Vaksin Booster, Vaksin untuk Mencegah Omicron

Antisipasi penyebaran Omicron terus digerakkan di Indonesia, vaksin Booster menjadi vaksin yang mampu meningkatkan antibodi untuk melawan Covid-19 varian Omicron ini.

Vaksin Booster, Vaksin untuk Mencegar Omicron

Pandemi Covid-19 belum sepenuhnya pulih. Di saat jumlah kasus terserang virus Covid-19 mulai landai, kini varian baru dari virus Covid-19 hadir dan mulai masuk ke Indonesia.

Varian tersebut ialah B.1.1.529 atau dikenal dengan Omicron. Virus ini memiliki sistem penularan yang cukup cepat.

Tidak butuh waktu lama, hingga akhirnya banyak negara yang terinfeksi varian baru dari Covid-19 ini. Tidak terkecuali Negara Indonesia.

Virus Covid-19 Varian Omicron di Indonesia

Bermula dari tanggal 16 Desember 2021, kasus varian Omicron pertama kali ditemukan di Indonesia. Kasus ini, pertama kali terdeteksi pada petugas kebersihan di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta.

Sejak saat itu, mulai terdeteksi varian Omicron ini di Indonesia. Hingga Jumat, 31 Desember 2021, jumlah kasus terkonfirmasi Omicron di Indonesia mencapai 136 orang.

Menurut Kementerian Kesehatan, pada 31 Desember 2021 kasus Omicron bertambah 68 orang, dan kasus tersebut berasal dari pelaku perjalanan luar negri, dimana 11 diantaranya merupakan WNA.

Asal negara kedatangannya cukup beragam, tetapi paling banyak dari Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, dan juga Amerika Serikat.

Dari 68 orang yang terkonfirmasi terinfeksi, 29 orang memiliki gejala sakit ringan, 1 orang memiliki gejala sedang, 29 orang tidak merasakan gejala apapun, dan 9 orang lainnya tanpa keterangan.

(Baca Juga: Update Kasus Corona di Indonesia)

Vaksin Booster, untuk Perlindungan Varian Omicron

Menurut WHO, diprediksi kemungkinan peningkatan penambahan kasus Covid-19 akan bertambah dengan cepat akibat Omicron.

Hal ini dikarenakan varian Omicron memiliki kemungkinan tingkat penularan yang tinggi, tetapi dengan risiko sakit berat yang rendah.

Meski risiko sakit berat rendah, masyarakat tetap harus waspada. Sebab, situasi bisa berubah dengan cepat, tidak ada yang tahu apakah varian Omicron bisa menyebabkan risiko yang lebih tinggi dibandingkan varian sebelumnya atau tidak.

Oleh sebab itu, protokol kesehatan perlu diperketat, guna mengantisipasi terpaparnya virus Covid-19 varian Omicron.

Selain itu, vaksinasi juga harus dilakukan. Untuk masyarakat Indonesia yang sudah melakukan vaksinasi sebanyak 2x, saat ini sudah hadir vaksin booster (vaksin ketiga) yang bisa digunakan.

Terutama untuk masyarakat yang sebelumnya mendapatkan vaksin Sinovac dan Pfizer, disarankan untuk sesegera mungkin mendapatkan vaksin booster, sambil menunggu ditemukannya vaksin yang lebih cocok dalam mengatasi Omicron.

Rencananya vaksinasi Booster ini akan dimulai pada 12 Januari 2022, dengan sasaran lansia terlebih dahulu.

Vaksinasi Booster ini akan menggunakan 2 skema. Yaitu skema pertama, dimana pemberian vaksin homologous, atau vaksin 1 hingga 3 menggunakan platform dan merek yang sama.

Sedangkan, skema kedua dengan menggunakan cara heterologous, dimana pemberian vaksin dosis ketiga berbeda dengan pemberian vaksin dosis 1 dan 2.

Vaksin yang siap selain yang homologous, adalah Pfizer, Moderma, Sinovac, dan Sinopharm. Pemberian vaksinasi booster ini, diupayakan agar kekebalan imun masyarakat terhadap Covid-19 menjadi meningkat.

Mekanisme Mendapatkan Vaksinasi Booster

Menurut Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr. Siti Nadia Tarmizi, terdapat 2 mekanisme mendapatkan vaksinasi booster, yaitu secara gratis dan berbayar.

Vaksinasi Booster Gratis

Vaksinasi booster secara gratis mengutamakan lansia dan kelompok rentan terlebih dahulu. Selain itu, masyarakat penerima bantuan iuran(PBI) BPJS Kesehatan juga masuk penerima Vaksin booster gratis.

Pemerintah menargetkan setidaknya 100 juta masyarakat akan mendapatkan vaksin booster secara gratis ini.

Vaksinasi Booster Berbayar

Sedangkan, untuk masyarakat yang terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan Non PBI, atau asuransi kesehatan lainnya akan mendapatkan vaksin booster yang berbayar.

Terdapat 3 kategori kelompok yang bisa mendapatkan vaksin Booster dengan syarat melakukan pembayaran, yakni:

  1. Pekerja penerima upah dan anggota keluarganya
  2. Pekerja bukan penerima upah dan anggota keluarganya
  3. Bukan pekerja dan anggota keluarganya

(Baca Juga: 9 Tips Memilih Asuransi Kesehatan Anak)

Asuransi Kesehatan sebagai Perlindungan Diri Tambahan

Setelah menyimak informasi terkait varian omicron, dan akan diadakannya vaksinasi booster, tentu membuat kamu menjadi semakin waspada terhadap virus varian terbaru ini.

Vaksinasi booster berbayar mungkin akan dirasakan oleh sebagian masyarakat Indonesia. Mungkin, jumlah biaya yang perlu dikeluarkan pun tidak sedikit.

Mengingat hal tersebut, kamu perlu menjaga tubuh lebih ketat lagi, agar tidak terkena berbagai virus dan penyakit yang ada disekitar.

Salah satunya adalah dengan menggunakan asuransi kesehatan. Hal tersebut karena asuransi kesehatan dapat memberikan jaminan untuk nasabah ketika jatuh sakit.

Sehingga, kita tidak perlu lagi memikirkan biaya pengobatan dan perawatan rumah sakit ketika suatu saat jatuh sakit. Sebab, semua sudah ditanggung oleh pihak asuransi.

Terlebih, biaya rumah sakit terus meningkat dari waktu ke waktu. Dengan adanya asuransi kesehatan ini, kamu bisa menghemat dan tidak mengganggu keuangan yang telah direncanakan.

Saat ini, asuransi kesehatan ada banyak jenisnya. Berbagai perusahaan asuransi pun terus mengeluarkan jenis asuransi kesehatan dengan banyak manfaat untuk nasabah.

Hal tersebut, mungkin akan membuat kamu sedikit bingung dalam memilih jenis asuransi yang akan digunakan nantinya.

Agar lebih mudah, kamu bisa melakukan perbandingan antar asuransi kesehatan di CekAja.com. Di sana ada banyak jenis asuransi kesehatan yang bisa kamu bandingkan.

Dengan melakukan perbandingan tersebut, kamu jadi lebih mudah memilih jenis asuransi kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial kamu.

Setelah melakukan perbandingan, kamu bisa lansgung mengajukan pendaftaran kepemilikan asuransi kesehatan melalui CekAja.com.

Proses pengajuannya dilakukan secara online, jadi kamu tidak perlu keluar rumah dna menghindari kontak dengan banyak orang.

Selain itu, proses pengajuannya juga terbilang cepat, mudah, dan juga aman. Sebab, CekAja.com sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jadi, tunggu apalagi? Yuk, segera ajukan asuransi kesehatan sekarang juga!