Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

4 menit waktu bacaan

Yuk Jaga Laut Kita!

by Teti Purwanti on 11 Juni, 2019

Indonesia dikenal sebagai negara maritim dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia. Sayangnya, Indonesia juga menjadi merupakan negara penyumbang sampah plastik ke lautan terbesar kedua di dunia.

Akibat peringkat yang tidak menggembirakan itu, pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan mencanangkan berbagai kegiatan untuk membersihkan laut. Apalagi pada 2025, pemerintah Indonesia berharap bisa mengurangi sampah plastik tersebut hingga 70%.

Karena itu, sekaligus merayakan Hari Laut Sedunia, yang jatuh pada 8 Juni, banyak juga hal yang bisa kamu lakukan untuk agar tidak menambah sampah plastik di lautan. Berikut daftar hal yang bisa kamu lakukan.

1. Membawa kantong belanja dan botol minum saat berpergian

Berdasarkan hasil penelitian, sampah plastik Indonesia, terutama di kawasan pesisir mencapai 38%. Hal tersebut cukup besar mengingat Indonesia didapuk menjadi penyumbang sampah nomor dua terbesar.

Karena itu, kalau kamu tidak bisa membantu untuk menguranginya, setidaknya berusaha untuk membantu tidak menambah jumlahnya. Hal tersebut bisa kamu lakukan dengan cara yang sederhana, misalnya membawa sendiri kantong belanjang saat berbelanja.

Meski pemerintah telah menyebutkan kalau kantong plastik di supermarket sudah berbayar, nyatanya masih banyak orang yang rela membayar. Selain kantong plastik, sampah botol plastik di Indonesia juga sangat tinggi.

Sehingga akan sangat membantu, kalau kamu bisa membawa botol minum milik kamu sendiri. Selain berhemat, kegiatan ini juga akan membantu kelestarian alam.

Di sisi lain, ada pula sedotan plastik yang saat ini menjadi perhatian banyak orang. Sebab, walaupun kecil, ternyata plastik pada sedotan juga sangat sulit diurai dan sulit pula untuk didaur ulang.

Saat ini sedotan yang ramah lingkungan sudah mulai banyak di pasaran. Kamu bisa memilih yang terbuat dari stainless steel, bambu, bahkan kaca.

(Baca juga: Wisata Kapal Pesiar, Siapkan 5 Hal Penting Ini)
2. Hanya mengonsumsi makanan laut hasil budi daya

Potensi tangkapan dari hasil laut Indonesia mencapai 5,2 juta ton per tahun atau setara dengan Rp7,2 triliun. Adapun asupan protein hewani masyarakat Indonesia memang dari laut.

Seafood alias makanan laut memang terkenal lezat dan sangat menyehatkan karena mengandung protein tinggi. Namun, siapa sangka makan makanan laut yang secara massif dapat mengurangi populasi binatang laut.

Oleh karena itu, pastikan saat kamu membeli makanan laut, produk tersebut berasal hasil budi daya dan bukan hanya hasil tangkapan liar di laut. Saat ini, sudah banyak nelayan yang mengembangbiakan produk laut agar tidak merusak laut itu sendiri.

3. Tidak memelihara hewan laut

Hewan maupun tumbuhan laut memang sangat indah dan tentu saja membuat orang yang melihatnya ingin memelihara. Namun ternyata kita tidak bisa sembarang memelihara dan juga menangkapnya.

Dalam menangkap misalnya, KKP memberi rekomendasi sembilan jenis alat tangkap yang lebih ramah lingkungan dibandingkan cantrang. Alat-alat tersebut ialah jaring insang, trammel net, bubu lipat ikan, bubu rajungan, pancing ulur, rawai dasar, rawai hanyut, pancing tonda, serta pole and line.

Sedangkan memelihara binatang laut juga sangat tidak disarankan apalagi kalau hewan tersebut terancam punah seperti penyu. Laut Indonesia memiliki enam dari tujug jenis penyu di lautan dunia.

Termasuk Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea) yang dikenal sebagai jenis reptilia laut penjelajah samudera!

(Baca juga: Fakta Kenapa Saat Kurang Piknik Kamu Bisa Mudah Stres dan Penyakitan
4. Membantu merawat kebersihan laut dan pantai

Pantai dan laut memang salah satu tujuan wisata favorit, tidak heran kalau banyak juga pantai yang akhirnya menjadi sarang sampah. Kalau kamu juga suka sekali liburan ke pantai, pastikan kamu tidak menambah sampah di sana.

Malahan kalau bisa kamu justru bisa melakukan operasi semut dengan mengambil sampah yang berserakan. Apalagi kalau kamu diving atau snorkeling, jangan memindahkan apalagi mengambil koral, karang atau apa pun yang menjadi bagian dari ekosistem laut.

Jangan pula menyentuh atau memegang terumbu karang karena akan mengubah warnanya dan membuatnya tidak lagi tumbuh.

Setelah tahu kalau banyak hal yang bisa kamu lakukan untuk menjaga laut, semoga kamu juga bisa turut menjaga laut kita yah! Liburan akhir tahun ini pantai mana yang jadi tujuan kamu?

Jangan lupa lengkapi dirimu dengan asuransi travel ya, supaya liburan kamu bertambah nyaman dan juga aman. Akses CekAja.com untuk mendapatkan kemudahannya.

Widget TRV Insurance

Tentang Penulis

Ibu penuh waktu. Penulis setengah waktu. Jurnalis di sisa waktu.