10 Varian Baru Covid-19 yang Perlu Diketahui, Beserta Gejala dan Cara Pencegahannya

Belakangan ini penularan virus Covid-19 diketahui sangat cepat, akibat dari munculnya beberapa varian baru Covid-19 yang lebih “agresif”. Disebut seperti itu karena gejala yang ditunjukkan layaknya gejala sakit biasa, yaitu demam, batuk kering dan kelelahan.

10 Varian Baru Covid-19 yang Perlu Diketahui, Beserta Gejala dan Cara Pencegahannya

Salah satu varian baru Covid-19 yang diketahui masyarakat, yaitu Delta. Virus yang pertama kali ditemukan di India ini, kini banyak menginfeksi masyarakat Indonesia.

Bahkan, hadirnya varian baru ini menjadi penyebab utama melonjaknya angka kasus Covid-19 di Indonesia.

Maka dari itu, untuk menjaga diri agar terhindar dari risiko terinfeksi virus Covid-19, kamu perlu mengetahui sejumlah daftar varian baru Covid-19, beserta cara penanganannya yang tepat.

Lantas, apa saja varian baru Covid-19 tersebut? Daripada penasaran, pada kesempatan kali ini CekAja akan mengulas sejumlah varian barunya, secara lengkap khusus untuk kamu. Simak bersama-sama, yuk!

Daftar Varian Baru Covid-19

Tak perlu berlama-lama, di bawah ini CekAja memberikan 10 daftar varian baru Covid-19 seperti yang sudah dijanjikan sebelumnya, yang di antaranya yaitu:

1. Virus Varian Alpha dari Inggris

Kode: B.117

Varian baru Covid-19 yang pertama, yaitu varian Alpa dengan kode B.117. Varian virus yang pertama kali muncul di Inggris pada Desember 2020 ini, menunjukkan gejala tertentu pada orang yang terinfeksi, berupa:

  • Demam
  • Batuk
  • Gangguan pencernaan
  • Menurunnya fungsi indera pengecap dan penciuman (anosmia)
  • Sulit bernapas.

Berdasarkan studi awal yang dilakukan, varian virus Alpha ini memiliki penularan yang sangat cepat, sehingga meningkatkan potensi rawat inap.

(Baca Juga: Cara Dapatkan Obat Covid Gratis untuk Pasien Isoman)

2. Virus Varian Beta dari Afrika Selatan

Kode: B.1351

Virus varian Beta dengan kode B.1351, merupakan varian yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan, tepatnya di Teluk Nelson Mandela pada Oktober 2020.

Virus ini dinilai cukup berbahaya, karena mampu mempengaruhi netralisasi beberapa antibody. Namun, hingga saat ini belum diketahui apakah pengaruhnya tersebut dapat meningkatkan risiko keparahan penyakit atau tidak.

Tetapi yang pasti, virus varian Beta ini dapat mempengaruhi penurunan efikasi vaksin Covid-19, karena memiliki penularan yang sangat cepat, sehingga bisa meningkatkan angka kematian.

3. Virus Varian Delta dari India

Kode: B.1.617.2

Selain dua varian di atas, ada juga Delta yang merupakan varian baru Covid-19 dengan kode B.1.617.2.

Varian baru yang satu ini, bisa dibilang varian yang paling banyak diketahui masyarakat Indonesia, karena belakangan menginfeksi sebagian besar masyarakat, sehingga menyebabkan pelonjakan angka kasus Covid-19.

Buat kamu yang belum tahu, varian Delta muncul karena hasil dari mutasi ganda antara E484Q dan L452R.

E484Q sendiri adalah varian virus yang mirip dengan E484K, yaitu mutasi yang terlihat di varian B.13.53 Afrika Selatan dan P.1 Brasil.

Sementara, L452R adalah varian virus Covid-19 yang terdeteksi ada dalam varian B.1.429 dari California.

Banyaknya hasil mutasi tersebut, membuat varian Delta ini lebih menular dibandingkan varian lainnya, karena memiliki penyebaran yang sangat cepat. Hal itu terbukti dari melonjaknya kembali kasus Covid-19 di Indonesia belakangan ini.

4. Virus Varian Gamma dari Brasil

Kode: P.1

Menempati posisi keempat sebagai varian baru Covid-19, varian Gamma ini berasal dari Brasil dengan kode P.1.

Varian ini bisa muncul karena lolos dari netralisasi saat diinkubasi dengan antibody, yang dihasilkan sebagai bentuk respon atas gelombang pertama pandemi Covid-19.

5. Virus Varian Epsilon dari Amerika Serikat

Kode: B.1.427/B.1.429

Memiliki kode B.1.427/B.1.429, varian virus yang berasal dari California, Amerika Serikat ini memiliki nama Epsilon.

Ketika pertama kali terdeteksi, varian virus ini telah menyumbang sekitar 52 persen kasus Covid-19 di California, 41 persen di Nevada, dan 25 persen di Arizona. Bagaimana, sangat banyak bukan?

Maka dari itu, tak heran apabila CDC mengklasifikasikan virus ini sebagai kekhawatiran, karena memiliki kemampuan menularkan virus dengan sangat cepat.

6. Virus Varian Zeta dari Brasil

Kode: P.2

Jika sebelumnya ada Gamma, kali ini Brasil memiliki varian virus Covid-19 lainnya yang bernama Zeta dengan kode P.2.

Varian virus yang satu ini, awalnya terdeteksi di Inggris. Namun kemudian dilaporkan sudah menyebar ke Rio de Janeiro.

Varian Zeta ini memang diketahui memiliki kandungan E484K, namun belum bisa ditetapkan masuk ke kategori kekhawatiran seperti Epsilon, karena tidak mengandung mutasi penting lainnya yang berbahaya.

7. Virus Varian Eta dari Inggris

Kode: B.1.525

Selanjutnya ada varian virus dengan kode B.1.525, atau dikenal dengan nama Eta yang berasal dari Inggris.

Menurut para ilmuwan, varian virus ini memiliki beberapa mutasi pada gen protein lonjakan, termasuk E484K.

Walau begitu, varian virus ini masih belum bisa masuk dalam kategori kekhawatiran, karena belum ada bukti yang menunjukkan varian Eta menular, atau bahkan mengarah ke penyakit yang jauh lebih berbahaya.

8. Virus Varian Theta dari Filipina

Kode: P.3

Varian virus asal Filipina yang bernama Theta dengan kode P.3 ini, pertama kali terdeteksi pada 13 Maret 2021.

Varian ini memang sampai sekarang belum diketahui memberikan dampak pada kesehatan masyarakat, namun tetap berkemungkinan lebih menular dari versi Covid-19 aslinya, yaitu SARS-CoV-2.

9. Virus Varian Iota dari Amerika Serikat

Kode: B.1.526

Selain Epsilon, Amerika Serikat juga terdeteksi varian virus Covid-19 lainnya yang bernama Iota, dengan kode B.1.526.

Varian ini awalnya ditemukan pada sampel yang dikumpulkan di New York, pada November 2021. Namun, belum diketahui apakah penularannya lebih parah dibandingkan varian Covid-19 lainnya.

Yang pasti, varian ini menyebar dengan cukup efisien melalui beberapa wilayah metropolitan di New York, dan sekitarnya.

10. Virus Varian Kappa dari India

Kode: B.1.617.1

Varian baru Covid-19 yang terakhir, yaitu Kappa dari India dengam kode B.1.617.1. Varian yang muncul dari hasil mutasi ganda ini, diketahui telah menginfeksi lebih dari 2,7 juta kasus di India.

Untuk sub-garis keturunan B1617,1 dan B1617,2, masing-masing ditemukan dengan persentase sebesar 21 persen dan tujuh persen, dari semua sampel yang terkumpul.

Kedua sub-garis keturunan itu pun, telah teruji tahan dengan antibody Bamlanivimab. Yang mana, antibody tersebut dipakai untuk pengobatan Covid-19.

Gejala Umum Varian Baru Covid-19

Setelah mengetahui 10 varian baru Covid-19, kini saatnya kamu mengetahui apa saja gejala yang umumnya ditimbulkan dari varian baru tersebut.

Menurut World Health Organization (WHO), varian baru Covid-19 akan menunjukkan beberapa gejala pada fisik orang yang terinfeksi, dalam bentuk demam, kelelahan dan batuk kering.

Namun selain gejala umum, ada juga gejala khusus yang ditimbulkan dan perlu diwaspadai, di antaranya yaitu:

• Hilangnya indera perasa/pengecap dan penciuman (anosmia)
• Mata merah (konjungtivitis)
• Sakit kepala
• Hidung tersumbat
• Mual atau muntah
• Sakit tenggorokan
• Nyeri otot atau sendi
• Diare
• Berbagai jenis ruam pada kulit
• Pusing atau menggigil.

Itu semua merupakan gejala khusus yang dapat dirasakan orang yang sudah terinfeksi virus Covid-19. Namun, bisa dibilang itu adalah gejala ringan. Karena, gejala beratnya ditunjukkan dengan hal-hal berikut ini.

• Hilangnya nafsu makan
• Sesak napas
• Nyeri atau tekanan yang terus-menerus terasa di dada
• Kebingungan
• Suhu badan tinggi, yaitu di atas 38 derajat Celsius.

Selain menimbulkan gejala fisik, varuan baru Covid-19 juga menunjukkan gejala psikis, yang dapat dilihat dari:

• Berkurangnya kesadaran (terkadang kejang)
• Sulit tidur
• Depresi
• Gelisah
• Kebingungan
• Mudah marah
• Komplikasi neurologis yang lebih parah dan jarang terjadi, yaitu seperti delirium, stroke, kerusakan saraf dan radang otak.

Itulah semua gejala yang ditimbulkan dari varian baru virus Covid-19. Semua gejala tersebut wajib kamu ketahui dengan baik, agar kamu bisa segera menjaga kesehatan diri dengan lebih optimal, sehingga terhindar dari risiko terinfeksi virus Covid-19.

Cara Mencegah Penularan Varian Baru Virus Covid-19

Untuk lebih menjaga kesehatan diri dari virus Covid-19, kamu bisa melakukan beberapa cara pencegahan yang di antaranya yaitu:

  • Disiplin melakukan protokol kesehatan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilisasi dan interaksi
  • Membatasi lingkaran sosial
  • Melakukan vaksinasi Covid-19.

(Baca Juga: Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Vaksin)

Tiga poin tersebut merupakan inti, dari upaya mencegah penularan virus Covid-19 varian baru. Namun, jika kamu masih merasa takut dan ingin mendapat proteksi lebih, maka kamu bisa menggunakan asuransi kesehatan.

Sebab, asuransi kesehatan akan menjamin kesehatanmu dari segi finansial. Dengan begitu, ketika sakit nantinya kamu tidak perlu lagi khawatir memikirkan besarnya biaya pengobatan dan perawatan yang harus dibayarkan, karena telah ditanggung asuransi kesehatan.

Nah, jika hingga saat ini kamu belum tahu ingin menggunakan asuransi kesehatan apa, maka kamu bisa berkunjung ke situs CekAja.com.

Di sana, tersedia banyak produk asuransi kesehatan dari perusahaan ternama dan terpercaya, yang bisa dipilih sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.

Tidak hanya itu, proses pengajuannya pun sangat mudah, cepat dan aman, karena CekAja.com telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jadi, tunggu apalagi? Yuk, ajukan asuransi kesehatan terbaikmu sekarang juga!