Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Video Metromini Hadang TransJakarta Viral: Ini Fakta-fakta si Bus Merah

by Tisyrin N. T on 10 Juli, 2019

Video Metromini yang menghadang TransJakarta jurusan Pasar Minggu – Tanah Abang belakangan viral. Pada video itu terlihat Metromini yang seolah sengaja berjalan dengan pelan di depan TransJakarta. Video Metromini tersebut diunggah sebuah akun Instagram.

video Metromini

Metromini dahulu pernah berjaya. Namun kini, sebagian dari kita bisa saja sudah lupa rasanya naik Metromini atau yang dahulu dikenal sebagai bus merah. Metromini sudah tergeser keberadaannya oleh transportasi lain seperti TransJakarta serta transportasi online yang merebut hati masyarakat perkotaan beberapa tahun terakhir.

Nah, sebelum Metromini benar-benar hilang dari peredarannya, tak ada salahnya kita meninjau ulang fakta-fakta tentang Metromini. Rupanya, Metromini awalnya merupakan kendaraan untuk memfasilitasi sebuah pesta olahraga di tahun 1960-an. Simak fakta-faktanya seperti yang dirangkum CekAja dari berbagai sumber!

Transportasi Pesta Olahraga Ganefo Tahun 1963

Tahukah kamu bahwa pada mulanya, Metromini dimanfaatkan sebagai transportasi untuk keperluan pesta olahraga negara-negara berkembang Games of the New Emerging Forces (Ganefo) tahun 1963. Hal tersebut atas perintah Presiden Soekarno.

Ganefo merupakan ajang yang dibuat Soekarno untuk menandingi Olimpiade. Ganefo pertama kali diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 10 – 22 November 1963. Ajang tersebut diikuti oleh 2.200 atlet dari 48 negara Asia, Afrika, dan Amerika Latin.

Terdapat setidaknya 20 cabang olahraga di Ganefo yakni atletik, renang dan lompat indah, sepakbola, bola voli, bola basket, angkat besi, menembak, anggar, gulat, tinju, balap sepeda, tenis meja, tenis, bulutangkis, polo air, hoki, panahan, layar, yudo dan senam. Karena itulah, dibutuhkan kendaraan untuk mengangkut para atlet dari penginapan ke lokasi pertandingan.

(Baca juga: Menggiurkan! Sewa Lapak di Stasiun MRT Cuma Rp1,3 juta Sebulan)
PT Metromini Dibentuk Tahun 1976

Ketika pesta olahraga Ganefo selesai, bus-bus merah tetap beroperasi tetapi tanpa manajemen yang jelas. Gubernur saat itu menitipkannya pada perusahaan swasta seperti Arion tetapi tetap tak mampu dikelola dengan baik.

Barulah pada tahun 1976, ketika era Gubernur Ali Sadikin, PT Metromini dibentuk untuk mengelola bus-bus merah.  Sayangnya, pada praktiknya, layanan Metromini malahan dikelola perorangan. Dengan begitu, perusahaan tak mampu menjamin kualitas dan layanan bus. Sopir bekerja untuk memenuhi target setoran yang terhitung sebagai biaya sewa kendaraan.

Maka gak perlu kaget jika kamu pernah bertemu dengan Metromini yang reyot dan tidak terawat atau sopir yang ugal-ugalan.

Masih Beredar Meski Terancam Perda

Terdapat peraturan yang mengancam keberadaan metromini. Peraturan tersebut yaitu Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2014 tentang Transportasi. Pasal 51 ayat (2) poin b menyebutkan bahwa masa pakai kendaraan bermotor umum dibatasi dengan ketentuan: mobil bus besar paling lama 10 tahun dan mobil bus sedang paling lama 10 tahun.

Sedangkan mobil bus kecil, mobil penumpang umum dan angkutan lingkungan dibatasi paling lama 10 tahun, taksi paling lama 7 tahun, dan mobil barang paling lama 10 tahun.

Perda tersebut seharusnya mulai berlaku setahun setelah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo alias Jokowi pada 28 April 2014. Namun kenyataannya, hingga kini masih ada Metromini yang beredar meski jumlahnya sudah menyusut.

(Baca juga: Beda Tarif MRT, LRT, KRL hingga Transjakarta, Mana Paling Murah?)
Jokowi Pernah Jadi Penumpang Setia Metromini

Jokowi rupanya punya kenangan dengan Metromini. Puluhan tahun silam, pria ini pernah akrab dengan Metromini, tepatnya pada tahun 1985. Siapa sangka, Jokowi pernah jadi penumpang setia si bus merah.

Kala itu, Jokowi yang baru saja lulus dari Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi pekerja di Jakarta selama kurang lebih tujuh bulan. Dia harus naik Metromini dari tempat tinggalnya menuju tempat kerja.

Nah, kamu sendiri, pernah gak naik Metromini? Atau, punya kenangan khusus tentang Metromini? Kalau kamu sudah bosan naik kendaraan umum dan pengen punya mobil sendiri, manfaatkan saja fasilitas Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) untuk mewujudkan keinginanmu. Kalau sudah punya, jangan lupa untuk gunakan asuransi kendaraan bermotor ya untuk melindungi mobilmu!

Tentang Penulis

Penulis konten yang pernah mencicipi profesi sebagai jurnalis bidang finansial, kesehatan, seni, dan lifestyle.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami