luar negeri.

Menurut Ketua Association of The Indonesian Tours & Travel Agencies Asnawi Bahar, meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan keluar negeri ini, selain karena penawaran paket-paket wisata, juga didorong oleh kondisi perekonomian masyarakat yang semakin baik.

Tak heran makanya kalau  traveling keluar negeri kini bisa dilakukan siapapun, bukan hanya ‘orang berada’ seperti di zaman dulu saja. Tiap orang memiliki preferensi traveling yang berbeda.

Industri perjalanan pun memanfaatkannya lewat berbagai penawaran terkait destinasi wisata hingga gaya traveling untuk mereka. Tanpa sadar, hal itupun berangsur menjadi tren traveling seperti di bawah ini:

1. Solo traveling

Solo traveling mungkin bagi sejumlah orang masih terkesan ‘aneh’ untuk dilakukan. Tidak ada teman berinteraksi, sampai urusan bill apapun harus ditanggung sendiri.

Namun berdasarkan data dari Klook, jumlah solo traveler justru meningkat dari 31% menjadi 38% pada tahun 2018. Kemungkinan akan terus meningkat pula di waktu yang akan datang.

Melakukan solo traveling memang tidak mudah. Butuh persiapan matang, terutama sekali dalam memilih destinasi.

Kamu harus memastikan bahwa negara/kota tersebut aman untuk dikunjungi seorang diri. Begitupun soal biaya yang kemungkinan lebih banyak keluar.

(Baca juga: Rupiah Melemah, Siapkan Dana Ekstra untuk Travelling ke Luar Negeri)

2. Kapal pesiar

Akhir-akhir ini, berlibur di kapal pesiar juga tengah menjadi tren bagi wisatawan Indonesia. Bahkan tak sedikit travel agent yang menawarkan promo buy one get one untuk bisa menghabiskan 3 hari 2 malam di moda transportasi tersebut.

Kemewahan kapal pesiar memang sangat menggiurkan. Ada berbagai fasilitas ala resort bintang lima yang bisa kamu nikmati cuma-cuma selama dalam perjalanan.

Untuk jutaan rupiah yang kamu bayarkan, juga sudah termasuk biaya makan di sejumlah restoran berkelasnya. Kamu pun tidak perlu repot mencari hotel setiap kali berpindah kota atau negara.

3. Jepang semakin hits

Daya tarik negeri sakura telah menyedot banyak warga Indonesia untuk berkunjung ke sana. Jumlahnya bisa mencapai 400.000 orang per tahun, lho.

Makanya tiap kali mengakses media sosial, postingan orang yang berlibur ke Jepang rasanya paling mendominasi belakangan ini. Mengapa demikian?

Jepang pada dasarnya menawarkan banyak spot wisata terbaik. Kesemuanya amat friendly untuk berbagai usia dan latar belakang.

Mulai dari anak-anak, pasangan honeymoon, rombongan anak muda, hingga orang tua. Tidak hanya itu, rentetan musim di Jepang juga menyuguhkan pemandangan berbeda.

(Baca juga: 8 Alasan Travelling Lebih Menguntungkan Dibandingkan Pacaran)

4. Open trip

Saat ini banyak travel agent kecil-kecilan yang mengadakan open trip ke beberapa destinasi menarik di Indonesia. Misalnya Lombok, Belitung, Sumba atau Labuan Bajo.

Tren berlibur melalui open trip muncul tak lain karena beberapa ‘permasalahan’, yakni budget serta perencanaan yang masih terbatas untuk sebagian orang. Namun di sisi lain, minat untuk traveling mereka tetaplah besar.

Open trip lebih terjangkau harganya karena orang yang diberangkatkan cukup banyak. Seperti tur pada umumnya, harga tersebut juga sudah termasuk tiket pesawat PP, makan 3x sehari, penginapan, dan masuk tempat wisata. Rate setiap paketnya berkisar antara Rp 2,5 juta – Rp 6,5 juta all in.

5. Staycation

Tren traveling yang juga diramalkan semakin hits ke depannya adalah staycation. Ada beberapa keuntungan yang diberikan oleh gaya liburan ini.

Contohnya menghemat budget wisata, karena tak memerlukan tiket pesawat atau sewa kendaraan. Lalu sarana rekreasi yang biasanya sudah tersedia lengkap di hotel, membuat Anda tidak perlu repot lagi menyusun itinerary.

Staycation tidak kalah menyenangkan dari plesiran ke tempat wisata. Kuncinya, pilih hotel yang tepat.

Karena lingkungan dan suasana hotel tertentu dapat menciptakan kenyamanan bagi setiap pengunjung. Dengan memilih hotel terbaik, kamu tetap bisa menikmati liburan tak terlupakan bersama pasangan atau keluarga.

(Baca juga: Trik Murah Meriah agar Rumah Lebih Aman Saat Kamu Travelling)

6. Destinasi instagenic

Sederet tempat wisata berlomba-lomba mengusung interior terbaik demi menarik perhatian pelancong. Di Yogyakarta misalnya, ada restoran berkonsep Eropa klasik bernama Café Brick.

Sejak dibuka, kafe tersebut begitu ramai pengunjung. Tak hanya datang untuk makan, tapi juga ber-selfie ria. Destinasi instagenic diprediksi tetap menjadi salah satu tren traveling yang tak kunjung padam.

Nantinya, akan ada semakin banyak turis mencari inspirasi wisata instagenic di media sosial, baik yang berbau seni maupun menawarkan panorama keindahan alami.

7. Short getaway

Pendiri Flightgiftcard dan Hotelgift, Loes Daniels, mengatakan bahwa tren traveling lain yang akan muncul di tahun ini adalah short getaway. Pasalnya, merencanakan liburan panjang diklaim dapat menimbulkan stres.

Ada begitu banyak perhitungan sampai detail itinerary yang harus dipikirkan secara matang-matang. Mindset orang-orang yang sudah menjadikan traveling sebagai gaya hidup baru pun diprediksi akan menjatuhkan pilihan pada liburan singkat ini.

Mereka menilai, short getaway yang dilakukan sebentar namun berkala, lebih menarik daripada liburan panjang tapi sekali saja.

(Baca juga: Meski Sudah Jadi Kakek-Nenek, Orang-orang Ini Semangat Travelling Keliling Dunia)

8. Bleisure (business pleasure)

Terakhir, ada tren traveling baru yang diistilahkan dengan bleisure. Bleisure ialah gabungan kata dari business dan pleasure.

Para eksekutif yang kerap melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri/kota, sering memanfaatkan waktunya ini untuk berlibur sekaligus.

Dari hasil survei penyewaan mobil Avis belum lama ini, sebanyak 87 persen responden yang melakukan perjalanan bisnis, mengatakan bahwa mereka tak keberatan menjalani dinas kantor sembari liburan.

Sementara itu, 92 persen mengaku masih tetap mendedikasikan sebagian waktu untuk mengurus pekerjaan kantor, meski sedang dalam perjalanan liburan.

Jadi, mana gaya traveling pilihanmu? Traveling banyak memberi dampak positif baik secara fisik maupun psikologis.

Maka setidaknya, rencanakanlah untuk berlibur minimal 2 kali dalam setahun. Apapun tren pilihanmu dalam berlibur, pastikan asuransi perjalanan selalu menemani.

Semua demi keamanan dan kenyamanan selama traveling. Dapatkan asuransi perjalanan terbaik hanya melalui marketplace produk keuangan CekAja.com.

Widget TRV Insurance

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami