Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Trik Ini Bisa Bikin Mahasiswa Beli Motor Baru dalam 10 Bulan

by Surtan Siahaan on 27 November, 2015

Bagi mahasiswa di Jakarta, motor bisa jadi barang kebutuhan yang sangat penting. Selain lebih efektif menghadapi kemacetan dibandingkan transportasi lain, mengendarai motor juga relatif lebih murah. Dengan motor sendiri, kamu bisa bolak balik kampus, pergi ke perpustakaan atau nonton bioskop di mall tanpa takut kehabisan angkutan umum.

Nah, bagi kamu mahasiswa yang belum punya motor, mungkin tidak enak meminta fasilitas kendaraan kepada orang tua. Berikut adalah cara yang bisa dilakukan supaya bisa beli motor sendiri dalam 10 bulan.

Maklum, sebagai mahasiswa di ibu kota biaya kebutuhan dan uang kuliah kamu memang sudah lumayan. Tapi, kalau kamu cerdik, sebenarnya mahasiswa bisa kok membeli berbagai barang kebutuhan seperti motor tanpa minta orang tua. Bahkan, kamu bisa beli motor secara tunai hanya dalam tempo 10 bulan saja!

Ingin tahu caranya? Ayo ikuti langkah-langkah berikut ini.

Selalu harus mulai dengan rencana

Pertama harus buat perencanaan keuangan yang matang dengan uang dan kemampuan yang kamu punya. Untuk langkah awal, coba kamu tentukan dulu motor yang mau kamu beli. Umumnya, mahasiswa Jakarta gemar menggunakan motor matic karena lebih nyaman dikendarai. (Baca juga: Prospek Investasi Mengilap di Balik Tren Koleksi Tas Branded)

Harga motor jenis ini bervariasi dengan harga rata-rata Rp 14 juta. Ada banyak merek yang bisa kamu pilih mulai dari Suzuki, Yamaha atau Honda.

Setelah punya sasaran dan target jangka waktu pembelian selama 10 bulan, kemudian total semua uang jajan yang diterima tiap bulan. Katakan rata-rata mahasiswa Jakarta punya uang kiriman dari orang tua Rp 2,5 juta per bulan. Selanjutnya, potong angka tersebut dengan kebutuhan yang ada.

Atur pengeluaran itu pasti

Contohnya untuk uang kost sisihkan Rp 800 ribu per bulan. Asal kamu mau sedikit berusaha, ada banyak lho tempat kost mahasiswa di
Jakarta yang menawarkan kost dengan harga tersebut.

Jika ingin lebih nyaman, gampang saja, ajak 3 teman kampusmu untuk mengontrak rumah. Di Jakarta, rumah dengan harga sewa Rp 3,2 juta per bulan sudah lumayan untuk ukuran mahasiswa. Setelah itu potong lagi dengan uang makan per bulan senilai Rp 800 ribu.

Jangan lupakan pulsa telepon. Hal satu ini kebutuhan yang penting bagi banyak orang tak terkecuali mahasiswa. Sisihkan Rp 100 ribu.

Tugas mahasiswa memang belajar. Tapi, refreshing juga penting agar pikiran selalu segar. Setidaknya sisihkan Rp 400 ribu sebulan. Dengan uang ini kamu bisa gunakan untuk nonton bisokop dengan tiket Rp 50 ribu sebanyak 2 kali sebulan, dan sisanya Rp 300 ribu bisa digunakan untuk nongkrong di coffeshop tiap akhir pekan.

Setelah semua kebutuhan kamu potong, kini tersisa Rp 500 ribu. Padahal, untuk mengejar target Rp 8 bulan, setidaknya kamu butuh menabung Rp 1,4 juta per bulan. Artinya ada kekurangan senilai Rp 1 juta.

Untuk mengatasi kekurangan ini, jangan langsung bingung. Sebagai mahasiswa kamu punya kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain yakni waktu luang. Manfaatkan juga kemampuan kamu sebagai mahasiswa untuk memperoleh penghasilan.

Kamu tidak perlu kok meninggalkan kuliah selama 8 bulan. Ada banyak pekerjaan yang menghasilkan uang lumayan tanpa kerja penuh. Mungkin kamu bisa menjadi guru les.

Rata-rata guru les di Jakarta dibayar Rp 300 ribu per pekan dengan lama waktu 4 jam. Artinya, paling sedikit kamu mengantongi Rp 900 ribu per bulan. (Baca juga: Prospek Investasi Mengilap di Balik Tren Koleksi Tas Branded)

Cari diskon dan promo cashback

Jangan malas mencari program promo yang menawarkan cashback pembelian tunai. Hal satu ini sangat penting dan bisa meringankan kamu. Setidaknya promo cashback menawarkan Rp 1 juta untuk pembelian tunai.

Artinya, kamu tidak perlu pusing mencari tambahan kekuarangan. Promo pembelian motor biasanya ditawarkan oleh dealer besar. Kamu bahkan bisa mendapatkan cashback lebih besar jika membeli kendaraan pada acara pameran kendaraan.

Mau berhasil mesti komitmen

Sepertinya memang terlihat mudah. Namun, sebaik apapun rencana yang kamu buat tidak akan berjalan baik apabila tidak miliki komitmen untuk disiplin dalam menjalankannya. Agar tidak mudah lupa, cari cara untuk membuat kamu ingat pada tujuan. Kamu bisa tuliskan rencana pada tempat yang sering dilihat mulai dari buku tulis, dinding kamar atau daun pintu.

Tentang Penulis

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami