Virus Corona, SARS, dan MERS. Apa Bedanya?

3 min. membaca Oleh Sindhi Aderianti on

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan wabah virus corona baru atau 2019-nCoV sebagai situasi darurat global atau Public Health Emergency of International Concern. WHO mendefinisikan Situasi Darurat Global sebagai peristiwa luar biasa yang berisiko mengancam kesehatan masyarakat negara lain.

Perbedaan virus Corona, SARS, dan MERS

Fenomena ini bukan kali pertama terjadi di dunia. Beberapa tahun sebelum kemunculan coronavirus, virus sejenis pernah lebih dulu mewabah dan memakan banyak korban, di antaranya adalah SARS (Serve Acute Respiratory Syndrome) dan MERS (Middle East Respiratory Syndrome).

(Baca Juga: Bila Tertular, Ada Kemungkinan Sembuh dari Virus Corona!)

Ketiga virus yang telah disebutkan tadi boleh dibilang ‘serumpun’, karena sama-sama menyebabkan pneumonia akut. Pneumonia adalah kondisi saat paru-paru terinfeksi dan menyebabkan peradangan pada alveolus. Ketika saluran pertukaran tersebut meradang, maka bagian dalamnya akan terisi dengan cairan atau nanah yang membuat penderitanya kesulitan untuk bernapas. Itulah mengapa virus corona dan sejenisnya amat berpotensi mengancam nyawa seseorang.

Ada beberapa perbedaan virus corona, SARS, dan MERS. Yuk, ketahui penjelasannya lengkapnya di bawah ini!

1. Virus Corona

Virus Corona - Virus Corona, SARS, dan MERS. Apa Bedanya

Virus corona pertama kali dilaporkan muncul pada Desember 2019 di Wuhan, China. Kata ‘Corona’ berasal dari bahasa Latin yang memiliki arti mahkota. Jika dilihat dari mikroskop, virus ini memang terlihat seperti lingkaran berduri dengan gumpalan kecil di sekelilingnya. Perawatan untuk coronavirus pada umumnya adalah istirahat, karantina, atau rawat inap.

Penyebab munculnya virus corona diduga akibat mengonsumsi atau melakukan kontak langsung dengan hewan pembawa virus. Tapi, sebagian berita menyebut kalau ada kebocoran ‘senjata biologis’ dari laboratorium setempat. Penularan virus mematikan ini sangat mungkin terjadi lewat transmisi udara, cairan tubuh seperti bersin atau batuk, sampai kontak langsung dengan pasien.

Hingga Senin, 27 Januari 2020, mendekati 3000 orang dilaporkan terjangkit, sementara angka kematian sudah mencapai 200 lebih orang. Kebanyakan kasus berada di Wuhan, China lalu negara Asia lain dan sebagian ada di Amerika Serikat dan Eropa.

2. SARS

SARS - Virus Corona, SARS, dan MERS. Apa Bedanya

Tahun 2002 lalu, SARS pertama kali muncul di bagian selatan China. SARS adalah singkatan dari Severe Acute Respiratory Syndrome yang diyakini menyebar awalnya melalui kelelawar dan kemudian bisa ditularkan antarmanusia lewat kontak dekat.

Awalnya, virus ini nampak seperti flu biasa dengan gejala berupa menggigil, nyeri otot, sakit kepala, demam, dan terkadang, diare. Seminggu setelahnya, pengidap SARS akan mengalami batuk kering, sesak napas, dan demam di atas 38 derajat celcius. SARS dapat menular dengan cepat melalui kontak fisik dan udara. Sejak merebak ke seluruh dunia, tercatat ada 8.098 kasus dengan jumlah kematian 774 orang atau sekitar 10 persen.

3. MERS

MERS - Virus Corona, SARS, dan MERS. Apa Bedanya

MERS merupakan singkatan dari Middle East Respiratory Syndrome yang pertama kali dilaporkan ada di Arab Saudi tahun 2012. Penyebab awalnya disinyalir karena bersentuhan dengan unta, memakan daging, atau meminum susunya. Penularan manusia ke manusia amat terbatas serta tidak besar potensi penularan.

CDC (Centers for Disease Control and Prevention) menulis bahwa gejala MERS meliputi demam, batuk-batuk, dan sesak nafas. Masa inkubasi virus ini berlangsung dalam waktu lima hingga enam hari sesudah seseorang terpapar virus MERS.

Sejak muncul, ia MERS telah menular ke ribuan orang di lebih dari 26 negara. Ada sekitar 2.494 kasus dengan kematian 858 orang. Berbeda dengan SARS dan coronavirus yang bisa menjangkit semua umur, MERS tidak begitu ganas pada orang berusia muda.

Cegah Penularan Virusnya

Meskipun ketiga virus mengerikan ini belum ditemukan vaksin dan pengobatannya yang efektif, kamu tetap bisa melakukan beberapa cara untuk mencegah penularan tersebut, seperti:

  • Selalu mengenakan masker setiap keluar rumah
  • Rajin mencuci tangan dengan benar menggunakan air mengalir dan sabun selama setidaknya 20 detik
  • Jangan berdekatan atau melakukan kontak dengan orang yang sedang sakit, khususnya dengan gejala seperti flu dan sesak napas.
  • Hindari menyentuh hidung, mulut, atau mata sebelum mencuci tangan.

Seperti itulah perbedaan virus corona, SARS, dan MERS. Bila mengalami gejala flu atau pilek tak kunjung sembuh, sehabis bepergian ke negara lain, ataupun sesudah melakukan kontak dengan pasien terjangkit, segera periksakan dirimu ke dokter.

Miliki asuransi kesehatan untuk mengcover semua kebutuhan medismu, dapatkan yang terbaik hanya di CekAja.com.

(Baca Juga: Asuransi Pelajar di Luar Negeri, Sudah Punya?)

Tentang kami

Sindhi Aderianti

Sindhi Aderianti Penulis yang kadang jadi pedagang