Virus Corona Penyebab Resesi Dunia? Ini Kata IMF

4 min. membaca Oleh Estrin Vanadianti Lestari on

Seperti yang kita ketahui, semenjak Covid-19 muncul di Wuhan, China, virus ini membuat setidaknya perekonomian China terhenti, terlebih mereka juga menerapkan lockdown secara nasional. Tidak lama kemudian, virus ini menyebar hingga ke beberapa negara seperti ke Korea Selatan, Iran, Italia, Malaysia, hingga Indonesia, yang membuat perekonomiannya juga ikut tertekan. Bahkan, banyak pendapat bahwa virus corona penyebab resesi dunia.

resesi ekonomi karena corona

Apa Itu Resesi?

Bagi kamu yang masih awam dengan istilah resesi mungkin akan bingung. Nah, dalam ilmu ekonomi makro resesi atau kemerosotan merupakan kondisi ketika produk domestik bruto (GDP) menurun, atau juga bisa disebut pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal atau lebih dalam satu tahun.

Selain itu, resesi juga dapat mengakibatkan penurunan secara simultan pada seluruh aktivitas ekonomi seperti lapangan kerja, investasi, dan keuntungan perusahaan. Resesi bahkan sering diasosiasikan dengan turunnya harga-harga (deflasi), atau sebaliknya, meningkatkan harga-harga secara tajam (inflasi), dan dalam proses yang yang dikenal sebagai stagflasi.

Apakah dunia yang saat ini sedang dilanda musibah berupa pandemi corona, juga bisa memengaruhi terjadinya resesi di dunia? Ini kata IMF atau International Monetary Fund.

Seperti yang dilansir wartaekonomi.co.id, Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF), menyatakan penyebaran Covid-19 atau virus corona di sejumlah negara, telah mendorong ekonomi global ke dalam resesi.

Apakah Setiap Pandemi, Mengakibatkan Resesi?

Kenyataannya, resesi dunia ternyata tidak hanya terjadi saat ini, yakni ketika virus corona muncul dan menjadi pandemi di seluruh dunia. Pasalnya, hubungan antara virus dan resesi ekonomi telah terjadi berulang kali.

Bahkan, dilansir dari laman katadata.com, Lembaga riset nirlaba asal AS, National Bureau of Economic Research pernah melakukan studi, di mana mereka menemukan paling tidak ada dua kejadian flu, yang berakhir dengan kejatuhan kondisi ekonomi.

(Baca Juga: Imbas Corona, Walt Disney Rumahkan Karyawan Sebanyak 43.000)

2 Pandemi ini Pernah Menyerang Dunia

Wabah yang menjadi pandemi pertama adalah Flu Rusia pada 1889-1890, di mana pandemi ini memakan korban hingga satu juta orang, secara global. Flu yang pertama kali ditemukan di Saint Petersburg ini langsung menginfeksi banyak orang, dan mengakibatkan resesi pada kawasan itu.

Wabah yang kedua adalah pandemi flu Spanyol yang terjadi pada 1918. Di mana flu ini terjadi pada akhir Perang Dunia I, dan sebelum resesi kembar pada 1918-1919 dan 1920-1921.

Meski begitu, ternyata tidak semua wabah menyebabkan resesi. Pasalnya, di tahun 2002-2003, wabah SARS juga pernah muncul di Tiongkok, dan Hongkong. Namun, wabah tersebut tidak sampai membuat ekonomi global kolaps.

Bahkan, dilansir katadata.com, laman Observer.com menuliskan bahwa kepanikan karena virus sangat menular, hingga mematikan , dimana hal tersebut cenderung mendorong ketidakstabilan ekonomi. Nah, di tahun ini, pandemi corona yang menyerang sejumlah negara membuat panik penduduknya, apalagi terkait ekonomi.

Sehingga, negara-negara harus menanggapi dengan pengeluaran stimulus yang sangat besar untuk menghindari kebangkrutan dan gagal bayar utang.

Selain itu, Direktur Pelaksana IMF, yakni Kristalina Georgieva mengatakan, negara-negara berkembang mungkin akan membutuhkan setidaknya USD2,5 triliun untuk melewati krisis, hingga digunakan sebagai cadangan internal setiap negara.

Dunia sendiri juga pernah mengalami resesi global, yang terjadi pada tahun 2009. Bahkan, resesi 2009 tidak lebih buruk dari resesi yang terjadi di tahun ini.

Untuk jangka waktu pemulihannya sendiri, krisis akibat virus corona mungkin akan lebih lama, atau setidaknya pada 2021, dibandingkan krisis keuangan global pada 2008-2009 lalu.

Apa Dampaknya Terutama bagi Negara Berkembang?

Kondisi terburuk memang masih belum terjadi bagi banyak negara berkembang, namun mereka menderita. Hal tersebut dikarenakan arus modal keluar, berkurangnya permintaan untuk ekspor mereka dan penurunan tajam dalam harga komoditas.

Apa Langkah IMF di Tengah Pandemi Corona Saat ini?

Seperti yang diketahui, bahwa lembaga dunia seperti IMF dan Bank Dunia, merupakan lembaga yang memang diciptakan untuk membantu para negara, yang sedang mengalami krisis atau bencana. Sehingga, sampai sejauh ini, sudah ada 81 negara yang telah meminta atau bertanya tentang pembiayaan darurat dari IMF.

81 negara tersebut di antaranya, 50 negara berpenghasilan rendah, dan 31 negara berpenghasilan menengah, termasuk Pakistan, Ghana, Iran, dan Kirgistan. Di mana 4 negara tersebut juga merupakan negara yang diberikan bantuan pertama.

Selain itu, IMF juga telah memfokuskan upaya pada serta langkah yang bisa dilakukan dengan cepat. Salah satunya terkait penggandaan pembiayaan darurat menjadi USD100 miliar dan penciptaan fasilitas likuiditas jangka pendek baru.

(Baca Juga: Inspiratif, Ini 5 Miliuner Dunia Paling Banyak Berdonasi Atasi Corona)

Apakah Ada Nilai Positif dari Terjadinya Resesi?

Dihimpun TheBalance.com, dari katadata.com, tidak semua hal berdampak negatif, namun dari terjadinya resesi ini setidaknya ada satu dampak positif, yakni bisa menyembuhkan inflasi.

Di mana pemerintah dan politisi akan memfokuskan suatu anggaran dan belanja negara untuk merangsang ekonomi. Kebijakan tersebut bisa melalui penurunan pajak, meningkatkan bantuan atau program sosial, dan mengabaikan defisit anggaran.

Tidak hanya itu, dampak dari resesi lainnya adalah setiap negara memiliki pembelajaran utama, yakni resesi selalu diikuti dengan pemulihan yang cukup besar atau rebound di pasar saham.

Sehingga, bagi para pelaku pasar, sebenarnya tidak bisa diam merenungi nasib karena harga saham turun. Justru saat ini merupakan kesempatan bagi mereka untuk mengatur ulang portofolio, agar bisa meraih rebound cepat dan kuat.

Bahkan, Otoritas Jasa Keuangan menghimbau masyarakat tidak perlu khawatir, mengingat fundamental ekonomi Indonesia masih terbilang bagus.

Nah, bicara soal saham atau investasi, bagi kamu yang masih ingin mencoba berinvestasi, tidak ada salahnya loh. Intinya, kamu jangan mudah terpengaruh kondisi pasar, melihat ketepatan waktu berinvestasi, hingga lakukan investasi secara berkala.

Untuk mendapatkan informasi terkait produk-produk investasi, yang bisa kamu pilih seperti reksa dana, deposito, emas, dan lain-lain, kamu bisa langsung kunjungi situs CekAja.com.

[widg-inv]