Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Wanita Ini Tertular HIV dari Alat Facial Wajah, Cek Faktanya!

by Sindhi Aderianti on 27 September, 2018

Selama ini yang kita tahu virus HIV hanya bisa menular lewat hubungan seksual, menyusui, transfusi darah, atau jarum suntik. Namun ternyata, penularan virus yang menyerang imun tersebut bukan hanya dari itu. Baru-baru ini ada berita yang sempat viral dari media sosial tentang orang yang divonis HIV+ karena terkontaminasi alat facial wajah.

asuransi kesehatan - CekAja.com

Perama-tama melalui akun Instagram pribadinya, @catwomanizer, seorang aktivis kesehatan seksual, Andrea Gunawan ini membagikan pengetahuan dan informasi tentang HIV (human immunodeficiency virus). Virus ini mampu berkembang menjadi AIDS jika tubuh semakin melemah karena terinfeksi.

Tak lama kemudian, salah satu pengikutnya memberi komentar yang cukup mencengangkaan soal penyakit tersebut. Wanita ini membeberkan pengalaman dirinya yang pernahtertular HIV.

Ia tertular bukan karena seks bebas. Pasalnya, ia hanya berhubungan intim dengan suaminya. Tapi siapa sangka kalau alat facial wajah pada salon kecantikan lah penyebabnya. Menurut dokter yang ia datangi, alat facial wajah tersebut kemungkinan besar tidak steril.

(Baca juga: Fakta-fakta tentang Leukimia yang Serang Anak Denada)

Sebagai informasi, facial merupakan salah satu perawatan kulit wajah yang meliputi proses membersihkan komedo hingga memencet jerawat. HIV sendiri memang diketahui bisa menular melalui injeksi langsung ke aliran darah atau kontak dengan membran mukosa atau jaringan yang terluka dengan cairan tertentu.

Pada kasus ini, bekas darah dari jerawat orang yang menderita HIV bisa menjadi sumber penularan virus secara langsung.

https://twitter.com/hulaitsdv/status/1043541837196144640

(Baca juga: Mengenal Sindrom Steven Johnson yang Membuat Al Ghazali Pingsan)

Kenali Tanda-Tanda Orang Tertular Virus HIV

Agar kedepannya Anda lebih waspada, CekAja akan merangkum sejumlah tanda-tanda kemunculan virus HIV pada tubuh seseorang. Namun gejala ini muncul tidak langsung, melainkan 1 atau 2 bulan setekah virus HIV memasuki tubuh. Apa sajakah gejala yang dimaksud?

Demam

Gejala awal yang terjadi biasanya adalah demam mencapai 39 derajat C. Demam tersebut sering disertai dengan gejala ringan lainnya, seperti kelelahan, pembengkakan pada kelenjar getah bening, dan sakit tenggorokan.

Ruam Kulit

Ruam yang dialami oleh pengidap HIV ini lebih nampak seperti bisul. Warna ruamnya cenderung merah muda dan terasa sangat gatal. Selain ruam, di permukaan kulit pasien HIV pun nampak bintik-bintik ungu yang tidak kunjung hilang.

(Baca juga: Mengenal Kanker Kulit Melanoma yang Serang Menantu Hatta Rajasa)

Kelelahan

Pengidap HIV biasanya juga sering merasakan lelah berkepanjangan. Bahkan ketika mereka tidak beraktivitas sama sekali. Kelelahan akut ini disebabkan oleh respon inflamasi yang dihasilkan dari sistem kekebalan tubuh sedang aktif bekerja.

Berkeringat di Malam Hari

50% pasien HIV selalu berkeringat lebih banyak di malam hari. Sekalipun pasien sedang berada di dalam ruangan ber-AC, ia akan berkeringat lebih banyak sampai membuat pakaiannya basah.

Perubahan Pada Kuku

Jika diperhatikan, kuku pada pengidap HIV pun akan ikut mengalami perubahan yang signifikan. Seperti membelah, penebalan dan kuku yang melengkung, atau perubahan warna (hitam atau coklat berupa garis vertikal maupun horizontal).

Berat Badan Menurun Drastis

Sistem kekebalan tubuh yang kian hari kian menurun, tentu membuat berat badan ikut menurun drastis.

Ini Bedanya HIV dengan AIDS

Meski saling berhubungan, tapi sebenarnya HIV dan AIDS adalah dua hal yang berbeda. HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh seseorang hingga mudah terkena berbagai penyakit. Seseorang bisa dikatakan terjangkit virus HIV apabila virus tersebut masuk ke dalam saluran peredaran darah.

Sedangkan AIDS yang memiliki kepanjangan Acquired Immune Deficiency Syndrome merupakan stadium akhir dari infeksi virus HIV. Pada tahap ini, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya.

Orang yang terjangkit HIV belum tentu AIDS. Tapi orang yang divonis AIDS, berarti ia telah terjangkit virus HIV yang semakin memburuk tadi. Sejauh ini belum ada obat untuk menangani HIV dan AIDS. Akan tetapi, ada obat untuk memperlambat perkembangan penyakit tersebut, dan dapat meningkatkan harapan hidup penderita.

Dari cerita tadi, kini semua orang pun menyadari kalau virus HIV bisa datang dari sumber yang bahkan tak terduga. Selain itu, jadi lebih waspada terhadap gejala yang ditimbulkan juga. Berhati-hatilah dalam beraktivitas yang berkaitan dengan kontaminasi darah secara tidak langsung.

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.