Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

8 menit waktu bacaan

Waspada Penipuan Cek Corona, Masyarakat Perlu Tahu Hal Ini!

by Maria Nofianti on 1 April, 2020

Bulan Maret 2020 ini seolah menjadi bulan yang cukup menegangkan bagi dunia, khususnya lagi di Indonesia. Hal ini tak lain karena penyebaran virus Corona yang menyebabkan banyak kematian terjadi di dunia. Padahal tak lama lagi umat muslim akan menyambut bulan Ramadhan yang biasanya disambut dengan penuh suka cita. Tapi apalah daya, Indonesia tak bisa menghindari jangkitan virus dari luar negeri ini.

penipuan cek corona

Ditetapkan menjadi pandemi dunia, virus Corona terus menyebar di hampir semua negara di dunia. Sampai saat ini sudah ada 662.073 kasus yang terkonfirmasi positif dengan mereka yang sudah sembuh ada 139.426 orang. Sementara itu ada kurang lebih 30 ribu orang meninggal dunia akibat terinfeksi virus yang pertama ditemukan di Wuhan ini. Dengan kondisi dunia yang seperti ini, banyak orang yang merasa khawatir dan cemas.

Sekarang Amerika Serikat menjadi negara yang paling banyak kasus positif Covid-19 ini. Di negara  super power ini setidaknya sudah ada 123.271 orang yang terinfeksi. Sebelumnya Italia menjadi negara kedua yang terbanyak setelah China. Tingkat kematian di Italia masih yang tertinggi dimana dilaporkan dalam satu hari ada lebih dari 900 nyawa menghilang karena virus Corona ini. Meskipun sudah dilakukan lockdown nyatanya tingkat kematian di Italia menjadi yang tertinggi. China sebagai negara yang paling banyak kasus infeksi sebelumnya melaporkan tidak ada penambahan kasus positif dalam seminggu. Namun saat ini China kembali dihadapkan dengan gelombang kedua virus Corona yang kembali menghantam mereka. Sekarang mereka berada di urutan ketiga dengan jumlah kasus sebanyak 81.394.

Virus Corona di Indonesia

Indonesia juga tak luput dari infeksi virus yang diduga berasal dari hewan kelelawar yang dikonsumsi di Wuhan, China. Dari awal bulan Maret saat pertama kali diumumkannya kasus positif di Indonesia, sekarang pada akhir Maret sudah terdapat 1285 kasus positif dengan yang sembuh sebanyak 64 orang dan meninggal dunia 114 orang. Dan kasus positif diprediksi masih akan terus bertambah mengingat banyak masyarakat Indonesia yang malah mudik ke kampung halaman.

Banyaknya kasus positif di Indonesia menjadi dasar bahwa anjuran WHO mengenai Physical Distancing masih belum maksimal. Sementara itu dari segi ekonomi jelas berdampak. Banyak orang yang akhirnya dirumahkan karena tempat mereka bekerja mulai tutup. Para pekerja harian pun menjadi bingung. Hal ini memang menambah kecemasan di masyarakat. Kondisi psikologis mereka jelas terguncang dari kejadian pandemi virus Corona yang berimbas pada banyak hal di kehidupan.

(Baca juga: Aplikasi yang Membantu Kerja dari Rumah)

Untuk menghindari penyebaran virus Corona kita selalu disarankan untuk mencuci tangan dengan sabun. Penyemprotan desinfektan juga menjadi cara agar bisa mematikan virus dan bakteri. Banyak masyarakat yang akhirnya melakukan upaya penyemprotan mandiri. Namun sayangnya di kondisi yang seperti ini masih ada saja yang memanfaatkan kesempatan untuk berbuat jahat. Sebuah pesan singkat di satu aplikasi sedang beredar luas tentang waspada penipuan cek Corona.

Pada pesan singkat yang sudah tersebar luas disebutkan bahwa jika ada petugas yang menawarkan penyemprotan desinfektan tanpa pemberitahuan dari pihak berwenang, dalam hal ini minimal RT/RW sebaiknya tidak dibukakan pintu. Ditakutkan mereka hanya modus untuk melakukan kejahatan perampokan. Memang belum ada laporan jelas mengenai benar atau tidaknya kasus tersebut. Tapi pihak kepolisian dari beberapa daerah menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan ketika kondisi dunia yang seperti ini.

Waspada penipuan cek Corona

Nah untuk menjaga dan mengantisipasi tindak kejahatan seperti yang dijelaskan di pesan berantai tersebut masyarakat harus tahu beberapa hal mengenai prosedur penyemprotan desinfektan. Berikut beberapa hal yang harus masyarakat ketahui agar waspada penipuan cek Corona.

  1. Jika ada yang mengaku petugas medis yang akan melakukan penyemprotan, jangan langsung dipersilahkan masuk apalagi jika tidak ada pemberitahuan sebelumnya oleh RT atau RW setempat. Karena saat ini eranya digital, biasanya setiap RT atau RW pun memiliki grup di social media, jadi pastikan ada info valid dari RT dan RW ya mengenai penyemprotan ini yang di share melalui grup media sosial.
  2. Tanyakan surat tugas petugas tersebut. Semua petugas yang melakukan kegiatan sosialisasi atau penyemprotan atau pengecekan akan dibekali dengan surat tugas dari dinas terkait. Jadi jangan ragu untuk menanyakannya, bahkan jika memang benar maka tanpa diminta petugas penyemprotan pun akan menunjukkannya sebagai ijin untuk melakukan penyemprotan disinfektan.
  3. Untuk cek corona, jangan lupa cek identitas pribadi dari orang tersebut. Masyarakat harus jeli untuk waspada penipuan cek Corona ini sehingga diizinkan untuk meminta identitas pribadi jika ada orang yang mengaku petugas.
  4. Jika merasa ada yang aneh dan janggal masyarakat diminta untuk melapor kepada kepolisian setempat atau pihak pemerintah seperti keamanan desa dan sejenisnya.

Keinginan untuk melakukan cek Corona memang layak kita rasakan, karena dengan mengetahui kondisi kita, maka kita akan bisa semakin berjaga-jaga. Mengingat virus ini keberadaannya tak bisa dilihat begitu saja, dan gejalanya pun tak selalu sama pada setiap orang. Bahkan ada juga yang sudah terjangkit, namun tidak menunjukkan gejala apapun. Hal seperti inilah yang lebih membuat kita khawatir. Selain itu, jika hasil cek menyatakan positif, maka penanganan lebih dini pun dapat dilakukan, terlebih lagi kita jadi waspada untuk tidak menularkan pada orang lain.

(Baca Juga: Cara Cek Hasil SKD CPNS 2020)

Dan wajar saja jika sekarang ada yang batuk sedikit, atau flu sedikit, langsung dibilang Corona. Tentu ini sangat tak menyenangkan bukan. Jadilah cek Corona sangat diperlukan. Tapi tetap saja di tengah keadaan seperti ini, ada orang-orang yang jahat akan selalu memanfaatkan kondisi masyarakat yang sedang dilanda kecemasan tinggi akibat dari adanya wabah penyakit virus Corona ini. Orang-orang ini akan rela repot-repot melakukan penyamaran sebagai petugas medis padahal sebenarnya mereka akan menguras harta benda kita. Masyarakat memang harus waspada penipuan cek Corona. Ketika petugas medis resmi akan melakukan pengecekan atau kroscek kepada orang yang dipantau/ orang dalam pemantauan (ODP) dan orang tanpa gejala (OTG) akan didampingi oleh petugas keamanan setempat dan pihak pemerintahan daerah.

Jadi bagi masyarakat yang menerima tawaran untuk penyemprotan atau pengecekan Corona lebih baik untuk berhati-hati. Pesan atau himbauan dari pihak kepolisian juga telah disebarluaskan melalui jejaring sosial. Dalam keadaan masyarakat yang dilanda kecemasan, meningkatkan kewaspadaan diri dengan melaporkan jika ada tamu yang mencurigakan agar bisa terhindar dari tindak kejahatan pencurian atau perampokan dengan modus pengecekan Corona. Dari kepolisian juga akan terus berpatroli untuk mengantisipasi potensi tindak kejahatan dengan segala modus operandi yang memanfaatkan kecemasan pandemi virus Corona.

Nah tadi sudah disebutkan bahwa untuk mencegah virus Corona menyebar adalah dengan penyemprotan desinfektan pada permukaan benda-benda yang sering kita sentuh. Karena virus Corona ini menular melalui percikan air dari batuk dan bersin dari orang yang membawa virus Corona. Untuk itu dengan penyemprotan desinfektan diharapkan virus itu bisa mati. Tapi untuk mencegah penularan ada banyak cara yang dianjurkan oleh pemerintah dan WHO loh. Yuk kita simak cara pencegahan penularan virus Corona ini.

1. Sering mencuci tangan

Disarankan untuk mencuci tangan sesering mungkin dengan air mengalir dan sabun. Mencuci tangan yang disarankan sebaiknya selama 20 detik dengan 6 langkah sampai sela-sela jari. Jika jauh dari sumber air mengalir dan tidak ada sabun bisa memakai hand sanitizer dengan kandungan alkohol paling rendah 60 persen agar bisa melindungi tangan dari bakteri dan virus. Jangan menyentuh wajah, mulut dan hidung kita tanpa mencuci tangan ya. Dan perlu diketahui, karena virus Corona ini dilapisi dengan lemak, jadi jika mencuci tangan dengan sabun akan membantu menghilangkan virus.

2. Jangan melakukan kontak dekat

Hindari melakukan kontak dekat jika ada orang lain yang sakit. Jangan bersalaman atau berpelukan karena setiap orang berpotensi untuk melakukan penularan. Melakukan kontak kulit bisa menjadi sarana untuk virus berpindah ke tubuh kita. Lebih baik menjaga kan? Karena kita tahu bahwa sudah menjadi kebiasaan orang di Indonesia saat bertemu melakukan jabat tangan, salam, berpelukan, bahkan mencium tangan. Untuk sementara, hindari dulu kebiasaan ini ya.

3. Etika saat bersin dan batuk

Jika kita sedang sakit batuk atau ingin bersin sebaiknya lakukan dengan etika. Yaitu menutupi dengan tisu atau lengan bagian dalam saat batuk maupun bersin. Ini untuk menjaga agar kita tidak menyebarkan virus karena percikan liur kita yang membawa virus. Dan menggunakan masker saat ini wajib pakai jika sedang sakit.

4. Rajin membersihkan barang di rumah

Untuk mencegah penularan virus Corona ini memang kita dituntut untuk selalu bersih. Bukan hanya di tubuh kita tapi juga tentang barang-barang di rumah kita. Pakai cairan desinfektan untuk membersihkan barang-barang kita. Cairan desinfektan juga bisa kita buat sendiri yaitu air yang ditambah dengan cairan pemutih. Kita bisa mengelap permukaan barang-barang seperti gagang pintu, handphone, laptop, meja, furnitur dan lainnya agar bebas kuman, bakteri dan virus.

5. Melakukan physical distancing

Untuk menghindari penularan virus Corona yang sangat cepat ini, sebaiknya lakukan physical distancing. Jaga jarak setidaknya 2 meter dari orang lain, baik di rumah dan di tempat umum. Ini untuk menghindari adanya kontak dekat yang bisa menjadi proses penularan penyakit virus Corona.

Jadi, mulai sekarang, tingkatkan kebiasaan hidup bersih yang sangat penting untuk menunjang kesehatan kita. Jika beberapa waktu lalu mungkin kita malas malasan mencuci tangan, mulai saat ini semoga saja tidak ya. Karena penularan virus banyak terjadi melalui kontak fisik dan tangan. Dan ingat, untuk selalu waspada jika akan mengikuti cek Corona, mengingat banyak oknum yang memanfaatkan momen ini sebagai moment untuk memperoleh keuntungan, bahkan lahan bisnis baru. Seperti halnya cek corona palsu, atau bahkan jual beli alat kesehatan, masker, hand sanitizer yang harganya tak manusiawi.

Nah itu dia beberapa hal yang perlu kita tahu agar waspada penipuan cek Corona yang mungkin bisa marak terjadi selama pandemi virus Corona ini. Selain waspada penipuan cek Corona, masyarakat juga harus bisa menerapkan waspada terhadap penyakit tersebut dengan melakukan hal-hal yang disarankan pemerintah untuk menekan penyebaran virus. Semoga artikel ini bisa menambah pengetahuan bagi kita yang sedang dilanda kecemasan ini. Tetap sehat ya!

Tentang Penulis