Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

6 menit waktu bacaan

Yakin Mau Kerja Freelance? Cek Dulu Kelebihan dan Kekurangannya!

by Miftahul Khoer on 6 September, 2018

Memiliki banyak waktu bersama keluarga di rumah adalah impian banyak orang. Hal semacam itu biasanya dapat dirasakan oleh seorang  pekerja freelance atau freelancer. Anda tertarik menjadi freelancer? Cek dahulu kelebihan dan kekurangannya!

Banyak orang mengira bahwa menjadi seorang freelancer yang bekerja penuh waktu di rumah itu sangat mengasyikkan. Nah, bagi Anda yang tertarik menjadi seorang pekerja lepas atau berencana mengundurkan diri dari kantor tempat Anda bekerja saat ini, sebaiknya pikirkan matang-matang terlebih dahulu.

CekAja akan membahas kelebihan dan kekurangan menjalani aktivitas sebagai freelancer. Yuk, langsung simak pembahasan berikut ini.

(Baca juga: Menghitung Untung Bisnis Sosis Telor, Jajanan Zaman Now)

Kelebihan

Waktu kerja fleksibel

Salah satu kelebihan atau boleh juga dibilang keuntungan bekerja di rumah adalah punya waktu fleksibel. Paling tidak, Anda dapat mengatur waktu Anda sendiri saat bekerja. Jika biasanya orang kantoran mulai masuk kerja pukul 09.00 hingga pukul 17.00, maka seorang freelancer bisa bekerja pada waktu kapan saja.

Namun, bukan berarti seorang freelancer bisa bekerja semaunya tanpa harus memikirkan waktu. Justru seorang freelancer profesional tetap akan memiliki jadwal kerja yang diatur sendiri.

Misalnya, Anda bisa berkomitmen dengan diri sendiri untuk mengerjakan proyek selama 8 jam sehari. Bisa dengan mengerjakan proyek pada pagi hari tiga jam, siang tiga jam atau malam dua jam.

(Baca juga: Mau Liburan Akhir Tahun? Yuk, Berburu Tiket di Travel Fair!)

Bebas pilih jenis pekerjaan

Katakanlah Anda seorang pekerja freelance desainer grafis. Dari sekian banyak tawaran kerja di berbagai perusahaan, Anda bisa menentukan jenis dan proyek pekerjaan yang mana yang bisa Anda ambil untuk dikerjakan.

Selain itu, seorang freelancer juga bisa memilih jenis pekerjaan yang banyak ditawarkan oleh berbagai perusahaan di internet. Sebagai contoh, beberapa jenis pekerjaan untuk seorang freelancer antara lain penulis, editor, desainer, developer, programmer, dan jenis pekerjaan lainnya.

Bisa mengerjakan hal lain

Keuntungan lain menjadi freelancer yaitu bisa menggarap berbagai pekerjaan. Ya, Anda bisa memiliki banyak proyek dari berbagai klien sekaligus. Itu artinya pemasukan yang didapat juga bisa berasal dari banyak klien. Hal tersebut sah-sah saja dilakukan asalkan Anda bisa mengerjakannya sesuai target dan waktu yang ditetapkan.

Contoh lain, Anda juga bisa mengerjakan hal lain seperti membuka bisnis sendiri di rumah. Mungkin tidak jauh berbeda dengan seorang pekerja kantoran yang banyak memiliki bisnis sampingan. Hanya saja, mereka tetap tidak maksimal membagi waktu karena harus fokus pada pekerjaan utama.

Sementara potensi seorang freelancer untuk membuka bisnis sangat terbuka lebar, seiring ketersediaan waktu yang dimiliki jauh lebih banyak.

(Baca juga: Rupiah Melemah? Ini 7 Perbedaan Kondisi Ekonomi Sekarang dan Krisis 1998!)

Hemat anggaran transportasi dan makan

Apakah benar seorang freelancer yang bekerja di rumah itu bisa lebih menghemat anggaran? Bisa juga iya dan bisa juga tidak. Namun, sebagian besar freelancer yang bekerja di rumah tentu lebih mampu menghemat anggara pengeluaran untuk transportasi dan makan.

Perbandingannya cukup mudah. Jika setiap hari karyawan harus ngantor, maka tentu saja harus mengeluarkan uang untuk transportasi. Berbeda dengan pekerja freelance yang bekerja di rumah tanpa harus mengeluarkan biaya.

(Baca juga: 7 Musisi Ini Banting Setir dan Terjun ke Dunia Politik)

Tak perlu memikirkan penampilan

Sebagai seorang karyawan, tentu Anda akan pergi ke kantor dengan penampilan menarik. Karena kalau tidak, bisa-bisa Anda ditertawakan oleh teman-teman kantor.

Hal itu tidak berlaku bagi seorang pekerja lepas. Kalau pun misalnya Anda bangun tidur kesiangan dan punya pekerjaan yang belum rampung, Anda tak perlu sibuk mandi sampai bersih dan tampil modis laiknya seorang pekerja kantoran. Karena Anda bekerja di rumah, tentu Anda bisa menggunakan pakaian apa saja.

(Baca juga: Tak Harus Jadi Selebgram, Ini Cara Lain Dapatkan Uang di Instagram)

Kekurangan

Di atas telah dipaparkan beberapa kelebihan menjadi seorang freelancer yang bekerja di rumah. Namun, seperti disinggung di awal, bahwa tidak semua orang menganggap pekerja freelance itu menyenangkan, karena masih banyak kekurangan atau kerugiannya. Apa saja kekurangannya?

Pendapatan fluktuatif

Bedanya seorang karyawan dan freelancer adalah soal pendapatan. Pastinya seorang karyawan akan memperoleh pendapatan tetap karena digaji oleh perusahaan secara bulanan.

Namun, seorang freelancer hanya bekerja sesuai proyek yang dikerjakan. Pendapatan yang diperoleh pun bisa lebih besar dibanding karyawan tetap, dan sebaliknya bahkan bisa lebih kecil karena ‘paceklik’ saat jarang dapat proyekan.

Maka, untuk menyiasatinya, Anda sebisa mungkin harus memiliki pendapatan lain seperti memiliki usaha yang juga bisa dikerjakan di rumah. Jadi ketika, proyek pekerjaan freelance sedang sepi, Anda tetap punya peluang memeroleh pendapatan dari hasil usaha.

(Baca juga: Bagaimana Beli Rumah Lewat KPR Syariah dan Developer Syariah?)

Tak ada asuransi

Hal lain yang tidak menyenangkan adalah terkait tunjangan asuransi. Sudah dipastikan klien pemberi proyek tidak akan memberikan asuransi kesehatan. Itu artinya, Anda harus membeli asuransi sendiri jika tetap ingin memiliki asuransi untuk menjamin biaya kesehatan Anda.

Jarang dapat tunjangan

Kebahagiaan paling besar dari seorang karyawan perusahaan adalah mendapatkan tunjangan akhir tahun, hari raya, dan tunjangan lainnya. Besarannya bisa sampai satu kali gaji atau bahkan lebih.

Berbeda dengan seorang freelancer, yang tidak dapat apa-apa dari klien pemberi proyek. Sangat jarang perusahaan memberikan macam-macam tunjangan kepada seorang freelancer.

(Baca juga: Mengenal Berbagai Macam Vaksin untuk Anak dan Dewasa)

Minim fasilitas pendukung

Menjadi seorang freelancer itu segalanya harus serba ditanggung sendiri. Seorang desainer grafis atau developer yang bekerja di rumah harus menyisihkan anggaran untuk bayar listrik, internet, dan biaya pembelian peralatan penunjang lainnya.

Tentu hal ini berbeda dengan karyawan kantoran. Jika Anda seorang desainer grafis, sudah pasti pihak kantor akan memberikan fasilitas pendukung macam komputer, laptop, internet gratis, listrik gratis hingga tunjangan makan harian.

(Baca juga: Mengenal Erick Thohir, Pengusaha di Balik Kesuksesan Asian Games 2018)

Banyak distraksi

Terakhir, hal tak menyenangkan menjadi seseorang yang bekerja di rumah adalah banyaknya distraksi dari lingkungan sekitar. Distraksi atau gangguan bisa datang dari mana saja.

Jika Anda seorang freelancer yang sudah punya anak balita, tentu gangguan saat Anda bekerja sangatlah besar. Mendengar suara anak menangis, minta digendong, mengajak bermain hingga minta jajan adalah hal yang cukup mengganggu pekerjaan Anda.

Jauh berbeda dengan pekerja kantoran yang benar-benar menjadikan kantor sebagai tempat bekerja. Seberapa pun banyak orang di kantor, mereka tetap akan fokus dengan pekerjaannya masing-masing. Dan sangat jarang seorang pekerja mengganggu teman kerja lainnya.

Nah, itulah kelebihan dan kekurangan menjadi seorang freelancer yang bekerja di rumah. Apakah Anda tetap yakin memutuskan menjadi seorang freelancer?

Tentang Penulis

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.