Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Waspadai Empat Penyakit yang Rentan Muncul Saat Banjir

by Miftahul Khoer on 2 Januari, 2020

Hujan deras yang mengguyur Jakarta dalam dua hari terakhir membuat kawasan Jabodetabek terkena banjir. Bahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta menyampaikan sejumlah wilayah ibu kota telah memasuki siaga IV banjir.

Penanggulangan bencana termasuk proses evakuasi, hingga pelayanan kesehatan pascabanjir mulai diprioritaskan. Biasanya, banjir menyebabkan begitu banyak hal yang harus diwaspadai. Selain kerusakan harta benda, ada empat jenis penyakit yang rentan muncul pascabanjir.

  • Tifus

WHO mengungkapkan bahwa ada beberapa penyakit yang bisa ditimbulkan dari air banjir, seperti tifus. Penyakit ini banyak terjadi saat banjir karena bakteri penyebab gejala tifus, Salmonella, dapat mudah menyebar melalui air dan makanan yang terkontaminasi. Ditambah lagi dengan sanitasi yang buruk, akan membuat penyakit ini juga makin mudah datang.

Untuk menghindari penyakit ini, cobalah untuk sering cuci tangan apalagi saat mau makan, usahakan memakan makanan matang, terutama yang masih panas.

  • Hepatitis A

Hepatitis A juga sangat mungkin dan kerap kali menjangkiti korban banjir. Penyakit Hepatitis A merupakan peradangan organ hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A. Organ hati akan mengalami peradangan yang disebabkan oleh infeksi virus, bakteri dan parasit hepatitis A. Parahnya, penyakit ini dapat menular dengan sangat mudah melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi virus.

Makanan yang tidak dimasak dengan baik, pencemaran air, sanitasi yang buruk dan tingkat kebersihan yang rendah menjadi jalan bagi penyakit hepatitis A menyerang tubuh. Tidak heran, saat banjir, penyakit ini jadi lebih cepat menjangkiti banyak orang.

(Baca juga: Tips Aman Bisa Beli Rumah yang Bebas Banjir)

Adapun gejala awal penyakit Hepatits A adalah, pasien akan mengalami sakit kuning, mata dan kulit menguning, dengan warna feses yang pucat seperti dempul, air seni gelap, dan mengalami gatal pada seluruh tubuh.

Selain itu, ada pula gejala-gejala yang menyerupai penyakit flu, seperti kelelahan, kehilangan nafsu makan, muntah-muntah, demam ringan, dan nyeri pada bagian perut.

Karena gejala penyakit Hepatitis A tidak spesifik, sangat sulit untuk mengetahui apakah seseorang menderita Hepatitis A atau tidak. Oleh karena itu, paling umum dilakukan adalah melakukan tes darah untuk mendeteksi adanya hepatitis A.

  • Leptospirosis

Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira, yang dapat menyerang manusia maupun hewan. Jika tidak diobati, leptospirosis dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti gagal ginjal atau hati, meningitis, kesulitan bernapas, dan perdarahan.

Banjir memang menjadi salah satu penyebab penyakit ini, karena saat banjir, manusia lebih sering kontak dengan air kotor yang berpotensi terkontaminasi oleh urine hewan yang mengandung kuman penyebab leptospirosis.

Usahakan selalu cuci tangan dan kaki menggunakan sabun, terutama setelah dari kamar kecil, sebelum-setelah makan, maupun setelah keluar rumah demi memaksimalkan pencegahan Leptospirosis usai banjir.

  • Kolera

Kolera kerap mewabah di daerah yang kotor dan padat penduduk, tidak heran penyakit ini sangat sering menjangkiti korban banjir seperti yang diungkapkan oleh WHO. Kolera merupakan penyakit yang menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri.

Kolera ditandai dengan diare dengan tinja yang cair dan berwarna pucat seperti air cucian beras. Diare yang dialami bisa ringan, parah, ataupun malah tidak merasakan gejala sama sekali. Bila penderita mengalami diare yang parah akibat kolera perlu segera ditangani, karena bisa menyebabkan dehidrasi yang berakibat fatal.

(Baca juga: Asuransi Banjir, Selamatkan Rumah di Musim Hujan)

Selain empat penyakit tersebut, banjir juga menyebabkan malaria, demam berdarah, demam kuning, dan berbagai risiko penyakit lainnya.

Kontak langsung pada air yang tercemar juga meningkatkan risiko infeksi penyakit seperti luka, dermatitis, konjungtivitis, infeksi telinga, hidung, dan tenggorokan. Namun, penyakit-penyakit tersebut tidak rawan epidemi.

Menurut WHO, setidaknya ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan penyakit saat banjir, seperti klorinasi air sebagai desinfektan, vaksinasi terhadap hepatitis A untuk kelompok berisiko tinggi, menyemprot ruangan untuk meminimalisir nyamuk, dan terapkan pendidikan kesehatan dengan memastikan makanan higienis dan disiapkan secara aman.

Hal lain yang juga perlu dimiliki untuk memberikan perlindungan lebih bagi diri kamu dan keluarga tercinta adalah asuransi kesehatan yang bisa kamu pilih dan dapatkan lewat CekAja.com.

Tentang Penulis

Miftahul Khoer

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.