Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Yang Dirasakan Mark Zuckerberg Saat Tiba-tiba Kaya di Usia Muda

by Ariesta on 25 Maret, 2016

Apa yang kamu rasakan jika menang undian, kejatuhan rezeki nompok, atau mendapat warisan yang tak terduga-duga? Senang? Pastinya. Tapi bagaimana kalau kamu mendadak kaya dari usaha dan kerja kerasmu sendiri meksipun pada awalnya kamu juga tidak menduga?

Tidak semua orang bisa menjadi miliarder di usia 23 seperti Marck Zuckerberg. Karenanya, tentu yang dia rasakan tidak menjadi pengalaman kebanyakan anak muda lain seusianya. Kalau kamu penasaran apa yang dirasakan seseorang yang mendadak jadi miliarder bahkan berada dalam deretan orang terkaya di dunia di usianya yang masih muda, intip pengalaman bos Facebook berikut.

Dianakemaskan dosen

“Ketika dosen-dosen mengetahui tentang Facebook, mereka tidak lagi memandangku sebagai mahasiswa biasa. Ini terdengar tidak adil bagi mahasiswa lainnya.”

Meski pada akhirnya Mark memutuskan untuk drop out, dosennya-dosennya tetap ‘kepo’ bagaimana dia bisa menjadi sekaya sekarang. Pada akhirnya keputusannya untuk mengundurkan diri dari Harvard University pun dimengerti.

(Baca juga: Mereka Miliarder yang Jatuh Miskin Karena Sumbangkan Seluruh Kekayaannya)

Diinterogasi oleh bank

“Menemui teller bank ibarat menghadapi sebuah interogasi ringan. Mereka jadi ingin tahu apa yang aku lakukan sampai aku bisa sesukses sekarang atau bagaimana aku melakukannya. Mereka bahkan harus berteriak agar seisi bank tahu kalau aku ada di sana.”

Sebagai orang kaya baru, Mark memang membuat gempar dunia. Di usianya yang masih 20-an, dia meraih kekayaannya karena media sosial buatannya digandrungi oleh orang-orang di sleuruh dunia. Ditambah kenyataan kalau dia merupaka seorang drop out, tentu saja semua orang jadi bertanya-tanya siapa sebenarnya sosok seorang Mark Zuckerberg.

Merasa bersalah ketika harus menghabiskan uang untuk hal yang tidak penting

“Aku berasal dari keluarga sederhana dan selama aku tumbuh besar, aku diajarkan untuk membelanjakan uang seperlunya. Dan meskipun kini aku sudah menghasilkan uang sendiri, aku tetap merasa bersalah jika harus menghambur-hamburkan uang. Contohnya aku memesan kamar yang paling bagus dan paling mahal di sebuah hotel. Setelahnya aku merasa menyesal.”

Tapi Mark tidak merasa menyesal dalam menyumbangkan uangnya dalam jumlah banyak. Pada tahun 2013, Chronicle of Philanthropy merilis daftar 10 orang kaya dari Amerika yang paling banyak menyumbang. Dalam daftar tersebut, Mark berada di urutan pertama dengan jumlah sumbangan USD 992 juta.

(Baca juga: Kenapa Mark Zuckerberg dan Steve Jobs Sering Pakai Baju yang Sama?)

Merasa kalau uang bukan segalanya

“Semakin kaya, aku jadi sadar untuk menghabiskan uang dengan lebih bijaksana. Aku berpikir apa yang membuatku benar-benar bahagia dalam hidup ini.”

Meski miliarder, Mark memang menjalani gaya hidup sederhana. Dia memakai oblong yang itu-itu saja setiap harinya (dengan alasan tidak mau ribet), dia juga bekerja di ruangan yang sama dengan karyawannya di Facebook alih-alih punya ruangan sendiri.

Tentang Penulis

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami