Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Warga Jakarta Wajib Tahu, Ini 5 Aturan Ganjil Genap Terbaru

by Gentur Putro Jati on 8 Agustus, 2019

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memperluas pemberlakuan sistem ganjil genap plat nomor kendaraan mulai 9 September 2019. Buat kamu yang sehari-hari beraktivitas menggunakan mobil pribadi, wajib mengenal 5 aturan ganjil genap terbaru tersebut.

instalasi bambu getah getih

Aturan ganjil genap plat nomor kendaraan sebelumnya tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 155 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil Genap, yang diteken Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 31 Desember 2018 lalu.

Berhubung belakangan ini kualitas udara ibu kota yang buruk mendapat sorotan dari masyarakat dan Pemerintah Pusat, maka Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk merevisi Peraturan Gubernur tersebut dengan lima poin terbaru.

Berikut adalah lima perbedaan aturan ganjil genap terbaru, jika dibandingkan dengan aturan lama menurut Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo:

1. Pembatasan ganjil genap berlaku di 16 ruas jalan tambahan

Dalam Peraturan Gubernur Nomor 155 Tahun 2018, hanya ada sembilan ruas jalan yang diberlakukan pembatasan ganjil genap. Namun, dalam aturan ganjil genap terbaru nanti akan ditambah sebanyak 16 ruas jalan. Sehingga total ruas jalan yang pelintasnya diwajibkan untuk mematuhi aturan tersebut ada sebanyak 25 ruas jalan.

(Baca juga: Cara Memilih Nomor Kendaraan Ganjil Genap Resmi di Samsat)

Menurut Syafrin, perluasan sistem ganjil genap ke 16 ruas jalan tambahan dilakukan dengan pertimbangan kondisi ruas-ruas jalan tersebut sudah memadai. Selain itu, Syafrin menyebut ke-25 ruas jalan itu juga sudah dilayani oleh angkutan umum berupa moda raya terpadu (MRT) Jakarta dan Transjakarta. Sehingga, masyarakat tidak akan kesulitan dalam beraktivitas jika tidak bisa menggunakan mobil pribadinya untuk bepergian karena terbentur aturan ganjil genap terbaru.

Ke-25 ruas jalan tersebut adalah:

1. Jalan Medan Merdeka Barat; 2. Jalan MH Thamrin; 3. Jalan Jenderal Sudirman; 4. Sebagian Jalan Jenderal S Parman, dari ujung simpang Jalan Tomang Raya sampai simpang Jalan KS Tubun; 5. Jalan Gatot Subroto; 6. Jalan Jenderal MT Haryono; 7. Jalan HR Rasuna Said; 8. Jalan DI Panjaitan; 9. Jalan Jenderal Ahmad Yani (mulai simpang Jalan Perintis Kemerdekaan sampai dengan simpang Jalan Bekasi Timur Raya); 10. Jalan Pintu Besar Selatan; 11. Jalan Gajah Mada; 12. Jalan Hayam Wuruk; 13. Jalan Majapahit; 14. Jalan Sisingamangaraja; 15. Jalan Panglima Polim; 16. Jalan RS Fatmawati (mulai simpang Jalan Ketimun 1 sampai dengan simpang Jalan TB Simatupang); 17. Jalan Suryopranoto; 18. Jalan Balikpapan; 19. Jalan Kyai Caringin; 20. Jalan Tomang Raya; 21. Jalan Pramuka; 22. Jalan Salemba Raya; 23. Jalan Kramat Raya; 24. Jalan Senen Raya; 25. Jalan Gunung Sahari.

2. Berlaku sejak keluar pintu tol

Perluasan aturan ganjil genap terbaru ini, berimbas pada terhapusnya pengecualian pemberlakuan aturan di persimpangan terdekat sampai dengan pintu masuk dan keluar tol. Dalam aturan Gubernur Anies sebelumnya, sistem ganjil genap tidak berlaku di persimpangan tersebut.

“Terhadap pengecualian yang selama ini diberikan pada on off ramp tol, ini juga dihapus. Jadi ke depan, seluruh kendaraan yang keluar tol ataupun mau masuk tol, selama dalam koridor aturan ganjil genap terbaru, itu tetap berlaku,” ucapnya.

3. Satu jam lebih panjang!

Pemprov DKI Jakarta juga memperpanjang masa berlaku ganjil genap dalam rancangan aturan terbaru. Jika dalam Peraturan Gubernur Nomor 155 Tahun 2018, ganjil genap berlaku selama 8 jam yaitu di pagi hari pukul 06.00-10.00 dan dilanjutkan pada 16.00-20.00 setiap Senin sampai Jumat.

Maka dalam rancangan aturan ganjil genap terbaru akan diterapkan selama 9 jam!

“Ada penambahan satu jam di sore hari, menjadi jam 16.00-21.00,” kata Syafrin.

Ia menjelaskan, keputusan untuk memperpanjang masa berlaku ganjil genap, tidak lain untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di Jakarta yang juga terjadi sampai malam hari.

“Kecepatan kendaraan rata-rata di bawah 30 kilometer per jam walaupun sudah malam,” ujarnya.

4. Kendaraan listrik kebal ganjil genap

Buat kamu yang berencana membeli mobil pertama, atau mengganti mobil dengan yang lebih baru, atau ingin menambah koleksi mobil di rumah, tidak ada salahnya menebus mobil bertenaga listrik jangan yang mengkonsumsi bahan bakar minyak (BBM).

(Baca juga: Ini Cara Siasati Aturan Ganjil Genap Agar Finansial Sehat)

Sebab, aturan ganjil genap terbaru bakal dikecualikan untuk mobil listrik. Syafrin beralasan, pengecualian tambahan untuk kendaraan listrik karena Dinas Perhubungan DKI Jakarta menilai kendaraan jenis ini tidak menyumbang polusi udara.

“Pengecualian untuk kendaraan listrik ini adalah hal yang baru dari kebijakan yang diambil oleh Pak Gubernur,” tutur Syafrin.

5. Kanalisasi sepeda motor

Meskipun sepeda motor tidak jadi objek aturan ganjil genap terbaru, namun Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan menerapkan mekanisme lain untuk menertibkan para pengendara sepeda motor. Tujuannya agar para pengendara tidak mengambil lajur kendaraan roda empat atau lebih sehingga menyebabkan perlambatan lalu lintas.

“Kami akan melakukan kanalisasi sepeda motor di lajur paling kiri jalan. Sehingga aspek keselamatan, kenyamanan pengguna sepeda motor itu bisa kita jamin,” jelas Syafrin.

Sosialisasi kebijakan ganjil genap terbaru akan terus dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hingga 8 September, dan akan mulai diberlakukan 9 September mendatang. Jadi jangan lupa untuk mempelajari lima hal tersebut ya.

Jangan lupa juga untuk memberi perlindungan lebih dari insiden atau kecelakaan di jalan raya dengan asuransi kecelakaan diri dan asuransi kendaraan terbaik yang bisa kamu dapatkan dengan mudah lewat CekAja.com.

Tentang Penulis

Gentur Putro Jati

Ego in debitum, ergo sum

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami