Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Waspada Angin Puting Beliung, Kenali Tanda dan Upaya Perlindungannya

by Sindhi Aderianti on 13 Desember, 2018

Di musim hujan yang tengah mendekati puncaknya ini, berbagai fenomena alam mulai terjadi. Salah satunya adalah angin puting beliung. Beberapa wilayah di Indonesia sudah mengalaminya.

Asuransi Gempa Properti Rumah

Sebut aja di Bogor yang berdampak pada delapan kelurahan, yakni Batutulis, Lawanggintung, Pamoyanan, Cipaku, Ranggamekar, Sukasari, Baranangsiang, dan Babakan Pasar.

Dua orang bahkan harus meregang nyawa karena mobil yang ditumpanginya tertimpa pohon besar. Sementara ribuan unit rumah dan bangunan mengalami kerusakan parah.

Kepala Stasiun BMKG Bandung Toni Sukma Wijaya menjelaskan kondisi atmosfer berdasarkan Citra Satelit Himawari, diliputi oleh awan konvektif dengan jenis Cumulonimbus. Awan tersebut dapat menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang, puting beliung serta kilat atau petir.

Bukan hanya Bogor saja. Baru-baru ini, angin puting beliung juga turut menyapu kawasan Rasuna Garden di Kuningan, Jakarta Selatan. Menurut saksi mata, kejadian bermula saat terdengar suara gemuruh dari atap. Tak lama atap pun berterbangan dan membuat pengunjung panik. Warga yang sedang menikmati makan sontak berhamburan menyelamatkan diri menghindari atap yang beterbangan.

Terakhir, kota Batam pun turut merasakan dahsyatnya tiupan angin puting beliung. Tepatnya di sekitar Bandar Udara Hang Nadim. Namun hingga kini, belum diketahui seberapa besar kerusakan dan korban jiwa yang menjadi imbas.

(Baca juga: Bencana Alam Bisa Sebabkan Kredit Macet, Ini Alasannya)
Tanda dan Proses Terjadinya Angin Putih Beliung

Angin puting beliung biasanya terjadi saat pancaroba pada siang atau sore hari. Sebelum angin puting beliung melanda, ternyata ada beberapa ciri yang umumnya terjadi. Angin puting beliung hanya bisa diprediksi setengah jam sampai satu jam sebelum kejadian. Berikut tanda-tandanya:

  • Satu hari sebelum terjadinya puting beliung, udara akan terasa panas pada malam hingga pagi hari. Udara panas ini disebabkan oleh adanya radiasi matahari yang cukup kuat.
  • Lalu terlihat awan putih berlapis-lapis dengan batas tepi berwarna abu-abu tua yang disebut awan Cumulonimbus tadi.
  • Tanda berikutnya yang muncul adalah pepohonan mulai bergoyang dengan cepat. Ini diakibatkan karena dorongan angin dan udara dingin yang kemudian disusul turunnya hujan.

Barulah setelah itu angin puting beliung muncul di satu titik lokasi dengan durasi yang cukup singkat, yakni 5 sampai 10 menit saja. Luas perputaran angin puting beliung ini pun hanya  berkisar antara lima sampai sepuluh kilometer.

Tapi pusaran anginnya sangatlah kencang, bisa mencapai kecepatan 120 km/ jam atau lebih. Itulah mengapa angina putting beliung selalu menyebabkan kerusakan serius disertai korban.

(Baca juga: Lindungan Rumah dari Bencana Alam dengan Cara Ini)
Panduan Keselamatan Ketika Angin Puting Beliung Terjadi

Angin puting beliung menerjang wilayah sekitar Anda? Jangan panik! Ada beberapa panduan yang bisa Anda coba agar terhindari dari kemungkinan buruk. Seperti misalnya, tertimpa reruntuhan atap atau pohon. Dibagi ke dalam 3 situasi, ini dia tips-tipsnya:

Saat berada di dalam ruangan

  • Tutup jendela dan pintu, lalu kunci rapat-rapat.
  • Matikan semua aliran listrik dan peralatan elektronik. Jangan lupa, copot juga regulator tabung gas untuk mencegah kebakaran.
  • Hindari berdiam di sudut ruangan, pintu, jendela, dan dinding terluar bangunan. Pilih sisi rumah yang lebih aman seperti di tengah ruangan.

Saat berada di dalam kendaran

  • Angin puting beliung menghantam ketika Anda tengah mengemudi? Hentikan laju kendaraan, lalu cari tempat perlindungan yang terdekat di sana.
  • Pastikan ketika berlindung, Anda menjauh dari pohon atau bangunan bertingkat

Saat berada di luar ruangan

  • Bila petir terasa akan menyambar, segera membungkuk, duduk dan peluk lutut Anda ke dada.
  • Jangan tiarap di atas tanah.
  • Segera masuk ke dalam rumah atau bangunan yang sekiranya kokoh.
  • Jangan pernah berlindung di dekat tiang listrik, papan reklame, jembatan, dan jalan layang.
  • Waspada terhadap benda-benda yang berppotensi diterbangkan oleh angin, karena dapat menyebabkan cedera parah hingga kematian.
(Baca juga: Mengenal Dato Sri Tahir Si Tajir yang Selalu Hadir di Setiap Bantuan Bencana)
Rumah Rusak, Apa yang Harus Dilakukan?

Tidak sedikit rumah dan bangunan yang mengalami kerusakan cukup parah akibat fenomena angin puting beliung. Contohnya seperti di Bogor tadi, ada sekitar 472 unit rumah dengan perincian 280 di ataranya yang mengalami rusak parah.

Saat dampak buruk tersebut sudah menimpa, lantas adakah pihak yang bisa membantu bertanggung jawab? Pertama tentu saja pihak pemerintah setempat.

Memang pasca kejadian, Pemkot Bogor menyatakan ada anggaran Biaya Tak Terduga (BTT) sebesar Rp3,8 miliar dan Bantuan Sosial (Bansos) sekitar Rp2,2 miliar. Rencananya, Pemprov Jawa Barat akan memberikan anggaran tidak terduga sebesar Rp5 miliar untuk membantu korban bencana.

Dalam hal ini, peran asuransi properti pun amat penting. Bukan hanya menangani kerusakan secara fisik bangunan saja. Namun jika bencana tersebut membuat Anda kehilangan barang-barang seisi rumah, pihak asuransi juga dapat ikut menggantikannya.

Karena itu, memiliki asuransi properti adalah langkah bijak untuk melindungi aset Anda. Untuk barang-barang tersebut, biasanya digunakan asuransi properti pribadi. Sementara, properti komersial atau bisnis, biasanya didefinisikan masuk sebagai aset bisnis.

Masih belum percaya? Buktikan sendiri keuntungan-keuntungan yang diberi oleh setiap produk asuransi properti dengan langsung mengakses website CekAja.com.

Waspada jangan pernah putus. Apalagi ke depannya nanti, prakiraan cuaca BMKG memperlihatkan masih ada potensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang, kilat atau petir.

Bukan tidak mungkin angin puting beliung susulan akan tiba lagi. Untuk itu, masyarakat dihimbau agar sebisa mungkin menghindari pohon-pohon yang rindang atau bangunan-bangunan yang rapuh.

Terutama bagi pengendara motor atau pejalan kaki yang ingin berteduh, pantau selalu prakiraan cuaca sebelum keluar rumah. Bilamana hujan masih lebat, tunda sebentar rencana bepergian Anda hingga kondisi aman.

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami