Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Wow, Utang Luar Negeri Indonesia Membengkak Jadi Rp5.579 Triliun

by Gito on 16 Oktober, 2019

Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia per Agustus 2019 naik 8,78% menjadi USD393,49 miliar. Jumlah tersebut setara dengan Rp5.579 triliun.

Padahal di periode yang sama tahun sebelumnya, posisi utang luar negeri yang dimiliki negeri ini masih bertahan diangka USD361,71 miliar.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), jumlah ULN di periode Agustus 2019 yang terbagi atas ULN publik yakni pemerintah dan bank sentral mencapai USD196,3 miliar. Sementara  ULN swasta dimana termasuk didalamnya juga BUMN mencapai USD197,2 miliar.

Jika dilihat dari bulan sebelumnya, posisi ULN tanah air mengalami perlambatan 8,8% dibanding dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 10,9%.

Melambatnya rasio utang dipengaruhi oleh transaksi pembayaran neto ULN. Adapun perlambatan pertumbuhan ULN dipicu oleh menurunnya posisi ULN publik juga ULN swasta.

(Baca juga: Hidup Foya-Foya dan Berutang, 5 Miliarder Ini Akhirnya Bangkrut)
ULN Pemerintah Melambat

Untuk utang luar negeri pemerintah juga berhasil tumbuh melambat dibanding dengan pertumbuan di bulan sebelumnya. ULN pemerintah pada bulan Agustus 2019 tumbuh 8,6% secara year-on-year (yoy) menjadi sebesar 193,5 miliar dolar AS, melambat dari bulan Juli 2019 yang tumbuh 9,7% (yoy).

Selain tumbuh melambat, posisi ULN pemerintah tersebut juga tercatat lebih rendah dibandingkan dengan posisi pada bulan sebelumnya karena berkurangnya posisi Surat Berharga Negara (SBN) yang dimiliki oleh investor asing.

Hal ini antara lain dipengaruhi oleh faktor ketidakpastian di pasar keuangan global seiring dengan ketegangan perdagangan yang masih berlanjut dan risiko geopolitik yang meningkat.

Selama ini pengelolaan ULN pemerintah diprioritaskan untuk membiayai pembangunan. Porsi terbesar ULN ada pada sektor produktif yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Adapun sektor – sektor yang dimaksud adalah jasa kesehatan dan kegiatan sosial (18,9% dari total ULN pemerintah), sektor konstruksi (16,4%), sektor jasa pendidikan (15,9%), sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (15,2%), serta sektor jasa keuangan dan asuransi (13,9%).

(Baca juga: Menagih Utang Saat Kamu Lagi Butuh Banget? Simak Panduannya!)
Utang Swasta juga melambat

Posisi ULN swasta pada akhir Agustus 2019 tumbuh 9,3% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 12,6% (yoy).

Pelunasan utang dagang korporasi bukan lembaga keuangan mendorong penurunan posisi ULN swasta sebesar USD2,6 miliar menjadi USD197,2 miliar,

Secara sektoral, ULN swasta didominasi oleh sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor industri pengolahan, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara (LGA), serta sektor pertambangan dan penggalian. Pangsa ULN di keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 75,6%.

Sejauh ini Bank Indonesia memandang bahwa struktur utang luar negeri Indonesia masih dalam keadaan sehat. Hal itu didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

Kondisi tersebut tercermin antara lain dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada Agustus 2019 sebesar 36,1%, membaik dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya.

Selain itu, struktur ULN Indonesia tetap didominasi oleh ULN jangka panjang dengan jumlah mencapai 88,1% dari total ULN.

Dalam rangka menjaga struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus meningkatkan koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menyokong pembiayaan pembangunan, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.

(Baca juga: Berhutang Tapi Hasilkan Uang? Begini Caranya)
Kuy Manfaatin Utang Untuk Sektor Produktif

Membincang utang, tidak selamanya utang itu buruk kok. Sepanjang utang bisa dikelola dengan baik dan untuk kemaslahatan bersama, tidak ada masalah.

Malahan utang bisa digunakan untuk menggerakkan sektor produktif. Kamu yang butuh modal usaha secara cepat dan juga aman, tidak ada salahnya untuk mengajukan kredit tanpa agunan (KTA).

Disamping tidak mengganggu tabungan pribadi kamu, adanya dana utangan dari bank akan membuat kamu lebih bertanggung jawab untuk mengelolanya.

Kamu bisa manfaatkan untuk membuka usaha kecil-kecilan seperti usaha rumah makan, franchise minuman segar ataupun untuk berbisnis online. Ada banyak peluang yang bisa dimanfaatkan guna menambah pundi-pundi penghasilan kamu.

Kamu tentu mau kan berhasil mencapai kemandirian secara finansial. Saat kamu sudah bisa meraihnya, kamu hanya tinggal menikmati hasil kerja keras kamu saja. Asik kan?

Jadi tunggu apalagi, akses CekAja.com dan temukan produk keuangan yang cocok untuk mengantarkan kamu ke kemandirian finansial. Yuk!

Tentang Penulis

Gito

Veritas Vos Liberabit

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami