Update Corona Wilayah ASEAN, Tak Ada Laporan Kematian di 3 Negara Ini

5 min. membaca Oleh Estrin Vanadianti Lestari on

Merebaknya Covid-19 atau virus corona di sejumlah negara di dunia, masih terus mengalami peningkatan tak terkecuali di wilayah ASEAN. Informasi terbaru atau update corona wilayah ASEAN, terkait jumlah pasien yang positif, suspect, ODP (Orang Dalam Pemantauan), PDP (Pasien Dalam Pengawasan), hingga laporan kematian, terus dilakukan di tiap negara.

update corona wilayah asean

Meski begitu, laporan tiap negara terkait update corona wilayah ASEAN, tentunya berbeda-beda. Mulai dari update perkembangan pasien, hingga update langkah-langkah yang dilakukan pemerintah setiap negara, untuk menekan penyebaran virus corona agar tidak semakin meluas.

Perekonomian Negara-negara ASEAN juga Ikut Tertekan

Tidak hanya menekan penyebaran virus corona agar tidak semakin banyak korban meninggal, mewabahnya virus ini juga membuat perekonomian tiap negara, khususnya di ASEAN ikut tertekan.

Sebut saja seperti negara China, yang menjadi negara dengan jumlah korban meninggal terbanyak sedunia, sekaligus menjadi negara dengan eksportir terbesar di dunia.

Meski bukan termasuk ke dalam wilayah negara ASEAN, peran China sangat berpengaruh dalam perkembangan perekonomian negara-negara ASEAN seperti Indonesia.

Di mana China juga terpaksa harus menghentikan kegiatan tersebut, demi menekan jumlah penyebaran virus corona. Terlebih, China juga telah menerapkan lockdown secara nasional, sejak dua bulan belakangan.

Hal tersebut pun membuat beberapa negara ASEAN ikut mengalami masalah perekonomian, mulai dari segi perdagangan, eksportir, importir, bisnis, usaha kecil, hingga pariwisata.

(Baca Juga: Wajib! Stok Makanan Bergizi yang Harus Ada Selama Corona)

Bagaimana dengan Perekonomian Indonesia?

Negara China di lockdown, membuat Indonesia juga ikut terkena imbas akibat penyebaran virus corona, yang mulai merebak pada awal Maret lalu. Pasalnya, China juga merupakan salah satu mitra dagang terbesar Indonesia, dan membuat permintaan bahan mentah dari China ikut menurun.

Update Corona Wilayah ASEAN per 1 April 2020

Lantas bagaimana perkembangan serta update corona wilayah ASEAN lainnya? Dihimpun laman Kompas.com, dari ASEAN Briefing, berikut update terbaru terkait wabah virus corona di negara-negara ASEAN per 1 April 2020:

1. Indonesia

Update corona wilayah ASEAN yang pertama akan dibahas adalah Indonesia. Hingga pada saat ini, update jumlah kasus adalah:

  • Total Kasus: 1.677 (Bertambah 149 kasus baru)
  • Pasien yang dirawat: 1.417
  • Meninggal 157,
  • Sembuh: 103

Langkah Pemerintah Atasi Corona:

Bukan lockdown yang diupayakan pemerintah Indonesia, untuk menekan jumlah pasien corona di Indonesia, melainkan berupa pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar oleh Presiden Joko Widodo.

Tidak hanya menerapkan pembatasan sosial berskala besar, Presiden Joko Widodo juga mengambil upaya dengan mengalokasikan sejumlah dana untuk merespons sampak ekonomi, yang diakibatkan oleh merebaknya virus corona ini.

2. Brunei Darussalam

Selanjutnya, ada update corona wilayah ASEAN dari negara yang sepulau dengan Indonesia, yakni Brunei Darussalam. Dimana laporan jumlah kasus Covid-19 adalah:

  • Total Kasus: 129
  • Sembuh 45
  • Kematian: 1 (Brunei sendiri telah mencatat bahwa hanya ada satu kasus kematian, untuk yang pertama kalinya pada 28 Maret lalu).

Langkah Pemerintah Atasi Corona:

Jika Indonesia menerapkan pembatasan sosial berskala besar, Brunei juga menerapkan hal yang hampir sama. Di mana negara ini telah melarang warganya dan warga negara asing yang tinggal di negaranya, untuk meninggalkan wilayah. Begitu pun sebaliknya, Brunei juga menutup akses masuk bagi warga negara asing yang ingin masuk ke negaranya.

3. Malaysia

Tidak hanya Brunei Darussalam, Malaysia yang juga menjadi negara tetangga terdekat Indonesia ikut terkena dampak virus corona. Hingga 1 April kemarin, jumlah kasus corona yakni sebanyak:

  • Total Kasus: 2.766 (Terbanyak se-ASEAN)
  • Sembuh: 537
  • Kematian: 43

Langkah Pemerintah Atasi Corona:

Di tengah kondisi negara yang tengah terjangkit virus corona, pemerintah mengambil gerak cepat untuk mengatasi dampak ekonomi. Negara yang telah menerapkan lockdown secara nasional ini setidaknya sudah mengalokasikan dana sebesar 135 dolar AS, kepada Kementerian Kesehatan untuk melawan virus corona.

4. Singapura

Masih bertetangga dekat dengan Indonesia, Singapura juga memiliki total kasus corona yang hampir menembus 1.000 orang. Hingga 1 April, Singapura telah melaporkan total kasus corona di negaranya sebanyak:

  • Total Kasus: 926
  • Sembuh: 240
  • Kematian: 3

Langkah Pemerintah Atasi Corona:

Menjadi salah satu negara maju di ASEAN, membuat Singapura memperketat pengawasan terhadap penyebaran virus corona, yakni dengan memberlakukan denda bagi warganya yang melanggar social distancing.

Tak tanggung-tanggung, pelanggar akan didenda sebesar 10.000 dollar Singapura dan penjara hingga 6 bulan. Pemerintah Singapura juga telah mengalokasikan dana sebesar 48 miliar dollar Singapura, sebagai paket stimulus untuk melawan dampak ekonomi, yang diakibatkan virus ini.

5. Kamboja

Sebagai salah satu negara yang juga terkena imbas corona, Kamboja juga memberikan laporan terkait update corona wilayah ASEAN di negaranya saat ini. Diketahui Kamboja melaporkan jumlah kasus virus corona adalah sebanyak:

  • Total Kasus: 109
  • Sembuh: 25
  • Kematian: 0

Di sini Kamboja menjadi salah satu negara yang tidak memiliki laporan kasus kematian akibat corona di negaranya.

Langkah Pemerintah Atasi Corona:

Sebagai langkah untuk menekan penyebaran Covid-19, Perdana Menteri Kamboja telah memerintahkan penutupan pada seluruh kasino di negaranya. Selain itu, Kamboja juga memerintahkan penutupan sekolah di ibu kota, Phnom Penh, dan tujuan wisata populer Siem Reap.

6. Thailand

Salah satu negara ASEAN, yakni Thailand juga telah melaporkan kasus corona. Di mana update corona wilayah ASEAN di negara ini hingga 1 April, adalah sebanyak:

  • Total Kasus: 1.771
  • Sembuh: 416
  • Kematian: 12

Langkah Pemerintah Atasi Corona:

Thailand sendiri telah menyatakan negaranya sudah dalam status darurat. Sehingga, pemerintah akan lebih banyak memberikan kewenangan kepada para pejabat di setiap kota, untuk melakukan upaya-upaya mengatasi virus ini.

7. Laos

Negara ASEAN berikutnya yang telah melapor update corona wilayah ASEAN adalah Laos. Negara yang tidak memiliki pantai dan laut ini, memiliki total kasus corona sebanyak:

  • Total Kasus: 19
  • Sembuh: 0
  • Kematian: 0

Dalam hal ini, Laos memiliki status kematian seperti Kamboja, yakni 0 kematian.

Langkah Pemerintah Atasi Corona:

Pemerintah Laos melakukan upaya menekan penyebaran corona dengan cara menutup seluruh pintu masuk internasional, agar tidak ada penumpang yang masuk maupun keluar dari negaranya.

(Baca Juga: Belanja Online atau Offline, Saat Wabah Corona?)

8. Myanmar

Berikutnya ada negara Myanmar, di mana update corona wilayah ASEAN di negara ini adalah sebanyak 15 kasus. Kasus pertama corona di Myanmar terjadi pada orang berusia 36 tahun yang sebelumnya pernah pergi ke AS dan satu orang berusia 26 tahun yang baru kembali dari Inggris.

Langkah Pemerintah Atasi Corona:

Negara ASEAN yang satu ini telah menerapkan upaya menekan penyebaran virus, dengan cara menangguhkan penerbitan visa masuk mulai tanggal 29 Maret lalu.

9. Filipina

Memiliki total kasus yang tak kalah banyak dari negara ASEAN lainnya seperti Malaysia, hingga 1 April ini Filipina memiliki kasus corona sebanyak:

  • Total Kasus: 2.311
  • Sembuh: 50
  • Kematian: 96

10. Vietnam

Negara ASEAN yang terakhir yang memiliki kasus corona adalah Vietnam. Hingga 1 April, update corona wilayah ASEAN di negara ini sebanyak:

  • Total Kasus: 212
  • Sembuh: 58
  • Kematian: 0 (Artinya, total ada 3 negara ASEAN yang memiliki kasus kematian 0, yakni Kamboja, Laos, dan Vietnam)

Langkah Pemerintah Atasi Corona:

Di sini, Vietnam memberlakukan penerapan sosial distancing secara ketat, mulai 1 April untuk menekan penyebaran virus corona, selama 15 hari.

Nah, itulah informasi seputar update corona wilayah ASEAN, per 1 April 2020. Update jumlah kasus, kesembuhan, dan kematian, tiap negara pasti akan mengalami perkembangan dan berubah-ubah setiap harinya.

Nah, tidak mau bukan, tingkat kasus dan kematian terus bertambah? Apalagi, Indonesia terus mengalami peningkatan jumlah pasien corona setiap harinya.

Nah, di situasi dan kondisi seperti ini, asuransi kesehatan sangat penting untuk dimiliki setiap individu, untuk melindungi diri dari berbagai ancaman penyakit, termasuk virus corona.

Pasalnya, akan ada banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan, dari memiliki asuransi kesehatan. Yuk, lindungi dirimu dan juga keluargamu dari serangan virus, dengan mengajukan asuransi kesehatan.

Tunggu apalagi, segera ajukan asuransi kesehatan, hanya di situs Cekaja.com.