Yuk Periksakan Diri, Cek Harga Tes Corona di Berbagai Balai Pengobatan

7 min. membaca Oleh CekAja on

Jumlah penderita virus Corona di Indonesia semakin bertambah. Terakhir, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengumumkan ada 172 pasien positif Covid-19 ini. Sebagian besar merupakan imported cased, namun tidak sedikit juga yang terjangkit ketika berada di Indonesia. Diketahui pasien positif Corona di Indonesia lebih banyak terinfeksi karena sempat berinteraksi dengan pengunjung dari luar negeri.

Jumlah korban yang terus bertambah, membuat masyarakat kian panik. Terutama warga yang tinggal di Jakarta dan kota-kota penyangga di sekitarnya. Orang-orang menjadi paranoid, sedikit mengalami gejala demam dan flu Virus Corona langsung terpikir dalam benak. Akhirnya rumah sakit bun diserbu oleh masyarakat yang ingin melakukan pemeriksaan mandiri Virus Corona.

Diakui sejumlah rumah sakit rujukan penanggulangan virus Covid-19, jumlah pengunjung di rumah sakit akhir-akhir ini membludak bahkan meningkat dua kali lipat. Rata-rata meminta pemeriksaan Virus Corona kendati tidak mengalami gejala pasien Corona seperti demam, pilek dan batuk.

Harga Tes Corona? Gratis!

Pemerintah mengakui telah mengantongi 1000 paket alat tes deteksi virus Corona dari distributor di luar negeri. Sehingga masyarakat tidak perlu panik karena Indonesia memiliki kemampuan untuk terus menekan penyebaran virus Corona. Jumlah alat deteksi ini juga bisa ditambah sewaktu-waktu sebab pihak distributor menjamin seluruh permintaan Indonesia akan dipenuhi.

Menteri Kesehatan telah memastikan bahwa biaya perawatan medis bagi pasien Coronavirus ditanggung sepenuhnya dari anggaran di Kementerian Kesehatan. Dia mengatakan bahwa Kementerian Kesehatan memiliki anggaran untuk kondisi khusus seperti pasien yang terinfeksi virus Corona.

(Baca juga: Sering Rancu, Ini Perbedaan Lockdown dan Social Distancing)

Hal ini ditetapkan pada 4 Februari 2020 lalu dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/104/2020 tentang penetapan infeksi virus Corona sebagai penyakit dapat menimbulkan wabah dan penanggulangannya oleh Menteri Kesehatan.

Tapi bukan berarti setiap orang dapat bebas melakukan pengecekan paparan Virus Corona. Setiap orang yang ingin melakukan pemeriksaan menyeluruh harus mendapatkan surat rujukan dari Dokter. Selain itu mereka juga harus memiliki gejala penyakit Covid-19, yakni mengalami demam, batuk dan sesak napas.

Sementara bagi mereka yang masih terlihat baik-baik saja, tidak pernah berinteraksi dengan orang yang terinfeksi dan tidak punya riwayat perjalanan ke luar negeri harus mengeluarkan kocek sendiri untuk melakukan tes Covid-19 tersebut. Selain itu, pemeriksaan untuk kasus Corona ini tidak ditanggung oleh BPJS.

Biasanya tes deteksi SARS-CoV-2 (Virus yang menyebabkan Corona) harus sepaket dengan tes influenza. Selain kedua tes tersebut, biasanya ada tes tambahan yang diberikan seperti rontgen dan swab.

Daftar 12 Lab Pemeriksaan Virus Corona

Demi menekan proses penyebaran virus Corona yang kian cepat. Kementerian Kesehatan berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan dengan membuka lebih banyak Lab Pemeriksaan Virus Corona.

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI No.HK.01.07/MENKES/182/2020 tentang Jejaring Laboratorium Pemeriksaan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), dijelaskan perlu dilakukan upaya penanggulangan termasuk penguatan fungsi laboratorium untuk melakukan pemeriksaan spesimen.

Saat ini, pemeriksaan Covid-19 bisa dilakukan di 132 rumah sakit rujukan yang tersebar di setiap provinsi. Setidaknya ada 12 Lab yang disediakan resmi oleh pemerintah dan membuka layanan pemeriksaan Virus Corona berikut daftarnya:

  1. Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta dengan wilayah kerja, antara lain Maluku, Maluku Utara, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
  2. Balai Besar Laboratorium Kesehatan Palembang dengan wilayah kerja, antara lain Bengkulu, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Jambi, dan Lampung.
  3. Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar dengan wilayah kerja, antara lain Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.
  4. Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya dengan wilayah kerja, antara lain Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur.
  5. Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Papua dengan wilayah kerja, antara lain Papua dan Papua Barat.
  6. Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Jakarta dengan wilayah kerja, antara lain Riau, Kepulauan Riau, Jawa Barat, Kalimantan Barat, dan Banten.
  7. Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Surabaya dengan wilayah kerja, antara lain Bali, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.
  8. Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Daerah Istimewa Yogyakarta dengan wilayah kerja, antara lain DI Yogyakarta dan Jawa Tengah.
  9. Laboratorium Kesehatan Daerah DKI Jakarta dengan wilayah kerja DKI Jakarta.
  10. Lembaga Biologi Molekuler Eijkman dengan wilayah kerja DKI Jakarta.
  11. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dengan wilayah kerja, antara lain RSUP Nasional Dr Cipto Mangunkusumo dan RS Universitas Indonesia.
  12. Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dengan wilayah kerja RSUD Dr Soetomo dan RS Universitas Airlangga.

Ketentuan Pemeriksaan

Namun perlu digaris bawahi bahwa laboratorium ini tidak menerima peserta Orang Dalam Pemantauan (ODP) maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Jaringan laboratorium pemeriksaan Covid-19 terdiri atas Laboratorium Rujukan Pemeriksaan Covid-19 dan Laboratorium Rujukan Pemeriksaan Covid-19.

Laboratorium Rujukan Pemeriksaan Covid-19 bertugas menerima spesimen untuk pemeriksaan Covid-19 dari rumah sakit atau laboratorium pemeriksa Covid-19, dinas kesehatan, atau laboratorium lain, serta mengkonfirmasi hasil pemeriksaan positif Covid-19.

Sementara Laboratorium Rujukan Pemeriksaan Covid-19 bertugas menerima spesimen untuk pemeriksaan Covid-19 dari rumah sakit atau dinas kesehatan, laboratorium kesehatan lain dan melakukan penjejakan (screening) pada spesimen Covid-19 dengan SOP yang telah ditetapkan.

Kemudian hasil pemeriksaan positif dan negatif Covid-19 dikirim kepada Kepala Balitbangkes Kemenkes. Laboratorium Rujukan Pemeriksa hanya boleh menginformasikan hasil pemeriksaan negatif ke rumah sakit, dinas kesehatan, atau laboratorium kesehatan lain. Informasi hasil pemeriksaan positif hanya dapat dikeluarkan laboratorium Balitbangkes Kemenkes.

Sementara itu, pemerintah juga sudah menunjuk 132 Rumah Sakit di Indonesia yang ditetapkan menjadi rumah sakit rujukan. Cek daftar seluruh rumah sakit rujukan secara detail di website resmi Kementerian Kesehatan. Jika Anda mengalami gejala terserang virus Corona, seperti tenggorokan kering dan gatal, mudah lelah, sesak nafas, demam dan flu datangilah rumah sakit rujukan dengan segera.

Harga Tes Corona

Jika Anda ingin melakukan pemeriksaan virus Corona secara mandiri, kunjungilah ke-12 Balai Pengobatan dan Laboratorium yang telah disebutkan diatas. Namun proses pengajuan pemeriksaan biasanya tidak bisa dilakukan secara langsung, melainkan harus mendaftar secara online maupun via telepon. Sebagai gambaran berikut akan disampaikan besar harga tes corona di berbagai laboratorium:

1. Klinik Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Indonesia

Baru baru ini tersebar di sosial media twitter harga tes corona di Klinik FK UI yang mencapai Rp2,5 Juta per pemeriksaan. Pihak UI pun menegaskan bahwa benar informasi tersebut resmi dikeluarkan oleh UI. Berikut adalah rincian harga tes corona di Klinik FK UI:

Harga tes corona jenis SARS-CoV-2:

  • Paket ISPA 1

Jenis pemeriksaan mendeteksi SARS-CoV-2 dan influenza A dengan biaya sebesar Rp1,5 juta.

  • Paket ISPA 2

Jenis pemeriksaan mendeteksi SARS-CoV-2 dan 3 spesies bakteri dengan biaya sebesar Rp2,5 juta.

  • Paket ISPA 3

Jenis pemeriksaan mendeteksi SARS-CoV-2, 13 spesies virus, 3 spesies bakteri dengan merogoh kocek Rp2,5 juta.

Adapun hasil pemeriksaan baik untuk paket ISPA 1,2 maupun 3 disebutkan akan selesai dalam 3 hari kerja. Namun untuk mendapatkan layanan pemeriksaan, calon peserta harus mendaftarkan diri lewat aplikasi whatsapp.

2. RSUP dr. Sardjito Yogyakarta

Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito, Banu Hermawan mengatakan, biaya tes uji virus corona atau Coronavirus Disease (COVID-19) di rumah sakit tersebut mematok biaya sekitar Rp500.000.

Dengan besar biaya tersebut masyarakat akan mendapatkan pemeriksaan berupa tes rontgen, swab, cek laboratorium. Namun tidak semua peserta menjalani ketiga rangkain tes tersebut.

Sebab ada pula peserta yang hanya perlu melakukan dua atau satu jenis tes saja. Misalnya swab, ini jenis tes yang bisa dilewati karena swab harus ada indikasi dan harus atas permintaan dokter.

Untuk proses pemeriksaanya sendiri pasien harus langsung menuju ke poli paru, kemudian masyarakat akan diperiksa oleh dokter ahli paru. Jam layanan pemeriksaan COVID-19 dibuka mulai pukul 08.00 WIB hingga 14.00 WIB.

3. RSUP Persahabatan

Sementara biaya tes pemeriksaan virus Corona di rumah sakit rujukan RSUP Persahabatan dipatok mulai Rp700 Ribu. Proses pemeriksaan yang dilakukan antara lain, pasien akan ditanya terlebih dulu apakah memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri.

Petugas akan mencatat gejala klinis yang dialami pasien. Jika ada gejala yang akut maka akan diarahkan ke Gedung Pinere. Namun jika tidak ada gejala akut, proses pendaftaran khusus tes virus corona dilakukan di ruang poliklinik khusus yang berada di Gedung Puspa. Sementara itu ada 3 jenis tes yang akan dijalani setiap pasien yakni tes darah, rontgen dada, dan konsultasi dokter spesialis.

Gedung untuk proses pemeriksaan virus Corona ini terpisah dari gedung lain untuk menjaga adanya penyebaran atau penularan virus di lingkungan rumah sakit. Hasil tes keluar setelah 2 sampai 4 jam. Poliklinik khusus yang berada di Gedung Puspa tersebut buka Senin sampai Jumat, mulai pukul 07.00 sampai 18.00 WIB.

Selain melayani proses pemeriksaan virus Corona, RSUP Persahabatan juga membuka poliklinik khusus yang melayani pembuatan surat bebas virus corona.

Biasanya surat keterangan ini diperlukan oleh sejumlah karyawan yang baru bepergian dari luar negeri. Perlu diketahui beberapa perusahaan memang mewajibkan adanya surat keterangan negatif virus Corona bagi karyawannya yang tercatat baru kembali dari luar negeri.

Itulah daftar harga tes corona di berbagai rumah sakit di Indonesia. Ingat harga tes corona tersebut khusus untuk pemeriksaan mandiri dan tidak ditanggung oleh BPJS.

Jika ingin berhemat Anda bisa menyiasatinya dengan lebih dulu melakukan pemeriksaan laboratorium ISPA, yang jauh lebih murah. Jika dokter menemukan ada indikasi aneh Anda akan langsung mendapat rujukan untuk menerima pemeriksaan gratis.

Tapi, pemeriksaan lab ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) ini juga tidak murah. Karena itu segera beli polis asuransi kesehatan untuk menunjang proses pemeriksaan yang Anda butuhkan. Meski tidak mengcover seluruhnya, namun dapat mengurangi beban biaya pemeriksaan.

Pilihlah jenis asuransi kesehatan untuk penyakit kritis yang melindungi Anda dari resiko kerugian finansial yang dialami karena menderita berbagai penyakit berat seperti stroke, sakit jantung, diabetes dan juga penyakit paru-paru. Selain itu, tempat memilih asuransi yang bagus juga harus tepat, seperti di Cekaja.com, yang sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Butuh pinjaman tunai instan? Gunakan saja Kredivo.

Platform ini tidak hanya memiliki layanan kredit belanja saja loh, kalau kamu butuh modal usaha juga bisa mengajukannya di sini. Tapi, sebelum mengajukan pinjaman, pastikan kamu sudah mengunduh aplikasi Kredivo dan melakukan aktivasi akun. Kemudian lengkapi syarat dan dokumen yang diminta, antara lain:

  • Berstatus WNI dengan dibuktikan KTP dan swafoto
  • Usia minimal 18 tahun dan maksimal 60 tahun
  • Berdomisili Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, Palembang, Medan, Bali, Yogyakarta, Solo, Makassar, Malang, Sukabumi, Cirebon
  • Berpenghasilan minimal Rp3 juta per bulan dan menyertakan bukti penghasilan dari rekening gaji atau NPWP

Tentang kami

CekAja

CekAja