Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Uang THR Jangan Sampai Ludes, Ini Cara Pintar Buat Mengaturnya

by Miftahul Khoer on 15 Mei, 2019

Tunjangan Hari Raya alias THR menjadi pemasukan yang paling dinanti oleh para pekerja baik swasta maupun Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ibarat kata, THR adalah rezeki nomplok yang selalu diterima setiap tahunnya. Bagaimana sebaiknya uang THR digunakan?

THR PNS

Pemerintah telah mewanti-wanti agar THR bisa cair dua minggu sebelum Lebaran. Artinya, para karyawan swasta dan PNS bisa menikmati THR untuk digunakan buat keperluan selama Lebaran. Sayangnya, gak sedikit uang THR yang setelah keterima langsung ludes tak tersisa karena begitu banyaknya kebutuhan yang harus dibeli si penerima THR.

Nah, berikut kiat-kiat cerdas menggunakan uang THR biar gak langsung ludes. Kuy simak!

Sisihkan 30 persen untuk pengeluaran Lebaran

Besaran uang THR yang diterima tentu berbeda-beda setiap orangnya, tergantung kebijakan perusahaan atau instansi pemerintah tempat seseorang mengabdi. Paling tidak, besaran THR yang diterima mencapai atau setara dengan satu kali gaji. Nah, misalnya gaji kamu per bulan mencapai Rp4 juta, jadi di bulan Ramadan ini kamu menerima penghasilan Rp8 juta dari gaji bulanan plus THR yang diberikan perusahaan.

Untuk mengatur THR agar gak ludes seketika, sudah saatnya kamu membagi-bagi alokasi THR. Salah satunya adalah menyisihkan 30 persen dari THR untuk pengeluaran kebutuhan selama Ramadan atau Lebaran. So, kamu perlu menyisihkan sekitar Rp1,2 juta untuk pengeluaran membeli baju baru, belanja kue, opor hingga kebutuhan mudik.

(Baca juga: Buat Coffee Snob, Catat Nih Jam Terbaik Ngopi di Bulan Puasa)
Kebutuhan sehari-hari

Pengeluaran selama Lebaran dan pengeluaran sehari-hari harus dibedakan. Manfaatkan 30 persen uang THR untuk pengeluaran reguler seperti membayar listrik, PDAM, internet hingga melunasi utang-utang yang belum terbayar.

Besarannya pun sama yakni sekitar Rp1,2 juta untuk membayar pengeluaran reguler tersebut. Jika uang THR bisa mencukupi untuk membayar segala pengeluaran reguler di atas, maka gaji bulanan yang diterima dipastikan aman karena sudah dibayarkan dengan uang THR tadi.

Simpan untuk dana darurat

Setelah disisihkan 30 persen untuk pengeluaran Lebaran dan 30 persen untuk pengeluaran reguler, maka saatnya kamu sisihkan uang THR untuk keperluan dana darurat atau dana tunai untuk kebutuhan lain. Sisihkan untuk pengeluaran ini mencapai 15 persen dari THR yang diterima atau sekitar Rp600.000.

Anggap saja uang Rp600.000 di atas sebagai dana tunai yang siap digunakan kapan saja di mana saja jika ada keperluan mendadak. Namun, jika memang tidak ada kepentingan urgen, sebaiknya dana yang 15 persen ini tetap disimpan hitung-hitung ditabung dan digunakan jika suatu saat benar-benar membutuhkan.

20 persen untuk investasi

Setiap penghasilan sebaiknya harus disisihkan untuk investasi dengan besaran sekitar 20 persen. Jika merujuk contoh kasus di atas dengan penerimaan THR Rp4 juta, maka uang sebesar Rp800.000 harus dinvestasikan ke berbagai instrumen yang aman dan terpercaya.

Untuk lebih mudah, kamu bisa investasikan ke instrumen emas logam mulia yang bisa dibeli di banyak tempat salah satunya di Pegadaian. Atau kamu bisa investasi di reksa dana yang bisa dibeli melalui online di CekAja. Hanya saja yang perlu diingat bahwa investasi di pasar modal tidak selamanya menguntungkan. Ada juga risiko yang harus diterima investor jika ingin berinvestasi di reksa dana atau pun instrumen lainnya.

(Baca juga: 8 Masalah Kesehatan yang Sering Nongol di Bulan Puasa)
Sisihkan untuk zakat, infak, dan sedekah

Setiap Ramadan dan menjelang Lebaran, umat muslim yang mampu diwajibkan membayar zakat. Besaran zakat ini relatif terjangkau karena diwajibkan dengan membayar 2,5 kilogram beras per orangnya. Jika dirupiahkan, zakat per orangnya bisa mencapai sekitar Rp35.000.

Selain zakat, kamu juga bisa sekaligus berinfak dan bersedekah di kesempatan yang sama. Jadi, kamu bisa sisihkan uang THR kamu sebesar 5 persen atau sekitar Rp200.000 untuk membayar zakat, infak dan sedekah. Bagi orang yang yakin, berinfak dan bersedekah sebesar apapun akan digantikan oleh Tuhan dengan nilai yang lebih tinggi. So, tunggu apalagi, siap-siap terima THR-mu dan bijaklah menggunakannya biar gak gampang ludes.

Tentang Penulis

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami