Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Virus Corona Adalah Penyakit yang Bisa Sembuh Sendiri. Ini Faktanya!

by Vera Khairifah on 19 Maret, 2020

Beberapa bulan terakhir publik  dikejutkan dengan adanya wabah penyakit dari virus corona. Meskipun menyebabkan kematian untuk sebagian penderitanya, ternyata virus corona adalah virus penyebab penyakit yang bisa sembuh dengan sendirinya.

Virus Corona Adalah Penyakit yang Bisa Sembuh dengan Sendirinya. Ini Faktanya

Kenali Lebih Jauh Virus Corona

Virus corona adalah sebuah virus penyebab penyakit yang mirip dengan flu. Dikenal juga dengan sebutan COVID-19, virus corona masuk ke dalam kategori virus baru yang menyerang manusia. Sehingga belum bisa diidentifikasi lebih lanjut soal perkembangan dan vaksinnya.

Mulanya, wabah dari virus ini ditemukan pertama kali di Wuhan, China, pada Desember 2019 lalu. Karena penularan yang cepat, virus ini menyebar ke wilayah lain bahkan hingga ke negara-negara lain di dunia. Seperti Jepang, Korea, Italia, hingga sekarang masuk ke Indonesia.

Virus corona adalah virus yang menyebabkan seseorang menderita infeksi pernapasan ringan hingga berat, dengan gejala yang mirip seperti flu. Semua orang sama-sama memiliki kemungkinan terjangkit virus ini. Mulai dari bayi, balita, anak-anak, orang dewasa, hingga lansia.

Pada kasus terberat,virus corona menyebabkan pneumonia atau infeksi paru-paru, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS), serta bisa menyebabkan kematian (umumnya karena disertai komplikasi penyakit lain).

(Baca Juga: Mengenal Apa Itu Social Distance agar Tidak Jadi Korban Corona)
Penularan Virus Corona

Sebelumnya, publik sangat khawatir tentang penularan virus corona ini. Namun, para ahli kesehatan kemudian mensosialisasikan bahwa penularan virus corona bukan melalui udara.

Melainkan melalui droplet atau tetesan air liur, cairan hidung, atau kontak dengan orang yang terinfeksi saat mereka batuk atau bersin.

Sebagai pencegahan, penggunaan masker disarankan untuk mereka yang sedang merasa tidak enak badan (kondisi imunitas tubuh sedang lemah), isolasi diri di rumah (setidaknya selama 14 hari) dan tidak bepergian untuk keperluan yang tidak mendesak, rajin mencuci tangan, tidak menyentuh wajah, dan segera mandi setelah bepergian dari luar.

Gejala Corona

Karena virus corona adalah virus yang lebih fokus menyerang sistem pernapasan, maka gejala-gejala yang dirasakan orang yang terinfeksi kemungkinan sebagai berikut:

  • Batuk
  • Pilek
  • Sakit tenggorokan
  • Sesak napas
  • Demam dengan suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius
  • Nyeri dada

Gejala ini akan timbul dalam waktu dua hari sampai dua minggu setelah terpapar virus corona.

Tahap Pemeriksaan Dokter

Jika kamu merasakan gejala virus corona, baru saja bepergian dari luar negeri, atau melakukan kontak dengan pasien yang terinfeksi virus corona, kamu disarankan untuk segera memeriksakan diri ke rumah sakit.

Adapun tahap pemeriksaan yang dilakukan dokter terhadap pasien yang kemungkinan terinfeksi virus corona adalah sebagai berikut:

Dokter akan menanyakan gejala yang dirasakan, aktivitas bepergian terakhir, dan melakukan pemeriksaan dengan uji sampel darah, pengambilan sampel dahak dengan tes usap tenggorokan, serta rontgen dada untuk pengecekan apakah ada cairan di paru-paru.

Hasil lab dan rontgen akan dianalisa oleh dokter. Jika hasil menunjukkan positif, maka pasien akan menjalani perawatan dan karantina di rumah sakit yang ditunjuk untuk menangani pasien virus corona.

Selanjutnya, pasien diberikan obat penurun demam dan pereda nyeri, konsumsi air putih yang cukup, serta istirahat secara maksimal.

Perbedaan Status Penderita Corona

Selain memahami gejala, kamu juga harus tahu perbedaan status penderita virus corona, sebelum dinyatakan sebagai pasien positif.

Pengelompokan ini dibuat berdasarkan perbedaan risiko dan penampakan gejala yang ditunjukkan orang-orang yang mungkin atau sudah terinfeksi virus corona. Berikut penjelasannya.

  • ODP (Orang Dalam Pemantauan)

Disebut untuk orang yang baru bepergian ke luar negeri selama periode ditemukannya virus corona, pernah melakukan kontak langsung dengan pasien positif, dan merasakan gejala corona.

  • PDP (Pasien Dalam Pengawasan)

Sebutan bagi pasien yang sudah dirawat oleh tenaga dan ahli medis, dan menunjukkan gejala corona.

  • Suspect

Sebutan untuk seseorang yang diduga kuat terinfeksi virus corona  dengan gejala yang ditunjukkan, pernah melakukan kontak dengan pasien positif, dan harus segera atau sedang melakukan pemeriksaan dan uji lab lebih lanjut.

Virus Corona Adalah Penyakit yang Bisa Sembuh Sendiri

Sempat dihebohkan soal pengertian virus corona adalah penyakit mematikan, ternyata ada fakta baru yang menyatakan bahwa virus corona bisa sembuh dengan sendirinya.

Pernyataan tersebut dikatakan dari Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto, yang kemudian disetujui oleh dokter dan ahli kesehatan lainnya. Yakni dr. Tompi dan Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito.

Jadi, virus corona yang menyerang tubuh manusia pada dasarnya bisa dilawan dengan imunitas manusia itu sendiri. Cara kerja sistem imunitas tubuh umumnya akan memberi reaksi ketika terinfeksi virus yang tak dikenal dan berbahaya untuk tubuh.

Reaksi dan proses perlawanan virus inilah yang menyebabkan kita merasakan sakit atau keluhan kesehatan. Jika seseorang yang terinfeksi memiliki imunitas tubuh yang baik disertai dengan istirahat cukup dan konsumsi obat yang tepat, maka virus corona bisa sembuh dengan sendirinya.

Sejauh ini sudah ada puluhan ribu pasien positif corona di seluruh dunia yang berhasil sembuh. Sedangkan dampak kematian umumnya terjadi pada pasien yang memiliki riwayat penyakit lain, atau terkena komplikasi penyakit berbahaya lain.

(Baca Juga: Ini Asuransi di Indonesia yang Mengcover Virus Corona)
Biaya Tes Corona

Seseorang yang merasakan gejala atau merasa adanya kemungkinan tertular virus corona bisa memeriksakan diri di rumah sakit yang ditunjuk masing-masing daerah.

Presiden Jokowi menegaskan, sudah ada ratusan rumah sakit di seluruh provinsi yang ditunjuk sebagai rumah sakit penanganan virus corona.

Biaya untuk tes corona berbeda-beda, tergantung pula dengan kebijakan pemerintah setempat. Misalnya, untuk beberapa rumah sakit di Jakarta dikenakan biaya tes sekitar Rp500.000 sampai Rp700.000, sedangkan di Surabaya diklaim tidak memungut biaya untuk tes corona.

Lindungi dirimu dan orang terdekat dengan asuransi kesehatan yang terpercaya. Cek produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhanmu, serta ajukan secara mudah lewat CekAja.com.

Tentang Penulis

Vera Khairifah

A content writer and socmed enthusiast