Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Trik Agar Karyawan dengan Gaji UMR Bisa Beli Rumah

by Ariesta on 28 Oktober, 2016

beli rumah gaji UMR - CekAja.com

Memiliki rumah sendiri menjadi impian banyak orang, terutama mereka yang sudah menikah. Namun harga yang mahal sering jadi kendala sehingga membuat pesimis.

Kondisi makin pelik karena harga properti naik tak terkendali, kebutuhan hidup semakin banyak sementara gaji hanya sebesar UMR (Upah Minimum Regional). Akhirnya mengontrak dan tinggal di rumah mertua pun jadi pilihan.

Tapi mau sampai kapan? Semakin lama ditunda, harga rumah akan semakin mahal. Untuk memiliki rumah impian, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mengumpulkan uang muka. Untuk membantu kamu yang tengah berjuang memiliki rumah impian, CekAja.com mewawancarai perencana keuangan independen, Farah Dini Novita. Berikut ini nasihat yang harus kamu dengar.

13694631_541059379411543_1806241112_n1

Tabungan tidak terpaku pada persentase

Bagi karyawan yang penghasilannya hanya berasal dari gaji, maka saat menerima gaji harus langsung disisihkan untuk tabungan DP rumah. “Dari gaji yang diterima, hitung berapa untuk kebutuhan pokok, makan, listrik, dan kebutuhan lainnya, sehingga kita tahu berapa yang bisa kita sisihkan untuk menabung DP. Jadi kalau ada yang tanya berapa persen yang harus ditabung setiap bulan, jangan pakai persentase. Kalau pake persentase bakal salah.”

Farah mencontohkan,  jika gaji Rp3,1 juta dan patuh pada aturan menabung 10%, berarti hanya Rp310 ribu yang disisihkan setiap bulan. Jika UMR dinaikkan menjadi Rp3,3 juta, tabungan hanya bertambah Rp20 ribu menjadi Rp330 ribu dan sisanya menjadi barang konsumtif.

(Baca juga: Cara Mengurus Catatan Kredit Buruk di BI Checking via Online)

Padahal, kenaikan gaji Rp200 ribu bisa digunakan untuk menambah tabungan. Semakin tinggi kenaikan gaji, asalkan hidup tetap sederhana, semakin banyak yang bisa disisihkan sehingga DP cepat terkumpul.

Buat target kapan membeli rumah

“Misalnya target punya rumah adalah tiga tahun atau enam tahun lagi. Kita tentukan kalau tiga tahun produk investasi yang cocok apa, kalau lima tahun apa. Jadi tergantung target, kemudian tentukan produk investasi,” ujar Farah.

Menurutnya, produk investasi yang tepat untuk jangka menengah tiga tahun adalah obligasi. Tapi jika tidak mampu berinvestasi, tidak usah dipaksakan. Yang penting adalah mulai mengumpulkan uang. Kalau mampunya menabung Rp500 ribu sebulan tidak masalah. Karena dari yang jumlahnya sedikit itu lama-lama akan terkumpul.

Tentukan target harga rumah

Dengan menentukan target harga rumah, kamu bisa menghitung secara kasar berapa jumlah DP dan cicilan yang harus dibayarkan nanti. “Lakukan survei. Kita mampunya beli rumah yang harganya berapa dan di mana. Jangan memaksa beli rumah yang harganya sekian dan lokasinya di sini. Karena ini kebutuhan primer dan mengharuskan untuk punya rumah, maka sesuaikan dengan kemampuan yang ada saat ini.”

Tapi bagaimana jika harga rumah incaran yang tadinya Rp300 juta menjadi naik tiga tahu ke depan? Kenaikan harga rumah pasti terjadi, tapi Farah menyarankan agar tidak usah panik. Karena nanti pasti ada pengembang yang punya program rumah dengan harga lebih murah dan siapa tahu lokasinya lebih baik.

“Banyak orang tergiur oleh iklan ‘Senin harga naik’, padahal pasar properti tidak selalu bagus. Sekarang ini pun sedang lesu,” ujarnya.

(Baca juga: Persalinan Normal atau Caesar, Ini Biaya yang Dipersiapkan)

Jangan takut

Semakin besar DP yang dibayar, semakin kecil juga cicilan. Tapi tentunya tidak semua orang bisa mengumpulkan DP 30 persen dalam waktu singkat. “Banyak orang keburu takut sehingga akhirnya tidak mengumpulkan tabungan,” kata Farah. Padahal seperti yang sudah disinggung sebelumnya, menabung bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Pisahkan tabungan dengan rekening harian supaya tidak terpakai.

Pahami investasi

“Setelah uangnya agak banyak, masukan ke dalam instrument investasi. Kalau ada tawaran obligasi dari pemerintah, langsung ambil. Reksadana juga boleh. Diversifikasi aja. Karena reksadana juga pasti berisiko. Namun sebelum berinvestasi, harus dipahami dulu terhadap produk investasi dan segala risikonya,” pungkas Farah.

(Baca juga: 4 Cara Kekinian Menyimpan Uang Ala Anak Zaman Sekarang)

Selamat mengumpulkan uang untuk membeli rumah impian!

Berniat membeli rumah tahun ini? Miliki rumah idaman dengan Kredit Pemilikan Rumah. Ajukan sekarang di CekAja!

Tentang Penulis