Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

4 menit waktu bacaan

Yuk Mendulang Untung Lewat Waralaba!

by Teti Purwanti on 17 Mei, 2019

Bisnis waralaba atau franchise mulai dikenal sejak tahun 1731 di Charleston, South Carolina dan hingga saat ini bisnis tersebut masih terus berkembang termasuk di Indonesia. Bisnis ini merupakan peluang usaha yang praktis untuk kamu yang ingin memulai bisnis dengan risiko yang lebih sedikit.

Bisnis waralaba di Indonesia sangat beragam, dari mulai mini market hingga produk makanan dan minuman yang terus berkembang.

Kalau kamu tertarik untuk memulai bisnis ini, cobalah ikuti beberapa tips yang bisa membuat kamu bisa meraih untung dari investasi di bisnis waralaba.

Paham benar dengan seluk-beluk waralaba

Banyak peran yang bisa dilakukan dalam menjalankan bisnis ini. Tidak hanya menjadi orang yang membeli produk waralaba, kamu juga bisa membuat waralabamu sendiri.

Meski begitu, sebelum memulai peran apapun yang kamu pilih, kamu wajib mengenal lebih dalam seluk-beluk bisnis yang satu ini. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan seperti sistem pendukung, tingkat kesuksesan bisnis yang akan kamu ambil, serta brand yang dimiliki.

Dengan mengetahui pangsa pasar yang sudah ada, kamu juga bisa mengetahui seberapa besar tingkat kesuksesan yang bisa kamu raih dalam menjalankan bisnis tersebut.

Jadi, jangan langsung memutuskan untuk berbisnis jika kamu hanya mengandalkan modal uang yang kamu miliki untuk membeli bisnis tersebut. Cobalah tidak impulsif dan melihat kesempatan di pasar dengan kepala jernih.

(Baca juga: Mau Bisnis Ayam Geprek? Cek Daftar Franchise Paling Hits!)
Siapkan langkah konkret

Sukses dan untung tentu adalah harapan tertinggi saat kamu memulai bisnis. Nah dalam bisnis waralaba, faktor utama yang menentukan kesuksesan adalah bekerja keras, berkomitmen, dan pantang menyerah ketika menjalankan bisnis.

Jika kamu hanya mengandalkan modal yang besar tanpa kerja keras, percuma saja. Setiap kesuksesan dibangun berdasarkan kerja keras.

Oleh karena itu, bersabarlah ketika omset yang didapat belum memenuhi target yang kamu harapkan. Lakukan juga upaya lain agar bisnis waralaba kamu bisa lebih berkembang di masyarakat.

Siapkan langkah konkret baik jangka pendek dan jangka panjang, serta siapkan studi kasus beberapa masalah yang mungkin kamu hadapi dan bagaimana cara menghadapinya.

Modal yang cukup

Saat terjun ke dunia bisnis, kamu tentu sudah menyadari kalau kamu butuh modal yang tidak sedikit. Apalagi kalau kamu tidak memiliki tempat, dana terbesar akan kamu habiskan untuk menyewa tempat.

Semakin strategis lokasi yang kamu incar, semakin dalam pula kamu harus merogoh kantong. Bahkan komponen biaya tempat dalam pengeluaran modal bisa mencapai 30 persen hingga 40 persen.

Adapun untuk produk, jika dibandingkan dengan jenis waralaba lainnya, produk makanan dan minuman adalah jenis waralaba yang menawarkan modal investasi yang cukup murah dengan potensi keuntungan yang relatif tinggi.

Pada tahap ini, kamu perlu menginvestasikan dana sekitar Rp7-10 jutaan untuk memperoleh hak waralaba, bahan baku awal, serta peralatan untuk memulai bisnis. Kamu bisa mendapatkannya dari tabungan kamu atau juga modal usaha. Meski begitu, ada baiknya kamu menggunakan dana sendiri, sedangkan modal bisa kamu ajukan saat bisnis kamu mulai membesar.

Pilih rekanan terbaik

Kesalahan umum yang sering dilakukan oleh seseorang saat berbisnis waralaba adalah salah memilih partner. Sebaiknya, pilih partner yang sudah kamu percaya dan memiliki pengalaman di bidang usaha waralaba yang akan dijalankan.

Hal ini dilakukan agar jika terjadi sesuatu pada bisnis yang kamu jalankan, partner bisa ikut bertanggung jawab dan memberikan solusi terbaik.

Selain itu, meskipun rekan kamu tersebut adalah teman, buatlah klausul yang jelas tentang kerja sama bisnis. Jangan sampai pertemanan rusak karena cuan yang tidak seberapa.

(Baca juga: 4 Bisnis Waralaba Ini Tawarkan Keuntungan di Era Online)
Buru-buru membuka cabang baru

Karena sudah merasakan sedikit untung dari bisnis kamu, kamu langsung ingin membuat gerai baru. Padahal sangat tidak bijak untuk melakukan hal itu karena tidak semua wilayah memiliki potensi jual beli yang sama. Ingat, semakin banyak cabang yang dibuka, maka semakin banyak pula waktu dan tenaga yang diperlukan untuk melakukan kontrol atas perkembangan cabang-cabang tersebut.

Jadi pikirkan dan pertimbangkan secara matang sebelum membuka cabang baru, apalagi kalau kamu belum andal dalam menejerial.

Berbisnis memang tengah zaman tapi usahakan kamu bukan cuma ikut-ikutan tanpa memahami apa yang kamu lakukan. Selamat mencoba, semoga sukses!

Kalau kamu membutuhkan tambahan modal untuk pengembangan bisnis, kamu bisa ajukan fasilitas kredit untuk UKM di CekAja.com. Bandingkan dan temukan mana produk keuangan yang cocok dengan profil bisnis kamu.

Tentang Penulis

Ibu penuh waktu. Penulis setengah waktu. Jurnalis di sisa waktu.