Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

2 menit waktu bacaan

Uni Eropa jadi Lebih Galak Atur Batas Emisi Mobil Baru

by Miftahul Khoer on 14 Januari, 2020

2020 menjadi tahun yang menegangkan bagi produsen mobil di kawasan Uni Eropa. Betapa tidak, di tahun baru itu mulai diberlakukan sanksi denda emisi baru Uni Eropa terhadap mobil yang rata-rata batas toleransi emisi karbon dioksida lebih dari 95 gram per kilometer (km).

Uni Eropa jadi Lebih Galak Atur Batas Emisi Mobil Baru

Jika produsen mobil melebihi batas itu, mereka harus membayar denda 95 Euro untuk setiap gramnya, dikalikan dengan total mobil yang telah terjual.

Konsultan Otomotif Jato Dynamics menilai perusahaan otomotif bakal mengeluarkan uang besar untuk membayar sanksi denda emisi baru yang mulai diterapkan 1 Januari 2020 tersebut. Alasannya, perusahaan otomotif tidak mungkin mampu mengubah infrastruktur manufaktur dalam waktu singkat.

Analis Jato Dynamics, Felipe Munoz mengatakan masih akan ada denda besar karena perusahaan tetap menjual mobil bermesin bensin yang sangat menguntungkan dan berjuang untuk menurunkan harga kendaraan listrik (EV) agar setara dengan mobil berbahan bakar dari fosil itu.

“Sangat sulit bagi pembuat mobil untuk mengubah infrastruktur manufaktur dalam waktu yang singkat,” kata Munoz dilansir The Guardian.

(Baca juga: 4 Asuransi Mobil Terbaik 2020, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?)

Beberapa analis lainnya berpandangan lebih skeptis terhadap industri yang melahirkan skandal Dieselgate pada tahun 2015, dimana Volkswagen dan Daimler terbukti dengan sengaja menipu peraturan emisi.

Produsen mobil berhasil melobi untuk menaklukan aturan kendaraan yang memancarkan kurang dari 50 gram karbondioksida per km untuk memenuhi syarat kredit.

Kebijakan kontroversial ini berarti setiap kendaraan mesin bensin yang terjual setara dengan dua mobil listrik. Itu yang membuat pembuat mobil lebih mudah untuk memenuhi target mereka, walaupun sebenarnya rata-rata emisi dari mobil tersebut sebenarnya lebih tinggi daripada aturan yang ditetapkan.

“Banyak tindakan telah ditunda sampai (para pembuat mobil) membutuhkannya,” ujar Direktur Transport & Environment, Julia Poliscanova.

(Baca juga: Telat Informasikan Recall Jutaan Mobil, Daimler-Mercedes Didenda Rp280 Miliar)

Tahun 2020 diprediksi analis otomotif sebagai tahun mobil listrik. Tahun depan, banyak produsen otomotif ternama meluncurkan produk kendaraan listrik unggalannya.

Berdasarkan data perusahaan IHS Markit, jumlah varian kendaraan listrik yang tersedia untuk pembeli Eropa akan melonjak menjadi 175 pada akhir 2020, sementara sepanjang 2019 ini kurang dari 100. Lalu pada 2025 akan ada lebih dari 330 model, bunyi pengumuman perusahaan tersebut.

Sudah siap untuk beralih ke tren mobil listrik? Jangan lupa lindungi mobil listrik baru kamu dengan asuransi kendaraan yang bisa kamu pilih dan dapatkan lewat CekAja.com ya.

Tentang Penulis

Miftahul Khoer

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.