Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Turun Salju di Arab Saudi, Fenomena Alam Apa Ini?

by Miftahul Khoer on 16 Januari, 2020

Arab Saudi sebagaimana negara-negara Timur Tengah lainnya identik dengan gurun pasir dan udaranya yang panas. Sulit untuk membayangkan turun hujan lebat di sana apalagi salju.

Namun, akhir-akhir ini terjadi fenomena alam di sana yang mungkin tak pernah terbayangkan sebelumnya, yakni turunnya salju di beberapa wilayah negara tersebut. Selain itu, Arab Saudi juga pernah mengalami banjir yang memakan belasan korban jiwa.

Sementara untuk fenomena badai pasir bukan menjadi hal aneh di sana karena mayoritas wilayahya adalah gurun pasir. Untuk lebih jelasnya, berikut ini informasi mengenai fenomena alam yang pernah terjadi di Arab Saudi:

  • Salju di Tengah Gurun

Fenomena turunnya salju di Arab Saudi akhir-akhir ini seperti bukan menjadi keanehan alam karena sudah cukup sering terjadi seperti pada tahun 2016, 2018, dan juga baru-baru ini salju turun di Tabuk, Arab Saudi.

Salju turun di Tabuk sejak 10 Januari 2020 dan menjadi sorotan media setempat dan juga media internasional. Tabuk sendiri adalah sebuah provinsi yang dihuni oleh sekitar 500 ribu penduduk dan berbatasan dengan Yordania.

Wilayah ini terletak cukup jauh dari ibu kota Riyadh dengan jarak sekitar 14 ribu km. Selain Tabuk, Madinah juga pernah mengalami hujan salju pada 2016 silam

Pada 2018 lalu kawasan ini juga sempat bersalju bersamaan dengan beberapa wilayah lainnya di Timur Tengah seperti Lebanon, Suriah, dan Iran. Fenomena salju tersebut mengubah gurun pasir menjadi putih dan membuat warga sekitar antusias menyaksikannya.

  • Kenapa bisa ada salju di Arab?

Fenomena hujan salju di Arab Saudi dan beberapa negara lainnya di Timur Tengah menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merupakan sebuah anomali karena biasanya udara dingin tidak terdorong terlalu jauh ke daerah Selatan. Sementara Arab Saudi dan Timur Tengah berada di sebelah Selatan Eropa yang sedang mengalami suhu dingin.

(Baca juga: Menjulang 1 Km, Jeddah Tower Bakal jadi Gedung Tertinggi di Dunia)

Menurut penjelasan BMKG, salju di Arab Saudi kemungkinan karena tekanan udara di sebelah Utara sangat tinggi sehingga mendorong udara dingin beralih ke Arab yang memiliki tekanan udara rendah karena sedang berada pada suhu yang terlalu panas.

Sementara kemungkinan lainnya adalah karena adanya blocking udara sehingga udara dari Eropa mengalir ke Arab Saudi.

Secara proses, BKMG menilai terjadinya salju di Arab Saudi adalah hal normal, namun dorongan udara ke Arab Saudi perlu diperhatikan. Biasanya udara dingin hanya menyebabkan hujan di Arab dan tidak membentuk salju. Salju yang turun di sana juga tidak bersifat permanen, hanya pada saat-saat tertentu saja.

  • Pernah diterjang banjir

Seperti Jakarta, Arab Saudi juga pernah mengalami banjir besar yang menewaskan sedikitnya 12 orang pada Januari 2019 silam.

Banjir tersebut terjadi di sejumlah wilayah seperti Tabuk, Arar, Al Jouf, serta Riyadh. Pada saat itu, kondisi cuaca yang tidak stabil juga terjadi di sejumlah daerah seperti Mekah, Hail, dan Madinah.

Banjir pada 2019 di Arab Saudi bukan pertama kali terjadi. Pada 2018 juga pernah terjadi banjir bandang di Arab Saudi yang menewaskan sedikitnya 30 orang dari 13 wilayah berbeda di negara tersebut.

Selain itu, Arab Saudi juga pernah mengalami banjir lebih buruk pada tahun 2009 dengan korban 83 jiwa meninggal. Pada saat itu, curah hujan di sana sangat tinggi, lebih dari 90 milimeter.

Curah hujan ini lebih dari dua kali rata-rata curah hujan tahunan di sana dan terjadi di Jeddah selama 4 jam. Pada 2009 banjir terjadi dua hari sebelum hari raya Idul Adha dan juga pada saat musim haji sehingga sempat mengganggu pelaksanaan ibadah haji.

  • Badai pasir fenomena yang sering terjadi

Arab Saudi sangat berisiko terhadap bencana badai pasir seperti negara-negara Timur Tengah lainnya seperti Libanon, Suriah, Israel, dan Siprus. Pada saat terjadi badai pasir, langit-langit di wilayah terdampak akan menjadi gelap gulita selama puluhan menit dan sering memakan korban jiwa dan juga gangguan pernafasan.

(Baca juga: Prospek Pekerjaan Jurusan Teknik Perminyakan)

Fenomena alam yang terjadi di Arab Saudi dan juga Timur Tengah bisa disikapi beragam baik secara ilmiah ataupun agama. Kejaidan alam tersebut mengajarkan kita untuk selalu menjaga keberlangsungan lingkungan hidup dan mengurangi dampak dari pemanasan global, serta juga harus lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Tertarik untuk melihat salju di Arab Saudi? Sebelum berangkat liburan, jangan lupa lindungi diri dan keluarga dengan asuransi perjalanan yang bisa kamu pilih dan ajukan lewat CekAja.com ya. Insya Allah, semua rasa was-was akan mengalami kejadian-kejadian yang tidak diinginkan bisa terlindungi.

Widget TRV Insurance

Tentang Penulis

Miftahul Khoer

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.