Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

3 menit waktu bacaan

Trik Memahami Polis Asuransi Dalam 30 Menit

by Surtan Siahaan on 7 April, 2016

Tantangan terberat saat membeli asuransi rupanya bukan konsistensi dalam membayar premi, melainkan membaca dan memahami polis. Kalimat panjang hingga berlembar-lembar yang ditulis dalam huruf-huruf kecil membuat banyak orang malas meluangkan waktu untuk membacanya.

Padahal, tidak membaca dan memahami polis merupakan blunder paling fatal bagi orang yang ingin dilindungi asuransi. Apesnya, kamu bisa salah paham dan tidak mendapatkan keuntungan yang selama ini kamu anggap ada.

Sebaiknya, polis memang harus dibaca tuntas. Tapi, dalam keadaan mendesak, sebenarnya ada trik untuk memahami polis dalam waktu singkat. Kamu cukup luangkan waktu 30 menit. Berikut ini caranya:

Tidak perlu baca semua

Polis asuransi memang tebal dan biasanya ditulis dengan bahasa yang tidak lugas. Untuk membacanya secara tuntas memang dibutuhkan waktu lama. Tak heran jika perusahaan asuransi memberikan waktu tunggu untuk membaca polis hingga 14 hari.

Namun, dalam keadaan mendesak kamu bisa menyingkat waktu. Caranya, lewatkan bagian-bagian yang kurang penting namun fokuskan waktu kamu untuk membaca bagian yang paling penting. Di bawah ini, kita akan membahas bagian mana saja pada polis asuransi yang membutuhkan perhatian ekstra.

(Baca juga: Selebriti Hollywood yang Pertahankan Kekayaannya Lewat Investasi Startup)

Baca data polis

Pada bagian ini terdapat informasi mengenai pemegang polis, nama tertanggung, jumlah premi dan nama penerima manfaat atau ahli waris serta jumlah uang pertanggungan yang akan diterima jika terjadi risiko. Baca dua kali bagian ini agar tidak ada kesalahan apalagi yang mendasar seperti nama tertanggung atau nama penerima manfaat.

Baca bab ketentuan khusus

Bagian ini menjelaskan risiko-risiko yang bisa dijamin dan tidak dijamin atau dikecualikan. Kamu harus memahami bagian untuk mengetahui sampai sejauh mana perusahan asuransi melindungi kamu.

Pahami juga syarat dan ketentuan yang biasanya dituliskan di bagian ini. Contoh paling populer adalah klaim asuransi anak musisi Ahmad Dhani yang ditolak perusahaan asuransi. Meski Dhani tidak pernah lalai membayar premi, rupanya dia tidak membaca klausul ketentuan khusus yang menjelaskan hal pengecualian.

Dalam kasus ini pengecualian tersebut adalah pihak tertanggung yang melanggar aturan lalu lintas.

(Baca juga: Meski Tidak Umum, 4 Cara Ini Bisa Wujudkan Impian Kamu Berlibur ke Luar Negeri)

Baca bagian pembiayaan

Untuk asuransi jenis unitlinked, akan ada penjelasan mengenai pembagian premi pada dua peruntukkan: investasi dan asuransi. Jangan tandatangani polis sebelum kamu memahami bagian ini. Pada asuransi unitlinked, premi yang kamu setorkan akan dialokasikan untuk investasi dan manfaat asuransi.

Persentasenya ditentukan oleh kamu sendiri. Biasanya, saat kamu mendapat penjelasan dari sales asuransi, mereka akan memberikan estimasi prospek keuntungan yang bisa diperoleh. Banyak nasabah asuransi tidak memahami bahwa penjelasan tersebut hanyalah ilustrasi.

Sebab, dalam kenyataannya manfaat investasi yang kamu terima bisa sesuai atau justri tidak sesuai. Hal ini sangat bergantung pada kondisi pasar keuangan.

Tentang Penulis