Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Yuk Intip CEO Muda Indonesia Bicara Soal Filosofi Uang dan Pilihan Investasinya

by Surtan Siahaan on 18 November, 2015

Nama Niki Santo Luhur cukup populer di kalangan pelaku bisnis digital. Anak muda yang usianya baru menginjak kepala tiga ini menjabat sebagai Presiden Direktur PT Multi Adiprakarsa Manunggal, perusahaan teknologi finansial yang membantu melakukan transaksi pembayaran dengan merek Kartuku.

Meski masih muda, Niki, begitu dia biasa dipanggil, memiliki jam terbang tinggi, lho, dalam urusan mengatur uang dan investasi. Pengalaman tersebut diperoleh dari banyak babak dalam hidupnya, mulai dari usia sekolah hingga ketika menjabat sebagai pemimpin dari 500 lebih karyawan Kartuku.

Uniknya, latar belakang pendidikan Niki bukan di bidang keuangan. Niki merupakan penyandang predikat magna cum laude dalam bidang Filsafat dan Psikologi dari Tufts University Amerika Serikat.

rsz_2img_0125

Kepada CekAja.com, pria kelahiran Jakarta ini mengatakan rumus penting dalam mengelola keuangan adalah jangan tergoda mengejar standard of living namun lupa mengejar quality of live.

Sebab, dua hal itu tidak selalu berbanding lurus. “Karena barang mahal belum tentu akan punya dampak pada kehidupan kita dan sesuatu yang gratis atau murah bukan berarti tidak ada dampak. Pasti ada,” tuturnya. Niki yang notabene berasal dari keluarga mapan justru tidak terlalu tertarik pada hal-hal material.

Namun, dia mengecualikan prinsip hemat tersebut untuk dua hal yakni makanan lezat dan peralatan teknologi. Mengapa Niki mengecualikan rumus hemat soal urusan teknologi?

Menurutnya karena meskipun mahal peralatan teknologi adalah passion dan pekerjaannya. Jadi ketimbang membeli rolex dan barang barang mewah itu saya mending beli laptop atau handphone Apple,” sambungnya.

(Baca juga: Strategi Atur Keuangan Ketika Usia Sudah “Kepala 4”)

Mengelola keuangan sejak dini

Meski keluarga selalu menyediakan makanan di atas meja, jangan malah menjadikan kita malas mengatur uang. Menurut Niki, saat paling tepat belajar merencanakan keuangan adalah saat kita masih bergantung pada orang tua. Ini merupakan pengalaman pribadi. Niki mengaku mulai menabung sejak kecil karena orangtuanya mendidiknya demikian.

Saat kecil, orang tua Niki memberikan bujet selama sebulan namun harus memiliki perencanaan keuangan dari dananya tersebut. “Kalau mau beli jajan, nonton bioskop, semuanya dicatat dan dilaporkan. Nanti orang tua melihat dan memberi masukan,” sebutnya. Jadi anak harus dididik bertanggungjawab pada keuangan pribadinya.

Pilihan investasi

Prinsip berinvestasi Niki cukup sederhana. Pilih lah investasi pada instrumen yang kita kenal dan jangan sampai menyita waktu kita terlalu banyak. Pria yang menjadikan Elon Musk, pendiri Paypal sebagai role modelnya itu memiliki sejumlah investasi di perusahaan-perusahaan teknologi dan reksadana.

Pilihan investasi pada perusahaan teknologi cukup dimaklumi karena Niki sangat hafal pada sektor tersebut. Sementara pilihan reksadana jatuh pada index fund yang relatif stabil dan tidak perlu banyak menyita waktu untuk dikelola.

(Baca juga: Apa Itu Reksadana Saham, Reksadana Campuran, dan Saham?)

Sekadar informasi, Reksa Dana Indeks (Index Fund) adalah reksa dana yang portofolio investasinya mengacu kepada indeks tertentu. Indeks yang dijadikan acuan bisa berupa indeks saham ataupun indeks obligasi.

Perbedaan antara reksa dana indeks dengan reksa dana konvensional adalah reksa dana indeks mengambil strategi investasi pasif dengan menghasilkan tingkat return yang setara dengan return indeks yang ditirunya. Sementara, reksa dana konvensional mencoba mengalahkan indeks yang menjadi acuan dengan menerapkan strategi investasi aktif.

Tentang Penulis

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami