Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

YouTube Premium, Apa Bedanya Sih dengan yang Biasa?

by Sindhi Aderianti on 21 November, 2019

Punya satu miliar lebih pengguna di seluruh dunia, YouTube berhasil menjadi platform online paling most-wanted saat ini. Untuk memberi kenyamanan lebih bagi user setianya, layanan streaming video tersebut kini menawarkan fitur terbaru, yakni YouTube Premium. Apa bedanya?

Versi premium ini awalnya muncul sejak tahun 2015, namun lebih dikenal khalayak dengan sebutan YouTube Red. Kemudian YouTube melakukan rebranding dan menggantikan YouTube Red dengan YouTube Premium.

Tepat 6 November 2019 lalu, YouTube Premium resmi hadir di Indonesia. Indonesia menjadi negara ke-5 yang memperoleh akses tersebut setelah Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Meksiko, dan Korea Selatan.

Sebenarnya, YouTube Premium fitur ini tetap memberi layanan streaming video, hanya saja mengharuskanmu berlangganan dengan sejumlah tarif.  

Nah, karena berbayar, YouTube Premium tentu memberi benefit untuk setiap orang yang mau berlangganan. Di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Tayangan bebas iklan

Lagi asyik-asyik nonton video, eh iklan. Kadang ads tersebut bisa muncul lebih dari satu, bahkan ada yang unskippable alias tak bisa dilewatkan selama beberapa detik. Bagi pengguna, tentu hal ini sangat mengganggu. Nah dengan YouTube Premium, kamu akan terbebas dari iklan apapun jenisnya.

2. Putar di background

Selain itu, YouTube Premium juga memiliki sistem pemutaran di background. Maksudnya video akan tetap diputar walau kamu sudah keluar dari aplikasi YouTube.

(Baca juga: Rekomendasi Channel YouTube Terbaik Buat Belajar Nyetir Mobil)

Fitur tersebut sangat menjawab keresahan pengguna selama ini yang merasa kurang puas saat lagu/podcast yang mereka putar terputus, setiap kali ingin beralih ke aplikasi lain (multi-tasking).

3. Download dan akses offline

Ada lebih dari jutaan konten tersedia di YouTube. Namun pasti, kita tak mungkin bisa menontonnya di saat yang bersamaan. Di YouTube Premium, pengguna diberi kebebasan untuk mengunduh konten yang tersedia. Jadi ketika ponsel tak terhubung ke wifi, video yang sudah diunduh bisa kamu nikmati secara offline.

4. Konten YouTube originals

Seperti Netflix, YouTube juga memiliki konten eksklusifnya yang disebut sebagai YouTube Originals. Kamu harus berlangganan YouTube Premium untuk bisa menontonnya. Beberapa konten terbaiknya adalah Cobra KaiScare PewDiePieEscape the NightImpulse, dan masih banyak lagi konten lainnya.

Paket Berlangganan YouTube Premium

Minat berlangganan YouTube Premium? Agar bisa menikmati fitur menarik ini, kamu tinggal memilih tiga paket yang ditawarkan yakni perorangan, keluarga, atau pelajar.

Paket pelajar disebut-sebut yang termurah, karena hanya dipatok seharga Rp34.990. Langsung saja ke laman https://www.youtube.com/musicpremium/student, lalu pilih “dapatkan paket pelajar”.

Selanjutnya, pengguna bakal diarahkan menuju laman SheerID untuk mengisi identitas pelajar. YouTube Premium kemudian bisa langsung dipakai setelah akunmu terverifikasi.

Di samping itu, ada juga paket individu yang dibanderol seharga Rp59.000. Sementara dengan paket keluarga Rp89.000, kamu bisa menambahkan hingga 6 akun agar bisa sama-sama menikmati konten YouTube Premium. Untuk memproses langganan ini, bisa dilakukan via desktop maupun mobile.

(Baca juga: Mau Nonton YouTube Dibayar? Ini Cara dan Daftar Lengkap Situsnya)

Untuk bisa berlangganan, sementara ini YouTube hanya menerima pembayaran YouTube Premium menggunakan kartu kredit saja.

Manfaatkan kartu kredit PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI yang bisa kamu pilih dan ajukan lewat CekAja.com dengan cepat dan mudah lewat sini, sekarang juga!

Nasib Bayaran Content Creator

Mungkin iklan-iklan Youtube terlihat menyebalkan di mata para pengguna. Lain halnya dengan content creator, hal ini adalah ladang uang bagi mereka.

Lantas bagaimana nasib pundi-pundi mereka jika di YouTube Premium? Menurut Product Manager YouTube, Brandon Bilinski, perusahaannya akan tetap memberi sebagian pemasukan kepada seluruh YouTuber.

Tapi bukan lagi berdasarkan adsense, melainkan uang berlangganan yang telah dibayarkan oleh pengguna YouTube Premium. Ia juga menyebutkan, nominalnya kemungkinan bakal seimbang dengan pendapatan sebelumnya dari iklan.

Artinya, para content creator tak perlu khawatir sendainya penonton mereka berpindah haluan ke YouTube Premium.

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.