Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Tuntutlah Ilmu Kaya Sampai Negeri China

by Tisyrin N. T on 25 Januari, 2019

Sudah bukan hal yang aneh jika kaum Tionghoa mampu menjadi sosok yang sukses dan kaya raya. Lihat saja jajaran nama taipan di Indonesia, tak sedikit dari mereka adalah keturunan Tionghoa. Nah, mendekati perayaan Tahun Baru Imlek 2570, tak ada salahnya mengintip bagaimana cara mereka mampu meraih kesuksesan.

Nama-nama taipan seperti Tahir, Eka Tjipta Wijaya, atau Ciputra adalah bukti bahwa keturunan Tionghoa adalah sosok yang ulet dan pekerja keras. Mereka mampu membangun kerajaan bisnis sedemikian rupa, sehingga dapat mengumpulkan kekayaan di atas rata-rata.

Jika mengintip laporan terakhir dari Wealth-X seperti dilansir CNBC, China rupanya memiliki 10 persen dari total 2.400 miliuner yang ada di dunia. Rata-rata usia miliuner di China juga terbilang muda yaitu 53 tahun. Padahal, rata-rata usia miliuner dunia mendekati 64 tahun.

Mau kaya seperti mereka? Simak tips menjadi kaya ala warga Tionghoa berikut ini.

Gemar menabung dan berinvestasi

Masyarakat Tionghoa gemar menabung dan berinvestasi. Tak tanggung-tanggung, mereka mengalokasikan sejumlah besar pendapatannya untuk menabung. Buktinya, di negara China sana, rasio tabungan nasionalnya memperlihatkan angka yang tinggi.

Laporan International Monetary Fund (IMF) berjudul China’s High Savings: Drivers, Prospects, and Policies (Desember 2018), menyebut China sebagai salah satu negara yang memiliki rasio tabungan nasional tertinggi di dunia. Secara historis, rasio tabungan nasional telah tercatat tinggi sejak tahun 1980-an, yaitu mencapai 35-40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Kemudian, setelah China tergabung ke World Trade Organization (WTO) pada 2001, rasio tabungan meningkat menjadi 52 persen terhadap PDB di 2008. Namun, setelah Global Financial Crisis (GFC), angkanya menurun menjadi 46 persen di tahun 2017.

Coba bandingkan dengan rata-rata rasio tabungan secara global yang hanya mencapai 20 persen. Sedangkan untuk negara berkembang hanya mencapai 15 persen.

Dalam hal investasi, Noah Research mencatat investor daratan China menempatkan dananya lebih banyak ke real estate yaitu 65 persen, lalu 20 persen dalam bentuk uang tunai dan deposito bank, sisanya ke asuransi dan dana pensiun, lalu saham dan reksadana.

(Baca juga: Agar Pengeluaran Tidak Membengkak Saat Imlek, Atur Uang dengan Cara Ini)

Kerja keras

Penulis Ann Wan Seng dalam bukunya Rahasia Bisnis Orang China,  memaparkan kerja keras adalah harga mati sebuah kesuksesan. Orang China percaya bahwa sukses tidak bisa datang dengan cara instan. Jadi, apabila ingin melampaui kesuksesan seseorang, maka Anda harus lebih rajin dari orang tersebut.  

Hal tersebut terbukti dari laporan Wealth-X, yang menyebut 94 persen dari taipan di China berhasil meraih kekayaannya berkat usahanya sendiri (self-made). Hanya 2 persen dari total 249 miliuner China yang kekayaannya berasal dari warisan.

Jumlah itu jauh berbeda dengan persentase miliuner di dunia. Hanya 55 persen miliuner dunia yang self-made. Sedangkan miliuner yang kekayaannya berasal dari warisan mencapai 13 persen, dan sisanya 32 persen menjadi miliuner berkat kombinasi antara warisan dan usaha sendiri.

Berdagang jadi pilihan utama

Warga keturunan Tionghoa sangat identik dengan niaga. Lihat saja, banyak pusat perdagangan di kota-kota besar yang didominasi oleh pedagang dari kalangan etnis Tionghoa.

Masih dalam buku Rahasia Bisnis Orang China, berdagang memang jadi pilihan utama bagi mereka. Mengapa? Karena aktivitas yang satu ini memberikan banyak kebebasan ruang dan waktu. Berdagang juga memberikan kebebasan untuk mengembangkan kemampuan dan cuwan tentu saja.

(Baca juga: Benda-benda Bawa Hoki yang Paling Sering Diburu Saat Imlek)

Uang untuk menghasilkan uang

Orang Tionghoa berpikir keras untuk menemukan cara agar keuntungan yang diperoleh dari suatu bisnis dapat diolah kembali menghasilkan keuntungan yang lebih besar. Hal itu juga diungkapkan dalam buku Rahasia Bisnis Orang China.

Jadi, apabila meraih keuntungan, sebagian akan mereka simpan untuk mengembangkan kegiatan perdagangan serta menghadapi kemungkinan yang akan terjadi di luar dugaan. Sebagian lagi dapat dialokasikan untuk bisnis baru.

Hemat

Sebuah buku China klasik, Dao De Jing mengungkapkan bahwa tiga harta terbesar yang dapat dimiliki oleh manusia adalah cinta, berhemat, dan kemurahan hati. Selain itu, ajaran Konfusius juga mengatakan bahwa dia yang tidak ekonomis (pada akhirnya) pasti akan menderita.

Anda mungkin sudah bosan mendengar anjuran untuk berhemat. Namun, percuma jika Anda tidak mempraktikannya. Jadi mulai dari sekarang, Anda juga harus berusaha agar lebih hemat. Jaga agar pengeluaran Anda tidak lebih besar dari pendapatan.

Itulah beberapa cara yang dilakukan kaum Tionghoa sehingga bisa menjadi kaya. Nah, jika Anda ingin seperti mereka, Anda dapat mewujudkannya dengan mulai membangun bisnis Anda sendiri. Tak perlu ragu akan kekurangan modal, karena e-commerce finansial CekAja.com akan membantu mencarikan sumber modal yang tepat sesuai dengan kebutuhan Anda.

Anda dapat mengajukan aneka kredit dan membandingkan berbagai produk keuangan dengan mudah hanya dengan mengakses CekAja.com. Yuk, coba!

Tentang Penulis

Tisyrin N. T

Penulis konten yang pernah mencicipi profesi sebagai jurnalis bidang finansial, kesehatan, seni, dan lifestyle.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami