Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Utang Anda Menumpuk? Perhatikan 5 Hal Ini

by Miftahul Khoer on 5 Oktober, 2018

Hampir semua orang dipastikan tak mau memiliki utang menumpuk. Bukan saja menjadi beban hidup, utang seringkali menghantui. Tak jarang banyak orang yang stres gara-gara punya utang segunung. Jika utang Anda menumpuk, maka sebaiknya perhatikan lima hal ini.

bangkrut - CekAja.com

Bagi Anda yang berhasil terbebas dari utang, beruntung deh hidup Anda akan kembali plong serasa tak punya beban apapun. Lalu setelah utang menumpuk tadi terbayar, apa yang harus Anda lakukan?

Nah, kali ini CekAja akan mengajak Anda untuk bijak dalam mengelola keuangan. Terutama bagi Anda yang punya pengalaman memiliki utang banyak. Yuk cek beberapa kiat agar ‘hantu’ utang tak kembali menjerat.

(Baca juga: Cek Daftar Kebiasaan yang Membuat Anda Mudah Dapat Pinjaman)
Pelajari sebab utang menumpuk

Jika Anda berhasil membayar semua utang yang dimiliki, cobalah pelajari dan evaluasi apa yang menyebabkan utang-utang Anda selama ini menggunung. Apakah Anda tak bisa mengontrol saat menggunakan kartu kredit, gengsi Anda tinggi, atau sering gonta-ganti gadjet? Jika poin-poin ini menjadi salah satu pemicu utang menumpuk, maka saatnya Anda hentikan.

Tak ada salahnya mengevaluasi diri dan mencoba hidup sederhana dan apa adanya. Sesuaikan gaya hidup Anda dengan kemampuan penghasilan yang diperoleh. Jangan sampai pengeluaran melebihi batas penghasilan yang dimiliki.

Jika faktor atau pemicu utang sudah Anda sadari, maka jangan sekali-kali lagi Anda terjatuh di lubang yang sama. Jangan sampai karena utang Anda lunas, kemudian Anda mencoba kembali berutang.

Berutang boleh-boleh saja, menggunakan kartu kredit sah-sah saja asalkan tahu batas-batas kewajaran. Baiknya, gunakanlah kartu kredit di saat Anda benar-benar butuh saja.

Belajar mengatur keuangan

Utang menumpuk disebabkan karena pengelolaan keuangan yang berantakan. Mungkin Anda tidak pernah memiliki cara yang jitu bagaimana mengelola keuangan yang baik setiap bulannya.

Oleh karena itu, setelah Anda terbebas dari utang, tak ada salahnya Anda mulai belajar mengelola keuangan. Anda bisa memulai dengan membuat pos-pos anggaran harian, mingguan dan bulanan.

Mengelola keuangan tak perlu menggunakan jasa orang lain. Anda bisa melakukan cara tradisional tetapi ampuh bikin keuangan terkelola dengan baik. Caranya siapkan amplop khusus untuk pengeluaran kebutuhan rumah tangga, makan harian, biaya transportasi, biaya listrik, internet, PDAM hingga belanja kebutuhan dapur.

Dengan membuat pos-pos tertentu seperti di atas, maka pengeluaran keuangan Anda akan terencana dengan baik. Karena semuanya sudah ada pos-posnya masing-masing, maka pengeluaran pun bisa terkelola. Dengan demikian tak ada lagi pengeluaran yang tak sesuai dengan pos anggaran keuangan rumah tangga Anda.

Kuncinya, Anda komitmen dengan pos-pos anggaran yang direncanakan tadi. Jangan sampai setelah pos pengeluaran sudah teranggarkan, Anda masih tetap ‘nakal’ belanja dan mengeluarkan uang seenaknya.

(Baca juga: Kiat Jitu Dapatkan Pinjaman Instan Untuk Pegawai Non Tetap)
Berani menolak

Godaan berat bagi seseorang yang sedang belajar mengelola keuangan adalah tawaran-tawaran yang menggiurkan. Banyaknya informasi diskon dan promo di mal atau onlishop membuat ‘keimanan’ seseorang benar-benar diuji.

Apalagi saat ini, banyaknya perusahaan yang menawarkan kredit kendaraan, elektronik hingga fesyen yang bisa diakses secara cara mudah semakin membuat ‘iman’ goyah dan tergoda untuk membelinya.

Maka dari itu, salah satu kuncinya adalah Anda berani berkata tidak. Seberapa pun banyak tawaran yang menggiurkan, Anda harus benar-benari berani terhadap diri sendiri untuk menolaknya.

(Baca juga: Pinjaman Ditolak? Yuk Perbaiki Skor Kredit Anda)
Komitmen hidup hemat

Alasan kenapa banyak orang terjerat utang menumpuk salah satunya karena mereka hidup boros. Dan mengapa mereka hidup boros karena tidak memiliki kemampuan diri mengelola keuangan secara terencana.

Dengan demikian, dari beberapa poin yang telah disampaikan di atas, kunci agar Anda tidak kembali terlilit utang menggunung adalah dengan cara hidup hemat. Berhemat dalam setiap pengeluaran membutuhkan komitmen serius.

Bagaimana cara hidup hemat yang bisa mulai dipelajari? Caranya cukup mudah. Mulailah dari hal-hal sederhana. Cabut semua peralatan elektronik yang tidak terpakai. Jangan biarkan charger ponsel, atau laptop tetap menyala. Matikan lampu-lampu yang dirasa tidak perlu.

Anda juga bisa mulai menghemat dari gaya hidup Anda. Jika setiap minggu Anda nongkrong di cafe, kedai kopi, nonton bioskop atau jalan-jalan ke mal, maka sudah saatnya aktivitas tersebut dikurangi menjadi sebulan sekali.

Selain itu, Anda juga bisa hidup lebih hemat dari pengeluaran konsumsi makan Anda. Jika setiap hari Anda dan keluarga memesan makan di luar, maka kebiasaan tersebut bisa diubah dengan Anda belanja dan memasak sendiri menu makanan di rumah.

Sisihkan uang

Seberapapun Anda memiliki penghasilan, maka sebisa mungkin Anda harus bisa menyisihkan uang untuk ditabung atau diinvestasikan. Saat ini sudah banyak kemudahan berinvestasi yang bisa Anda lakukan. Mulailah dengan berinvestasi di reksa dana yang bisa Anda beli mulai dari Rp50.000 hingga Rp100.000.

Jika Anda sudah mencoba beberapa poin di atas mulai dari pintar mengatur keuangan, berani menolak tawaran krdit hingga bisa berhemat, maka niscaya Anda akan bisa menyisihkan uang untuk ditabung atau diinvestasikan.

Manfaat dari menabung dan berinvestasi ini sangat besar terutama investasi dalam jangka panjang. Jika Anda konsisten berinvestasi Rp100.000 sebulan saja, maka dalam 10 tahun Anda akan mendapat untung yang cukup menggiurkan.

(Baca juga: Ingin Kembangkan Usaha, Cek Yuk Kiat Dapatkan Pinjaman Modal!)

Tentang Penulis

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami