Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Langkah-langkah Cara Berinvestasi Saham

by Gito on 2 November, 2018

Sektor pasar modal Indonesia belakangan ini tampak begitu seksi. Apalagi, saat ini pemerintah mulai menjadikan pasar modal sebagai salah satu sumber pendanaan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi bangsa. Pemerintah berharap dapat memperoleh pendanaan infrastruktur. Tak hanya itu, berinvestasi saham juga menguntungkan bagi kita. Simak langkah serta cara berinvestasi saham di sini!

Artikel Newsletter CekAja Investasi Saham

Mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga akhir tahun ini jumlah investor berdasarkan single investor identification (SID) sudah mencapai 810 ribu, naik dari tahun lalu yang hanya sebesar 628 ribu. Hal itu dapat diartikan bahwa masyarakat perlahan mulai mengerti tentang investasi di pasar modal.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) selaku salah satu self regulatory organization (SRO) yang bertugas mewadahi kegiatan para pelaku pasar modal dalam berinvestasi juga terus melakukan sosialisasi untuk menggenjot penambahan jumlah investor lokal. Hal itu dilakukan agar investor dalam negeri bisa menjadi raja di negerinya sendiri, per akhir September tahun ini, porsi investor lokal sudah mencapai 50 persen dari total investor di BEI.

Banner Kartu Kredit Oktober 2018

Salah satu program yang digalakkan Bursa Efek Indonesia adalah Yuk Nabung Saham!. Melalui program ini, merubah paradigma masyarakat akan mahalnya melakukan investasi di pasar modal.

Apalagi, BEI juga sudah menurunkan batas bawah minimum pembelian atau penjualan saham dari 500 lembar per lot saham menjadi 100 lembar per lot saham. Ditambah lagi, dengan program Yuk Nabung Saham! Anda sudah dapat mulai berinvestasi dengan uang Rp100 ribu.

Mengenal Saham

Saham sendiri merupakan bukti kepemilikan perusahaan yang merupakan klaim atas penghasilan dan kekayaan perseroan. Instrumen saham merupakan salah satu produk pasar modal yang bersifat jangka panjang.

Saat ini terdapat sekitar 610 perusahaan yang sahamnya diperjualbelikan di BEI. Untuk memudahkan Anda para investor untuk melakukan transaksi, BEI menyiapkan indeks saham yang terdiri dari 45 saham pilihan.

Keseluruhan saham tersebut diberinama indeks LQ45. Didalam indeks ini berisi saham dengan likuiditas dan kapitalisasi pasar yang tinggi dari jumlah keseluruhan saham yang ada di Bursa Efek Indonesia. Pemilihan daftar Saham dalam LQ45 dilakukan setiap 6 bulan.

Nah kalau Anda ingin berinvestasi sekaligus memajukan perekonomian bangsa, tidak ada salahnya untuk memulai investasi di pasar modal. Prosesnya cukup mudah, simak yuk!

(Baca juga: Bursa Saham Global Melemah, Saatnya Genjot Investasi?)

1. Siapkan dokumen pribadi

Tahap awal untuk masuk menjadi investor di pasar modal adalah dengan membuka rekening dana investor dan rekening efek. Disini Anda harus menyiapkan dokumen pribadi seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan juga buku tabungan.

Disini nantinya akan dipastikan bahwa Anda belum memiliki rekening dana investor sebelumnya.

(Baca juga: Mau Mulai Menabung Saham, Ini Panduan Lengkapnya)

2. Isi Formulir di Perusahaan Sekuritas

Setelah data diri Anda dirasa lengkap, Anda bisa langsung datang ke perusaaan sekuritas. Pastikan perusahaan tersebut terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jangan juga lupa membawa materai 6.000 untuk proses penandatangan beberapa dokumen.

3. Setor dana awal ke rekening dana investor (RDI)

Setelah rekening dana investor Anda dapatkan, Anda akan diminta menyetorkan dana awal untuk deposit. Nah besaran dananya tergantung dari perusahaan sekuritas tempat Anda mendaftarkan rekening.

Nantinya Anda akan memiliki dua rekening, yang pertama adalah rekening saham dan yang kedua adalah rekening dana investor. Rekening saham sendiri adalah rekening tempat penyimpanan saham Anda kelak, sedangkan rekening dana investor merupakan tekening bank untuk penyelesaian transaksi saham Anda.

Jadi prosesnya adalah Anda menyimpan dana di RDI kemudian untuk transaksi dana tersebut akan dipindahbukukan ke rekening efek. Setelah tahapan itu semua, Anda sudah bisa melakukan trading atau jual beli saham.

Jangan juga lupa untuk selalu memperhatikan segala bentuk aksi korporasi, sentiment dan juga laporan keuangan atas saham perusahaan yang akan Anda miliki. Cermati baik-baik, karena biasanya fundamental atau kinerja perusahaan secara linear mencerminkan kinerja sahamnya. Mengapa Anda perlu berinvestasi di pasar modal? Simak ulasannya.

Banner CekAja

Investasi saham melawan inflasi

Investasi dalam bentuk apapun sebenarnya merupakan hal penting agar setiap dari Anda dapat merdeka secara finansial. Namun uniknya di saham, dengan membenamkan dana Anda di pasar modal Anda dapat melawan inflasi.

Ya, inflasi sendiri adalah kenaikan harga secara umum dan terus menerus sehingga berdampak pada menurunnya nilai uang. Dengan investasi saham, Anda dapat meraih keuntungan yang jauh dari kenaikan inflasi tahunan.

Menyiapkan masa depan

Dengan berinvestasi di saham, Anda sudah selangkah lebih maju dari orang lain yang belum memulainya. Karena dengan begitu berarti Anda sudah memikirkan sedari dini kesiapan finansial Anda dan keluarga Anda di masa depan.

Oleh karena itu, pilihlah saham yang memiliki kinerja yang baik, yang memiliki potensi kenaikan secara jangka panjang. Anda dapat melihatnya di situs resmi Bursa Efek Indonesia, idx.co.id untuk melihat laporan kinerja perusahaan atau terus mengupdate informasi dari beragam media yang ada.

Tentang Penulis

Gito

Veritas Vos Liberabit