Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Waspadai 7 Ciri Predator Seksual!

by Sindhi Aderianti on 10 Januari, 2020

Beberapa hari terakhir, media ramai memberitakan kasus pemerkosaan terbesar yang pernah terjadi Negeri Ratu Elizabeth. Pasalnya terdakwa adalah pria asal Indonesia, yakni Reynhard Sinaga.

Waspadai 7 Ciri Predator Seksual!

WNI yang tengah mengemban pendidikan S3 di Leeds University itu terlibat dalam 159 kasus perkosaan dan serangan seksual terhadap 48 korban pria dalam rentang waktu dua setengah tahun, terhitung sejak Januari 2015 – Juni 2017. Mirisnya lagi, rata-rata korban masih berusia di bawah umur bahkan ada yang masih 19 tahun. Atas perbuatan memalukannya tersebut, Reynhard harus menerima vonis hukuman penjara seumur hidup oleh Pengadilan Manchester, Inggris.

Predator seksual kini seolah tak mengenal usia dan jenis kelamin. Saatnya mengantisipasi diri dan anak-anak dari perlakuan keji tersebut! Kenali ciri-ciri predator seksual berikut ini:

1. Perhatian

Di awal, pelaku biasanya sangat care terhadap orang yang diincar. Ia bisa tampil sebagai pahlawan yang senantiasa melindungi korban. Memang tak semua orang yang perhatian adalah predator seksual, tetapi jika ciri-ciri ini terus berlanjut dan semakin nampak berlebihan, kamu patut mencurigainya. Perhatian yang besar ini dilakukan sebagai upaya pelaku mebangun rasa nyaman lalu ketergantungan terhadap pelaku.

(Baca juga: Seks Bebas dan Angka HIV di Bekasi)
2. Bermulut manis

Predator seksual umumnya juga bermulut manis. Pertama-tama ia akan selalu bicara dengan lembut, bertutur kata sopan, dan memuji sang korban. Dengan trik itu, pelaku terlihat seperti orang yang sangat baik dan tidak pantas untuk mendapat penolakan atau hal yang buruk apapun dari lawan mainnya. Hal ini pada akhirnya membuat korban merasa lelah secara emosional dan tertekan. Jika sudah begitu, ia akan menerima semua yang terjadi dan meminta maaf pada pelaku. Di titik inilah, predator seksual akan merasa berhasil dan menang menguasai target.

3. Punya fantasi seksual

Orang yang memiliki fantasi seksual berlebih, amat berpotensi menjadi seorang predator. Semua berawal dari kebiasaan menonton film porno dari beragam ‘genre’. Kemudian muncul rasa ingin mencoba apa yang ditonton. Bukan tidak mungkin hubungan sesama jenis, gaya berhubungan seks di luar batas, atau bentuk fantasi apapun terbesit untuk ia jajal. Maka waspadai jika ada mengenal orang candu dengan hal berbau pornogradi bahkan punya banyak koleksi film tersebut.

4. Selalu playing victim

Ciri lain seorang predator seksual adalah memposisikan dirinya seolah-olah sebagai korban dan tidak pernah bertanggung jawab tentang apa pun yang terjadi. Hal ini sering dikenal dengan istilah playing victim. Jadi apa pun kondisinya, korban akan selalu disalahkan oleh pelaku. Sementara pelaku nampak benar atas situasi yang ia ciptakan sendiri. Misalnya, saat korban menolak untuk diminta sesuatu, pelaku akan mengungkit berbagai hal yang telah diberikannya untuk korban. Sang predator akan memposisikan diri sebagai pihak yang teraniaya dan membuat target merasa bersalah.

5. Over protective

Predator seks umumnya bakal merusak kepercayaan diri seseorang. Caranya adalah bersikap over protective, mempengaruhi kalau dunia luar amat berbahaya untuk korban. Tanpa sadar, hal tersebut membuat korban terisolasi dari lingkungan sosialnya. Pelaku pun akan semakin leluasa ‘mengerjai’ budak seks yang ia kelabui ini. Lalu merasa berada di samping pelaku, membuat korban merasa lebih aman dan nyaman meskipun harus menuruti apa yang ia inginkan.

6. Membuat pasangan insecure

Setelah berhasil mengikat korban dalam suatu hubungan, predator seksual lama kelamaan mulai tak memikirkan pasangannya tersebut. Ejekan dan hinaan bisa dengan mudah dilontarkan pada korban, baik terkait penampilan maupun hal lain yang menimbulkan rasa insecure. Pelaku juga tak segan mengorek cerita masa lalu korban hingga merasa hanya ia yang bisa menerima kekurangannya. Kalau sudah begitu, pelaku akan berbalik manis lagi ke korban dengan, lalu memintanya berhubungan seks seperti yang diinginkan.

7. Tampak normal dan merahasiakan intriknya

Ciri-ciri terakhir dari seorang predator seksual yakni, pelaku bisa sangat lihai merahasiakan intriknya. Sekilas hidup yang ia miliki akan tampak normal, seperti Reynhard Sinaga dengan kesehariannya sebagai mahasiswa S3. Ia bahkan memiliki background pendidikan yang amat baik. Namun siapa yang menyangka kalau di malam hari, ia berubah mencari mangsa pelampiasan nafsu seksualnya.

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.