Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

3 menit waktu bacaan

Wah! Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan II Tertinggi Sejak 2013

by Achmad Fauzi on 8 Agustus, 2018

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis capaian pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2018. Hasilnya, pertumbuhan ekonomi mencapai angka tertinggi sejak 2013.

persaingan bisnis - CekAja.com

Tercatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2018 tumbuh 5,27 persen year-on-year (yoy). Ekonomi Indonesia triwulan II 2018 terhadap triwulan sebelumnya meningkat sebesar 4,21 persen (q-to-q).

Dengan capaian ini membuktikan bahwa kondisi keuangan masyarakat Indonesia semakin membaik. Terlebih, pengeluaran konsumsi rumah tangga juga mencatatkan pertumbuhan tinggi. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga tercatat 5,14 persen (yoy) atau tertinggi sejak 2014, didukung oleh perbaikan pendapatan dan keyakinan konsumen serta terjaganya inflasi.

(Baca juga: INTERVIEW: Lowongan Pekerjaan Meningkat, Optimisme dari Pertumbuhan Ekonomi)

Dipengaruhi oleh Momen Puasa dan Lebaran

Naiknya pertumbuhan ekonomi memang dipengaruhi dari peningkatan konsumsi rumah tangga. Nah, sebenarnya peningkatan konsumsi tersebut dipengaruhi oleh adanya momen puasa dan lebaran yang jatuh pada bulan Juni. Pada momen tersebut, banyak masyarakat berbelanja untuk kebutuhan selama sebulan menjalani ibadah puasa.

Apalagi, pada momen tersebut masyarakat yang bekerja mendapatkan pendapatan lebih dari Tunjangan Hari Raya (THR). Dengan begitu, masyarakat membelanjakan lebih banyak uangnya, yang kemudian berimbas pada kenaikan konsumsi rumah tangga.

Kinerja Lapangan Usaha Makin Moncer

Tak perlu khawatir bagi Anda yang bekerja sebagai karyawan di suatu perusahaan, pasalnya kinerja perusahaan-perusahaan di Indonesia atau lapangan usaha makin moncer. Hal itu terlihat khususnya pada kinerja LU Perdagangan, LU Pertanian, LU Penyediaan Akomodasi, dan Makan Minum.  LU jasa-jasa lainnya, utamanya di jasa administrasi pemerintahan, jasa perusahaan, dan jasa kesehatan juga mencatatkan pertumbuhan ekonomi pada permintaan domestik.

(Baca juga: Serba-serbi Asuransi Gempa Bumi)

Sementara itu, kinerja LU Industri Pengolahan dan LU Konstruksi tercatat menurun terkait dengan jumlah hari kerja pada periode libur lebaran di Juni 2018 yang lebih panjang daripada 2017.

Jawa dan Sumatera Masih Mendominasi

Meskipun ekonomi Indonesia tumbuh, tapi pertumbuhan itu hanya didominasi dari Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Kelompok provinsi di Pulau Jawa memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB Indonesia, yakni sebesar 58,61 persen, diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 21,54 persen, dan Pulau Kalimantan sebesar 8,05 persen. Sementara itu, walaupun kontribusinya masih yang terkecil, pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai oleh kelompok Pulau Maluku dan Papua.

Memang kontribusi Jawa dan Sumatera memang paling tinggi, karena keduanya selama ini menjadi pusat perekonomian di Indonesia. Apalagi di Jawa, roda perekonomian sangat kencang bergerak.

(Baca juga: Mau Beli Mobil Baru? Cek dan Pastikan Asuransi Kendaraannya!)

Meskipun begitu, daerah lain tetap memberikan kontribusi yang nyata. Seperti Maluku dan Papua, meski kontribusinya masih yang terkecil, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh kelompok Pulau Maluku dan Papua.

Dengan capaian pertumbuhan ekonomi di Indonesia, membuktikan bahwa perekonomian masyarakat Indonesia makin berkembang. Harapannya, pertumbuhan ekonomi pada triwulan semakin tumbuh, sehingga makin sedikit tingkat kemiskinan di Indonesia.

Tentang Penulis

Jurnalis yang hampir menjadi pemain bola internasional.